<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145</id><updated>2012-01-28T23:02:18.681+08:00</updated><title type='text'>Pemikir dan Politisi Islam_مفكرون وسياسيون الإسلامية</title><subtitle type='html'>Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Selamat Datang di Blog pengemban dakwah pejuang penegak Syariah dan Khilafah.
"Bersatulah Ummat Islam se-Dunia menyongsong kemuliaan Islam dibawah payung Institusi Khilafah Islamiyah"
Jangan pernah menyerah yakinlah pertolongan Allah SWT akan datang.

SATUKAN LANGKAH, BULATKAN TEKAD, SONGSONG KEMULIAAN DAN KEMENANGAN ISLAM</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-1794833981964247023</id><published>2012-01-23T23:32:00.001+08:00</published><updated>2012-01-23T23:32:23.941+08:00</updated><title type='text'>Tiga Ciri Khas Hamba Allah yang Bertaqwa</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Hudzaifah.org - Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara saudariku yang kucintai karena Allah. Taqwa memiliki tiga makna, yang tidak dapat dipisahkan walau dapat dibedakan. Yang pertama, ciri khas dari hamba Allah yang bertaqwa, hubbullah, sangat mencintai Allah melebihi kepada siapapun dan apapun. Hamba Allah yang beriman amat sangat mencintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana nabi Allah, Ibrahim AS. Kecintaan beliau kepada Allah melebihi kepada istri dan anak beliau. Sehingga rela demi cintanya kepada Allah harus menyembelih anak yang tercinta. Demikian pula Siti Hajar, demi cintanya kepada Allah, rela mengorbankan anak kandungnya sendiri. Demikian halnya dengan Ismail AS, rela dirinya dikorbankan demi cinta kepada Allah. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang kedua, khosyatullah. Rasa takutnya kepada Allah melebihi kepada siapapun dan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba- Nya, hanyalah ulama." (QS. Fatir: 28)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang disebut ulama itu orang yang sangat takut kepada Allah. Rasa takutnya kepada Allah itulah membuat ia taat kepada Allah SWT. Tidak melakukan kemaksiatan dan kedzaliman. Sebaliknya bila rasa takut seseorang kepada Allah rendah, sementara keinginan maksiatnya lebih kuat, maka terjadilah kemaksiatan itu. Kalau rasa takutnya rendah tapi nafsunya kuat, maka terjadilah kedzaliman. Dan hamba Allah yang bertaqwa tidak akan melakukan kemaksiatan dan kedzaliman, karena rasa takutnya kepada Allah. "Kalau aku melakukan maksiat kepada ALlah, aku takut dengan adzab Allah di hari kiamat kelak." Ketakutannya kepada Allah ini membuat ia taat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian nyang ketiga, ciri istimewa dari hamba Allah yang bertaqwa adalah hati-hati, sangat berhati-hati dalam hidup yang sesaat ini. Wara', berhati-hati dengan hukum Allah. Sehingga hal-hal yang tidak bermanfaat akan dia jauhkan dari dirinya. Dan itu menjadi ciri khas dari orang Islam, hai mukmin. Meninggalkan sesuatu yang tidak bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ia olah sedemikian rupa dirinya dalam ketaatan kepada Allah. Yang sunnah "diwajibkan" untuk dirinya. Yang makruh dia "haramkan" buat dirinya. Yang mubah, ia buat berkah. Ia tidak mau sia-sia. Wara', saking hati-hatinya, dia takut melakukan maksiat. Ia takut kalau Allah tidak mencintai dia. Sehingga dia benar-benar pelajari agama Allah, hukum-hukum Allah, agar ia benar-benar hidup dalam syariat Allah. Janganlah engkau menyembah kecuali hanya Allah, dan sembahlah Allah sesuai dengan syariat Allah. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahailla anta astaghfiruka wa atubuilaik. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  &lt;a href="http://www.hudzaifah.org/Article286.phtml"&gt;http://www.hudzaifah.org/Article286.phtml&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-1794833981964247023?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/1794833981964247023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/tiga-ciri-khas-hamba-allah-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1794833981964247023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1794833981964247023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/tiga-ciri-khas-hamba-allah-yang.html' title='Tiga Ciri Khas Hamba Allah yang Bertaqwa'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-5455117060672581589</id><published>2012-01-21T21:31:00.000+08:00</published><updated>2012-01-21T21:31:35.635+08:00</updated><title type='text'>Pacaran Dalam Pandangan Islam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;a. Islam Mengakui Rasa Cinta&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”(QS. Ali Imran :14).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.&lt;br /&gt;&lt;a href="" id="more-20" style="color: #0066cc; text-decoration: none;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Bahkan lebih ‘keren’nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan ‘pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;c. Pacaran Bukan Cinta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemua langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,”Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa’ fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha’ Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta’aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; text-align: justify;"&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-5455117060672581589?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/5455117060672581589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pacaran-dalam-pandangan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/5455117060672581589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/5455117060672581589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pacaran-dalam-pandangan-islam.html' title='Pacaran Dalam Pandangan Islam'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-1264041489674932305</id><published>2012-01-21T11:45:00.000+08:00</published><updated>2012-01-21T11:45:23.240+08:00</updated><title type='text'>Allah Berikan Cobaan dan Ujian Pada Kita Karena Kita Kuat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sAOb2LOBR7Y/Txo0HWCGk_I/AAAAAAAAAIQ/lJLi2BZJal8/s1600/inspiration.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-sAOb2LOBR7Y/Txo0HWCGk_I/AAAAAAAAAIQ/lJLi2BZJal8/s1600/inspiration.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Mungkin banyak yang begitu lemes, lesu, dan tak bersemangat ketika Allah swt memberikan cobaan hidup atau ujian kepada kita. Cobaan dan ujian yang datang beruntun pada diri kita terasa begitu berat dan mencoba untuk lari dari hidup ini, tapi entah kemana larinya?. Dan bahkan sampai menyalahkan sang khalik atas cobaan, terpaan dan ujian hidup atas hidup kita ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Hadirnya cobaan, terpaan dan ujian hidup hendaklah pandai diri kita dalam menyikapinya, pandai dalam mengambil sisi positif dari segala tantangan hidup ini. Karena sesungguhnya apa yang terjadi dalam diri kita. Itu adalah tempaan agar kita menjadi lebih tangguh dan melatih kesabaran kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Memang terlalu mudah sekali untuk mengatakan&amp;nbsp; kata "sabar" saya dan siapapun pasti mudah mengucapkan kata ini, tapi pada kenyataannya dan faktanya "sabar" itu tak semudah pengucapannya, kita butuh latihan, kita butuh juga cobaan hidup dari allah, ujian hidup dari allah, jika kita dapat melewatinya, mungkin menurut saya barulah kita dapat di katakan sabar.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Kenapa harus seperti ini?, karena sesunggunya sobat, menurut saya pribadi atau juga menurut sobat, beruntunglah jika Allah memberikan ujian atau cobaan lebih banyak kepada kita. Sebab kita akan lebih banyak kesempatan untuk naik kelas dan kesempatan untuk lebih pintar dalam menyikapi segala sesuatu. Jika ada murid yang hendak naik kelas bukankah ia harus ujian dulu dan tinggi atau rendahnya tingkatan kelas tergantung dari kesulitan ujian yang di hadapi? ya kan?.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Tapi yang jelas. Allah tidak akan membiarkan kita mengatakan bahwa kita sudah beriman, sebelum Allah memberikan cobaan dan ujian kepada kita. Dan hanya orang beriman pulalah yang akan mendapat kebaikan kelak oleh Allah swt.&amp;nbsp; Jika ia pandai besyukur dan mampu bersabar.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Jika kita memandang cobaan hidup dan ujian hidup sebagai bentuk pengontrolan diri kita, maka insyaallah, Allah akan memberikan jaminan kualitas diri yang lebih mumpuni, mantap dan tangguh dari pada memilih untuk melarikan diri dari cobaan dan ujian hidup ini. Melarikan diri sama saja membuang kesempatan untuk naik kelas ketingkat yang lebih berkualitas, selain itu. jikapun kita dapat melarikan diri dari cobaan dan ujian hidup ini, tetap saja kita akan berjumpa dengan cobaan dan ujian-ujian yang lainya dan dengan tingkat yang sama atau bahkan lebih parah lagi, kita tetap naik kelas tapi&amp;nbsp; tidak mampu mengikuti ujian yang sama dengan orang yang lainnya atau bahasa lainya adalah frustasi yang berakibat bunuh diri. Dan ini banyak dilakukan oleh sebagian orang-orang yang frustasi saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Kita mestilah tahu, sebenarnya Allah sayang kepada kita. Kita janganlah terlalu mengambil beban atas cobaan dan ujian hidup yang kita hadapi. Allah sangat teliti dalam meletakkan beban ujian di pundak kita. Allah tidak akan memberikan beban yang berlebihan kepada kita jika kita tidak mampu untuk menghadapinya. Jika ada cobaan hidup dan ujian hidup yang kita dapati terasa berat, itu karena allah mengangap kita kuat, kita ambil sisi poitifnya saja dan kita mestilah mesyukurinya saja, "barang siapa yang besyukur akan kutambah nikmatku kepadamu" kalau tidak salah (QS Ibrahim (14) : 7).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Kenapa allah memilih kita untuk mendapatkan cobaan dan ujian hidup yang berat? karena Allah tahu bahwa yang akan diberikan cobaan dan ujian ini, dia dapat mengangkatnya. Dia kuat menurut allah dan pasti allah akan memberikan ganjaran yagn setimpal suatu saat nanti. Maka seharusnya kita beruntunglah dan bersyukurlah atas apa yang kita dapati ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Jika terlintas pikiran-pikiran pada diri kita " kenapa Allah aku saja yang kau berikan cobaan dan ujian seperti ini" yang lain tidak kau berikan seperti saya, tidak adil ini namanya allah. Yang lain tidak kau berikan lebih berat dari pada saya, hidupnya tidak seperti saya, mengapa harus saya menghadapinya?. Maka cepat-cepatlah kita lenayapkan pikiran negatif kita ini. Sesungguhnya beruntunglah-beruntunglah Allah memilih kita, sebab allah tahu, kitalah yang sanggup untuk memikulnya, kita punya kadar kesanggupan untuk melewatinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 13px; text-align: justify;"&gt;Sekali lagi sobat,, Ayoo kita taklukan cobaan dan ujian hidup yang kita hadapi pada diri kita, insyaallah pasti ada hikmah pada setiap kejadian yang kita alami pada hidup ini, pasti ada sisi positif pada setiap cobaan yang kita hadapi ini. Teruslah bersemangat sobat hadapi tantangan ini, hidup adalah untuk menikmati semua yang di inginkan, maka bersyukurlah dan nikmatilah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-1264041489674932305?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/1264041489674932305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/allah-berikan-cobaan-dan-ujian-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1264041489674932305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1264041489674932305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/allah-berikan-cobaan-dan-ujian-pada.html' title='Allah Berikan Cobaan dan Ujian Pada Kita Karena Kita Kuat'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sAOb2LOBR7Y/Txo0HWCGk_I/AAAAAAAAAIQ/lJLi2BZJal8/s72-c/inspiration.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-6661665490939196484</id><published>2012-01-17T09:48:00.000+08:00</published><updated>2012-01-17T09:48:16.231+08:00</updated><title type='text'>Bersegeralah Bertaubat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Definisi taubat menurut bahasa diambil dari kata “at-taubah” bentuk “isim masdar”  berarti ar-rujuu’ (kembali). Sedangkan menurut istilah, taubat adalah kembali dari kondisi jauh dari Allah swt menuju kedekatan kepada-Nya. Atau : pengakuan atas dosa, penyesalan, berhenti, dan tekad untuk tidak mengulanginya kembali di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa kita harus bertaubat?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama, karena manusia pasti berdosa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Karena dosa adalah penghalang antara kita dan Sang Kekasih (Allah swt), maka lari dari hal yang membuat kita jauh dari-Nya adalah kemestian.&lt;br /&gt;Dosa pasti membawa kehancuran cepat atau lambat, maka mereka yang berakal sehat pasti segera menjauh darinya.&lt;br /&gt;Jika ada manusia yang tidak melakukan dosa, pasti ia pernah berkeinginan untuk melakukannya. Jika ada orang yang tidak pernah berkeinginan melakukan dosa, pasti ia pernah lalai dari mengingat Allah. Jika ada orang yang tidak pernah lalai mengingat Allah, pastilah ia tidak akan mampu memberikan hak Allah sepenuhnya. Semua itu adalah kekurangan yang harus ditutupi dengan taubat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua, karena Allah swt memerintahkan kita bertaubat,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” &lt;/em&gt;At Tahrim:8&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” An Nuur:31&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang Telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” Hud:3&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga, karena Allah mencintai orang yang bertaubat,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” &lt;/em&gt;Al Baqarah:222&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat, karena Rasulullah saw senantiasa bertaubat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Padahal beliau seorang nabi yang ma’shum (terjaga dari dosa). Beliau bersabda : &lt;em&gt;“Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” &lt;/em&gt;(HR. Bukhari). Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa beliau beristighfar seratus kali dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syarat-Syarat Taubat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penyesalan dari dosa karena Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berhenti melakukannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertekad untuk tidak mengulanginya di masa datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilakukan sebelum nyawa sampai di tenggorokan ketika sakaratul maut, atau sebelum matahari terbit dari barat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika dosa berkaitan dengan sesama manusia, maka syaratnya bertambah satu: melunasi hak orang tersebut, atau meminta kerelaannya, atau memperbanyak amal kebaikan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;Dosa Kecil Menjadi Besar di Sisi Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama, jika dilakukan terus menerus,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui.” &lt;/em&gt;Ali Imran:135&lt;br /&gt;Dosa besar yang hanya dilakukan sekali lebih bisa diharapkan pengampunannya dari pada dosa kecil yang dilakukan terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua, jika seorang hamba meremehkannya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali seorang hamba menganggap besar sebuah dosa niscaya akan kecil di sisi Allah, dan setiap kali ia menganggap remeh sebuah dosa niscaya akan menjadi besar di sisi-Nya.&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud ra berkata :&lt;em&gt; “Seorang mukmin memandang dosanya bagaikan gunung yang akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan seorang pendosa menganggap dosanya seperti seekor lalat yang menclok di hidungnya, cukup diusir dengan tangannya.”&lt;/em&gt; (Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;Bilal bin Sa’ad rahimahullah berkata : &lt;em&gt;“Jangan kamu memandang kecilnya dosa, tapi lihatlah kepada siapa kamu berbuat dosa itu”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga, jika dilakukan dengan bangga atau minta dipuji, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seperti seseorang yang mengatakan : “Lihat, bagaimana hebatnya saya mempermalukan orang itu di depan umum!?” Atau seperti ucapan seorang pedagang : “Lihat, bagaimana saya bisa menipu pembeli itu!?”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat, jika seseorang melakukan dosa tanpa diketahui orang lain lalu ia menceritakannya dengan bangga kepada orang lain. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : &lt;em&gt;“Setiap ummatku selamat kecuali orang-orang yang terang-terangan berlaku dosa. Dan diantara perbuatan terang-terangan melakukan dosa ialah jika seseorang berdosa di malam hari sementara Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi hari ia merobek tirai penutup itu sambil berkata : “Hai Fulan, semalam aku melakukan ini dan itu.”&lt;/em&gt; (Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kelima, jika yang melakukannya seorang alim yang menjadi panutan. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Karena apa yang ia lakukan dicontoh oleh orang lain. Ketika ia melakukan dosa, maka ia juga mendapatkan dosa orang yang mencontohnya. Rasulullah bersabda : &lt;em&gt;“…dan barang siapa memberi contoh keburukan dalam Islam maka baginya dosa perbuatan itu dan juga dosa orang yang mencontohnya setelah itu tanpa dikurangi sedikitpun dosa itu dari pelakunya.”&lt;/em&gt; (Muslim).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Menunda-Nunda Taubat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bersegera bertaubat hanya dilakukan oleh mereka yang berakal sehat. Orang-orang yang menunda taubat ibarat seseorang yang ingin mencabut pohon yang mengganggu, namun karena merasa sulit mencabutnya ia menundanya hingga esok atau lusa, atau minggu depan, atau … tanpa ia sadari bahwa semakin hari akar pohon itu makin menghunjam di tanah, sedangkan ia semakin tua dan lemah.&lt;br /&gt;Jangan menunda-nunda taubat karena mengandalkan rahmat dan ampunan Allah swt. Orang seperti itu ibarat seorang laki-laki yang menghabiskan seluruh hartanya dengan sia-sia dan meninggalkan keluarganya dalam kefakiran, lalu ia mengharapkan harta karun datang kepadanya tanpa bekerja. Mungkin harta karun itu ada, tapi orang ini jelas kurang sehat akalnya.&lt;br /&gt;Mengapa kita dapat berpikir logis dalam masalah keduniaan namun tidak demikian dalam urusan akhirat? Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gXjuxB5TDPQ/TxTTB5-X0fI/AAAAAAAAAII/b9oKiOmyf60/s1600/berdoa_web.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="http://2.bp.blogspot.com/-gXjuxB5TDPQ/TxTTB5-X0fI/AAAAAAAAAII/b9oKiOmyf60/s400/berdoa_web.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/04/566/bersegeralah-bertaubat/#ixzz1jfxeu2Ur" style="color: #003399;"&gt;http://www.dakwatuna.com/2008/04/566/bersegeralah-bertaubat/#ixzz1jfxeu2Ur&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-6661665490939196484?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/6661665490939196484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/bersegeralah-bertaubat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6661665490939196484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6661665490939196484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/bersegeralah-bertaubat.html' title='Bersegeralah Bertaubat'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gXjuxB5TDPQ/TxTTB5-X0fI/AAAAAAAAAII/b9oKiOmyf60/s72-c/berdoa_web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-5562753033781646837</id><published>2012-01-11T17:58:00.000+08:00</published><updated>2012-01-11T17:58:08.436+08:00</updated><title type='text'>Pemilih Takalar Suka yang Religius</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;MAKASSAR, FAJAR (&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 10px; line-height: 13px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Rabu, 28 Desember 2011)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;-- Keagamaan menjadi faktor utama pemilih Takalar menentukan pilihannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;PEMILIH di Takalar ternyata tidak terlalu membutuhkan pemimpin yang menguasai bidang pendidikan dan kesehatan. Bagi sebagian besar pemilih, calon pemimpin Takalar yang diidamkan adalah pemimpin yang menguasai ilmu agama.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Demikian salah satu poin hasil survei Lembaga Penelitian dan Pengembangan Multidisiplin Ilmu (LPPM) Sulsel yang dirilis dalam konferensi pers di Kafe Rally, Makassar, Selasa 27 Desember.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;"Hasil ini juga cukup mengagetkan. Penguasaan calon pemimpin untuk bidang pendidikan justru hanya berada di posisi kedua. Pemilih lebih menginginkan pemimpin yang religius," kata Koordinator Tim Survey LPPM, Rudianto.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Dari survei yang melibatkan 350 responden itu, 72,5 persen memilih agama yang paling penting untuk dikuasai oleh kandidat. Sebanyak 43,8 persen memilih kandidat yang menguasai bidang pendidikan, dan 40,3 persen untuk penguasaan bidang ekonomi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Selain itu, survei juga menunjukkan 35 persen responden mengetahui nama calon bupati dari baliho yang dipajang di jalan-jalan. Media sosialisasi yang cukup efektif adalah tetangga sebanyak 17 persen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Untuk bakal calon Bupati Takalar yang paling populer, LPPM menempatkan H Burhanuddin diurutan pertama dengan elektabilitas 48 persen. HM Natsir Ibrahim di posisi selanjutnya dengan tingkat elektabilitas 12 persen. Disusul berturut-turut Syamsari Kitta (9 persen), HA Makmur Sadda (7 persen), H Achmad Dg Se're (3 persen) dan Amin Yakob (2 persen). Calon lainnya seperti Dahyar Daraba dan HM Jen Syarif Rifai hanya memperoleh elektabilitas di bawah 1 persen.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;"Yang menarik, ada 17 persen responden yang tidak memberikan jawaban. Bisa jadi mereka masih bingung menentukan pilihan, atau tokoh pilihan mereka tidak ada dalam survei kami. Yang kami masukkan ini adalah tokoh-tokoh yang konsisten mensosialisasikan pencalonannya," jelas Rusdianto.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Ditanya apakah ada hubungan antara tingginya pilihan masyarakat untuk kandidat yang religius dengan elektabilitas Burhanuddin di posisi pertama, Rusdianto menegaskan itu tidak ada hubungan sama sekali. "Tidak ada analisa ke situ. Belum bisa kita simpulkan bahwa Burhanuddin adalah kandidat yang religius, atau yang lain tidak religius," tambah Rusdianto.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Direktur LPPM Sulsel Bakry menambahkan, bidang pekerjaan sebagian besar responden dari pertanian. Sebagian lagi berlatar perikanan, perdagangan, pendidikan, pemerintahan, jasa dan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Laki-laki merupakan responden terbanyak, yakni 66 persen, dan perempuan sebanyak 34 persen. Survey digelar di seluruh Takalar selama 5 hari yang dimulai Senin 28 November lalu.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;"Kami meyakini bahwa 350 responden bisa mewakili sebanyak 128.000 wajib pilih di Takalar," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Dalam pengambilan sampel, LPPM Sulsel menggunakan teknik multistage random sampling dengan tingkat margin error 5 persen. Namun Bakry mengingatkan, hasil survey tersebut bisa saja berubah mengingat penyelenggaraan pemilukada Takalar masih tersisa tujuh bulan. "Hasil survey jelas masih bisa berubah. Tapi kami masih akan melakukan survey lanjutan," imbuhnya. Bakry juga menegaskan bahwa survey yang dilakukan pihaknya tidak terkait dengan kandidat siapa pun. (akb)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-5562753033781646837?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/5562753033781646837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pemilih-takalar-suka-yang-religius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/5562753033781646837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/5562753033781646837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pemilih-takalar-suka-yang-religius.html' title='Pemilih Takalar Suka yang Religius'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2966487256146920615</id><published>2012-01-11T16:37:00.000+08:00</published><updated>2012-01-11T16:37:40.904+08:00</updated><title type='text'>MUI Kecam Pencabutan 9 Perda Pelarangan Miras</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-size: 10pt; line-height: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kita menolak pencabutan karena Perda itu merupakan aspirasi daerah yang bermanfaat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-size: 10pt; line-height: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan pencabutan sembilan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pelarangan minuman beralkohol alias minuman keras (miras) oleh Kementerian Dalam Negeri. MUI menganggap Perda-perda itu sangat bermanfaat untuk masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;“Kita menolak pencabutan karena Perda-perda itu merupakan aspirasi daerah yang bermanfaat,” kata Ketua MUI, Ma’ruf Amin saat berbincang dengan VIVAnews.com, Rabu 11 Januari 2012.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-size: 10pt; line-height: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Menurut dia, jika Perda-perda itu dinyatakan bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, harusnya itu yang dievaluasi. “Bukan perda pelarangan mirasnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Selain itu, tambah dia, Perda-perda itu bisa mencegah berbagai kerusakan dan kejahatan yang timbul akibat minuman keras. “Pencabutan itu tindakan yang sangat berlawanan dengan aspirasi masyarakat yang dituangkan melalui Perda,” ujar dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Ma’ruf Amin mengatakan miras tidak hanya merugikan masyarakat yang mayoritas Islam saja. Namun minuman beralkohol itu juga merusak masyarakat secara umum. “Miras itu harusnya dilarang, kalau ada pengecuali itu hanya di termpat-tempat tertentu saja,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Sebelumnya, Juru Bicara Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengatakan sebanyak 351 Perda dicabut selama 2011 karena dinilai bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Sembilan diantaranya dinilai bertentangan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;“Pencabutan beberapa Perda itu karena melanggar aturan yang lebih tinggi dan itu sudah sesuai ketentuan,” ujar juru bicara Kemdagri Reydonnyzar Moenek, Senin malam 9 Januari 2012.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Namun, Mendagri Gamawan Fauzi membantah telah mencabut Perda yang mengatur minuman keras di daerah. Dia mengatakan yang dilakukan Kemendagri, hanya mengevaluasi dan verifikasi Peraturan Daerah agar merujuk pada Undang-undang yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;“Kami memberikan masukan kepada daerah yang membuat Perda itu supaya merujuk kepada Undang-undang yang lebih tinggi dan jangan melanggar Undang-undang yang lebih tinggi,” kata Gamawan di kantornya, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, 10 Januari 2012.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Berikut 9 Perda Pelarangan Minuman Keras yang diklarifikasi Kemendagri:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;1. Perda Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan, Pengedaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Perda Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Perda Kabupaten Indramayu Nomor 15 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Perda Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;5. Perda Banjarmasin Nomor 6 Tahun 2007 tentang Larangan Memproduksi, Memiliki, Mengedarkan, Menjual, Menyimpan, Membawa, Mempromosikan, dan Mengonsumsi Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;6. Perda Kota Balikpapan Nomor 16 Tahun 2000 tentang Larangan Pengawasan, serta Penertiban Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;7. Perda Kota Sorong Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pengaturan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;8. Perda Kabupaten Manokwari Nomor 5 Tahun 2006 tentang Larangan Pemasukan, Penyimpanan, Pengedaran dan Penjualan, serta Memproduksi Minuman Beralkohol.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;9. Perda Kabupaten Maros Nomor 9 Tahun 2001 tentang Larangan Pengedaran, Memproduksi, Mengonsumsi Minuman Keras Beralkohol, Narkotika, dan Obat Psikotropika. ( VIVAnews; Rabu, 11 Januari 2012, 09:31 WIB)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2966487256146920615?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2966487256146920615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/mui-kecam-pencabutan-9-perda-pelarangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2966487256146920615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2966487256146920615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/mui-kecam-pencabutan-9-perda-pelarangan.html' title='MUI Kecam Pencabutan 9 Perda Pelarangan Miras'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7921511960983998568</id><published>2012-01-11T14:01:00.000+08:00</published><updated>2012-01-11T14:01:04.085+08:00</updated><title type='text'>Generasi Pembelajar</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uMVX37TXzFU/Tw0lAo5vaDI/AAAAAAAAAIA/X_QRlKt4D-M/s1600/learning1_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://3.bp.blogspot.com/-uMVX37TXzFU/Tw0lAo5vaDI/AAAAAAAAAIA/X_QRlKt4D-M/s400/learning1_1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Jadwal Harian&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;li&gt;Selesai Subuh sampai terbitnya matahari&amp;nbsp;:&amp;nbsp;Menghafal lima ayat Al-Qur’an, satu hadist, dan kesimpulan ringkas dari&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp;&lt;i&gt;matn&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari terbitnya matahari hingga waktu dzuhur : belajar formal, pergi ke kantor, bekerja, atau berdagang, dan sempatkan diri untuk sholat Dhuha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selesai Dzuhur : membaca sejarah, sastra, berita,&amp;nbsp;&lt;b&gt;online&lt;/b&gt;, makan, dan tidur siang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selesai Ashar :Membaca buku-buku kitab, Tafsir, Fiqh, Risalah-risalah, Shiroh Nabi dan sahabat, dan sebagainya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selesai Magrib :&amp;nbsp;mengulang hafalan Qur’an, hadist, dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;matn&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selesai Isya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : mengulang pelajaran dari sekolah, mengerjakan tugas kuliah ataupun kantor, Menulis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makan malam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan lupa sebelum tidur, sempatkan diri untuk Sholat Witir tiga raka’at&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Instropeksi Diri dalam sehari, hal-hal apa yang telah dilakukan, melakukan kesalahan apa saja, ibadah apa yang terlailaikan dan sebagainya. (Kalau bisa di catat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Istighfar 3x, berniat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamdalah 3x, bersyukur akan Ni’mat hari yang telah di berikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Targetkan aktivitas besoknya, tancapkan dalam hati dan katakan Allahu Akbar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Niatkan bangun di sepertiga malam terakhir dan tidur&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Jadwal pekanan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;li&gt;Sempatkan puasa Sunnah minimal sepekan sekali, missal hari Senin atau Kamis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehari dalam sepekan untuk bersilahturrahim kepada kerabat, sahabat ataupun tetangga, missal hari Rabu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Porsikan waktu khusus untuk keluarga, missal Hari Ahad&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari Jum’at untuk mengahayati Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a, Sholat sunnah, perbanyak shalawat kepada Rasulullah, waktu untuk sedekah, instropeksi diri dalam sepekan, dan menata kembali harapan-harapan. (Lebih baik di catat)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Jadwal Bulanan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;li&gt;Puasa sunnah Ayyamul bidh tiga hari, di pertengahan bulan hijriyyah, tgl 13,14 dan 15&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada hari tertentu dalam sebulan, sempatkan untuk I’tikaf di Masjid (For Ikhwan, Kalau akhwat cukup di rumah aja, atau bersama pasangannya). Gunakan moment ini sebagai instropeksi Diri dalam sebulan, mengumpulkan catatan-catatan instropeksi harian, dan muhasabah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbaiki planning yang sempat gagal, buang segala ketidak mungkinan, ambil langkah pasti kedepan, mulailah dengan segala hal yang di anggap mudah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Hiburan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Hiburan bagi seorang pembelajar, adalah hiburan yang baik, yang tetap menjaga nilai-nilai syar’i, sehingga ilmu lebih mudah untuk masuk.,&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;li&gt;Lebih baik dengerin Murrotal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Variasikan dengan lagu-lagu islami jika merasa jenuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hati-hati menonton TV, pada iklan-iklan sabun, atau perawatan kecantikan, yang lebih pada mengumbar aurat, (jaga pandangan bung… :D) , atau lebih baik gak usah Nonton TV. ^_^&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaga pandangan bukan hanya pada akhwat dan di tempat umum saja, di tempat pribadi, bahkan ketika sendiri (hati-hati, setan selalu menemani hihihihi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Porsi waktu&amp;nbsp;&lt;b&gt;Online&lt;/b&gt;&amp;nbsp;jangan berlebihan. Gunakan fasilitas semaksimal mungkin untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;NB :&lt;/div&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;li&gt;Referensi :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Menjadi Pembelajar Berprestasi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;–&amp;nbsp;&lt;b&gt;DR. ‘Aidh Al-Qarni&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ini untuk menasehati diri sendiri dalam menggunakan waktu, jika bermanfaat silahkan di share dan di sesuaikan dengan kondisi pribadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semoga bermanfaat dan kita dapat mengamalkannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #666666; font-family: Tahoma, Arial; font-size: 12px; line-height: 18px; padding-bottom: 15px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7921511960983998568?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7921511960983998568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/generasi-pembelajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7921511960983998568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7921511960983998568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/generasi-pembelajar.html' title='Generasi Pembelajar'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-uMVX37TXzFU/Tw0lAo5vaDI/AAAAAAAAAIA/X_QRlKt4D-M/s72-c/learning1_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-1208804775604919054</id><published>2012-01-01T14:31:00.001+08:00</published><updated>2012-01-01T14:31:57.948+08:00</updated><title type='text'>Pergantian Waktu (Hari, Bulan dan Tahun)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: x-large;"&gt;Waktu berganti waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Sesungguhnya perkara tersebut merupakan perkara yang normal dalam sejarah kehidupan manusia, setiap orang akan melaluinya. Namun hal yang terpenting dalam setiap pergantian tersebut adalah bagaimana kita bisa memaknainya dalam rangka semakin meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Bahwa hari ini kita harus bisa lebih baik dari hari kemarin, bulan ini kita harus lebih baik dari bulan kemarin dan tentu tahun ini kita harus lebih baik dari tahun kemarin. Oleh sebab itu, marilah kita memuhasabah sejarah perjalanan hidup kita dalam rentang waktu yang kita lewati, melakukan evaluasi setahun kemarin dan membangun planning untuk tahun depan. Berusaha secara konsisten dan sabar menjalaninya, sungguh dalam setiap waktu yang kita lewati memang secara duniawi umur kita bertambah tetapi secara akhirat pada hakekatnya umur kita semakin berkurang. Umur itu ibarat modal yang harus kita manfaatkan dengan baik agar dapat memperoleh keberuntungan di akhirat nanti ketika umur itu tlah habis dan malaikat sakaratul maut datang menjemput kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: x-large;"&gt;KEEp ISTIQOMAH ...........&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-1208804775604919054?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/1208804775604919054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pergantian-waktu-hari-bulan-dan-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1208804775604919054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1208804775604919054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pergantian-waktu-hari-bulan-dan-tahun.html' title='Pergantian Waktu (Hari, Bulan dan Tahun)'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-4014354305391784859</id><published>2012-01-01T14:13:00.000+08:00</published><updated>2012-01-01T14:13:23.072+08:00</updated><title type='text'>Pentingnya Muru'ah bagi Pengemban Dakwah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Iz_0wYDYZ7E/Tv_1hZUteVI/AAAAAAAAAH4/CT04YrYAm0A/s1600/ustadz-muhammad-arifin-ilham.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-Iz_0wYDYZ7E/Tv_1hZUteVI/AAAAAAAAAH4/CT04YrYAm0A/s320/ustadz-muhammad-arifin-ilham.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini ada sebuah pelajaran yang berarti bagiku dalam proses pencitraan sebagai seorang pengemban dakwah di tengah-tengah masyarakat yakni pentingnya sifat muru'ah (menjaga kehormatan/kewibawaan) sebagai seorang pengemban dakwah. Hari ini, tepatnya ahad/01 Januari 2012 ada sebuah tatapan mata sinis yang mengarah kepadaku ketika melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat setelah sholat dhuhur, tatapan sinis dari bapak RW tersebut seakan menjadi sebuah tatapan sinis yang penuh makna dan kritikan bagi diriku. Pasalnya saat itu aku datang menunaikan sholat dhuhur secara berjamaah tanpa menggunakan songkok, sementara disisi lain rambutku sudah mulai agak panjang. Tatapan sinis yang penuh kritikan tersebut membuatku kembali berfikir akan pentingnya sifat muru'ah (menjaga kehormatan) bagi seorang pengemban dakwah. Memang, tidak tepat mengukur kepribadian seseorang berdasarkan penampakan fisiknya, termasuk pula pakaian yang dikenakannya. Mengingat unsur pembentuk kepribadian adalah pola pikir dan pola sikap. Namun dalam konteks ini, kita tidak sedang berbicara kepada makna kepribadian itu sendiri, mengingat masih banyak cara berfikir di dalam masyarakat yang bersifat dangkal. Tetapi kita berbicara mengenai eksistensi kita sebagai seorang pengemban dakwah yang hendak meraih kepercayaan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat muru'ah ini memang sangat penting bagi seorang pengemban dakwah karena hanya dengan sifat ini maka perkataan dan dakwah yang dilaksanakannya akan memperoleh tempat dihati masyarakat, sifat muru'ah yang menghiasi diri pengemban dakwah menjadikannya sosok terpercaya. Memang untuk ukuran lingkungan tempat tinggalku, saya belum sepenuhnya mampu menjadi sosok pengemban dakwah yang ideal. Hal itu disebabkan karena lingkungan tersebut membuatku terasa sulit untuk berubah mengingat sejak kecil aku tinggal ditempat tersebut hingga dewasa. tetapi bagaimana pun harus dilakukan upaya penimbulan citra di dalam diri ini agar dapat menjadi sosok pengemban dakwah yang ideal di lingkungan tempat tinggal, setidaknya secara perlahan demi perlahan usaha tersebut ditempuh dan salah satunya adalah berusaha membangun sikap muru'ah bahwa kita ini adalah seorang pengemban dakwah yang sudah mulai berproses, bukan anak kecil lagi sebagaimana masa-masa yang telah dilewati di kampung tempat tinggal tersebut. Hal ini memang membutuhkan proses untuk membangun pencitraan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moment yang aku alami sewaktu sholat dhuhur tersebut menjadi sebuah sindiran halus bagiku, bahwa jika kita ingin membangun sifat muru'ah di dalam diri adalah dengan menggunakan songkok dan sarung ketika hendak melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Di sisi lain juga secara perlahan demi perlahan mengembankan sifat muru'ah lainnya agar kita dapat memperoleh kepercayaan di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, sifat muru'ah sangat penting bagi seorang pengemban dakwah, utamanya bagi mereka yang berkeinginan untuk menegakkan Syariah dan Khilafah. Hal tersebut lumrah karena bagaimana mungkin kita bercita-cita ingin menegakkan syariah dan khilafah, sementara kita tidak dapat memimpin dan meraih kepercayaan umat. Kepercayaan umat adalah modal dasar bagi proses perubahan untuk dapat menggiring dan mengarahkan mereka pada langkah perjuangan ini. Maka, sejak saat ini harus aku ikrarkan bahwa saya tidak akan pergi melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid lingkungan tempat tinggal saya, kecuali dalam kondisi yang lengkap yakni menggunakan pakaian dan celana yang rapi dan bersih, sedapat mungkin juga menggunakan sarung, serta tentu yang tidak boleh terlupakan adalah harus memakai songkok/kopiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMA KASIH ATAS TATAPAN SINIS YANG MEMBERIKAN KRITIK ITU.&lt;br /&gt;"Allah Maha Indah dan Sangat Menyukai Keindahan"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-4014354305391784859?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/4014354305391784859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pentingnya-muruah-bagi-pengemban-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4014354305391784859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4014354305391784859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/pentingnya-muruah-bagi-pengemban-dakwah.html' title='Pentingnya Muru&apos;ah bagi Pengemban Dakwah'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Iz_0wYDYZ7E/Tv_1hZUteVI/AAAAAAAAAH4/CT04YrYAm0A/s72-c/ustadz-muhammad-arifin-ilham.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-3169438734133681202</id><published>2012-01-01T12:07:00.000+08:00</published><updated>2012-01-01T12:07:11.768+08:00</updated><title type='text'>KESETRUM (SENGATAN LISTRIK)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Pagi menjelang siang ini di dekat rumah terjadi kejadian kesetrum, ada dua orang yang sedang memperbaiki atap rumah yang mereka tinggali disebabkan karena musim hujan, mungkin karena kebocoran atap maka mereka memutuskan untuk naik ketas atap memperbaiki atap yang bocor. Walhasil, ketika mereka sedang memperbaiki atap maka akhirnya mereka tersengat oleh aliran listrik. Mungkin belum banyak yang mengetahui tentang proses terjadinya sengatan listrik tersebut. Oleh karena itu, saya merasa tertarik untuk membahasnya dalam uraian ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;APA ITU KESETRUM ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kesetrum atau dalam bahasa ilmiah disebut sengatan listrik (&lt;em&gt;electric shock)&amp;nbsp;&lt;/em&gt;adalah sebuah fenomena dalam kehidupan. Secara sederhana kesetrum dapat dikatakan sebagai suatu proses terjadinya arus listrik dari luar ke tubuh. &amp;nbsp;Sengatan listrik dapat terjadi karena kontak dari tubuh manusia dengan sumber tegangan yang cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan arus melalui otot atau rambut. Ketika tersengat lsitrik, terdapat beda potensial (arus dari potensial tinggi ke rendah) sehingga muncul tegangan listrik &amp;nbsp;antara tubuh dan lingkungan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Seperti yang diketahui, bahwa bumi atau tanah memiliki potensial yang rendah. Hal ini akan menyebabkan listrik akan selalu mencoba mengalir ke bumi dari sumber tegangan melalui konektor. Maka dalam kasus kesetrum, manusia berlaku sebagai konektor atau konduktor karena pada tubuh manusia komponen air lah yang paling besar presentasenya. Semakin basah atau lembab kulit manusia maka hambatan listrik kulit makin kecil sehingga akan makin mudah terjadi setrum sehingga arus listrik makin mudah mengalir.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;MENGAPA KESETRUM ITU BISA BERBAHAYA ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Listrik memerlukan path lengkap (circuit) agar dapat terus mengalir. Hal ini yang menyebabkan kejutan / kesetrum diterima dari listrik statis hanya sesaat. Aliran elektron perlu waktu singkat ketika&amp;nbsp;&lt;em&gt;static charge&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang ada sama antara dua benda. Kesetrum yang terjadi karena &amp;nbsp;&lt;em&gt;self-limited duration&lt;/em&gt;&amp;nbsp;seperti ini jarang menimbulkan bahaya. Tanpa adanya kontak antar dua titik di tubuh untuk masuk dan keluar tidak akan ada bahaya kesetrum/kejutan. Maka dari itu mengapa burung dapat beristirahat di tegangan listrik tinggi tanpa mendapatkan&amp;nbsp;&lt;em&gt;shocked&lt;/em&gt;&amp;nbsp;karena mereka melakukan kontak dengan sirkuit di hanya satu titik. Akan tetapi tidak seperti burung, biasanya orang-orang yang berdiri di atas tanah saat menyentuh sumber tegangan tetap mengalami setrum. Hal ini dikarenakan sering kali, satu sisi dari daya sistem tidak sengaja tersambung ke round/ bumi, sehingga orang yang menyentuh satu sumber tegangan sebenarnya membuat kontak antara dua titik di sirkuit (sumber tegangan dan bumi).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="000563" class="alignnone size-medium wp-image-29" height="151" src="http://arsvida.files.wordpress.com/2009/02/000563.png?w=300&amp;amp;h=151" title="000563" width="300" /&gt;&lt;img alt="00061" class="alignnone size-medium wp-image-28" height="157" src="http://arsvida.files.wordpress.com/2009/02/00061.png?w=300&amp;amp;h=157" title="00061" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Kesetrum dapat digambarkan sebagai akibat dari tegangan kejut (&lt;em&gt;surge voltage&lt;/em&gt;) yang mengenai&amp;nbsp; tubuh manusia. Terutama tegangan kejut yang bertegangan besar. Walaupun tegangan PLN 110/220V AC, tetapi tegangan seperti ini tetap dapat menyebabkan bahaya apabila tersentuh anggota tubuh seseorang. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa kesetrum berbahaya karena tubuh manusia berlaku sebagai konduktor, padahal kapasitas dalam tubuh tidak sesuai dengan arus yang mengalir sehingga dapat mengganggu kerja tubuh. Dalam tubuh manusia terdapat listrik tegangan rendah yang mengalir (misalnya pada saraf, gerakan jantung, dll) sehingga bisa mengakibatkan kerja tubuh menjadi tidak sesuai karena ada gangguan aliran listrik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Arus minimum yang dapat dirasakan oleh manusia besarnya sekitar 1 miliampere (mA). Arus yang tingi dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau&amp;nbsp;&lt;a href="http://74.125.79.102/translate_c?hl=id&amp;amp;sl=en&amp;amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Fibrillation&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Delectric%2Bshock%26hl%3Did%26sa%3DG&amp;amp;usg=ALkJrhibmBl3txYLt0DQgWSQu48h38e_5g" style="color: #4d4646; font-weight: bold; text-decoration: none;" title="Fibrilasi"&gt;fibrilasi&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;em&gt;muscle contraction&lt;/em&gt;,&amp;nbsp;&lt;em&gt;tissue burns&lt;/em&gt;. Selain itu juga dapat menyebabkan gangguan saraf dengan kontrol, terutama pada jantung. Bahkan terdapat sengatan listrik yang dapat menyebabkan kematian (&lt;em&gt;electrocution)&lt;/em&gt;. Secara umum, arus yang mendekati 100 mA dapat mematikan jika arus tersebut melewati bagian sensitif dari tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ADAKAH BATASAN ARUS YANG AMAN KETIKA KESETRUM?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Persepsi mengenai tersengat aliran listrik itu bias berbeda-beda, tergantung dari tegangan, durasi, arus, frekuensi, dsb. Besarnya arus dan arah arus yang melewati tubuh akan sangat mempengaruhi efek arus tersebut terhadap tubuh terutama ketika melewati organ-organ vital tubuh. Umumnya, arus yang mendekati 100 mA akan berbahaya atau bahkan mematikan.&lt;/div&gt;&lt;ul class="unIndentedList" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; display: block; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Arus akan berbahaya jika arus yang melewati tubuh memiliki ambang sekitar 5 sampai 10 mA (milliampere) untuk tegangan DC di 60 Hz&lt;/li&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; display: block; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Arus akan berbahaya jika arus yang melewati tubuh memiliki ambang sekitar 1 sampai 10 mA untuk AC di 60 Hz&lt;/li&gt;&lt;li style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; display: block; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;Shock&lt;/em&gt;&amp;nbsp;berkurang dengan adanya peningkatkan frekuensi, dan pada akhirnya akan menghilang pada frekuensi di atas 15-20 kHz.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Semakin kecil resistor yang terkandung di dalam tubuh manusia semakin mudah arus listrik mengalir sehingga semakin mudah kesetrum. Umumnya besarnya resistor yang terdapat di dalam tubuh adalah 1500 ohm. Maka jika kurang dari nilai tersebut akan semakin mudahtersengat listrik.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Durasi ketika kita kesetrum atau tersengat listrik akan sangat mempengaruhi efeknya terhadap tubuh.&amp;nbsp; Semakin lama arus mengalir melewati bagian tubuh maka semakin besar resiko terhadap tubuh kita. Terutama jantung.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;img alt="shock3" class="size-medium wp-image-25 alignright" height="300" src="http://arsvida.files.wordpress.com/2009/02/shock3.jpg?w=285&amp;amp;h=300" style="float: right; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;" title="shock3" width="285" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;APAKAH ADA PERBEDAAN TERSENGAT ARUS AC / DC ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Efek kaget biasanya terjadi karena ada tegangan yang tinggi namun tidak berarus besar. Akan tetapi bila menyebabkan kematian atau efek serius lainnya biasanya karena tegangan tinggi dan arus besar .&amp;nbsp; Tersengat arus DC atau AC Arus AC (alternating current) merupakan arus yang bolak-balik sedangkan arus DC (direct current) merupakan arus yang searah. Sebenarnya baik AC maupun DC dapat mengalirkan aliran listrik dan tentunya dapat membuat seseorang tersengat aliran listrik yang membedakan hanyalah&amp;nbsp; seberapa besarnya. Apakah tegangannya tinggi dan arusnya besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;AC akan mempengaruhi tubuh sangat tergantung pada tingkat frekuensinya. Frekuensi rendah (50 – to 60-Hz) AC biasanya digunakan pada rumah tangga. AC yang dapat lebih berbahayaadalah AC dengan frekuensi tinggi dan 3 sampai 5 kali lebih berbahaya daripada DC dengan tegangan dan amperage sama. Frekuensi rendah AC menyebabkan kontraksi otot yang panjang (&lt;em&gt;tetany&lt;/em&gt;)yang dapat membuat tangan kaku. Sedangkan DC biasanya menyebabkan adanya kejang / kontraksi, yang sering memaksa korban menjauhi dari sumber. Menurut sumber, tegangan pada DC=1,4 tegangan pada AC. Untuk besar hambatan yang sama, dan arus yang besar, maka, akan lebih berbahaya tegangan 100 V DC dibanding 100 V AC.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tetany&lt;/em&gt;&amp;nbsp;adalah kondisi dimana terjadi involuntarily otot karena ada petikan dari luar arus listrik melalui badan. Ketika involuntary kontraksi otot mengendalikan jari menyebabkan seorang korban untuk tidak dapat melepaskan dari sebuah konduktor&amp;nbsp;&lt;em&gt;energized&lt;/em&gt;, maka korban tersebut dikatakan “frozen”. Arus searah (DC) lebih cenderung menyebabkan otot mengalami&amp;nbsp;&lt;em&gt;tetany&lt;/em&gt;dibandingkan alternating current (AC). Sehingga DC lebih cenderung menyebabkan “frozen” pada korban ketika kesetrum. Namun, AC lebih cenderung menyebabkan korban fibrillate ke jantung, yang merupakan kondisi yang lebih berbahaya bagi korban setelah kesetrum dihentikan.&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; text-align: justify;"&gt;Jadi pada intinya tersengat listrik dari sumber AC maupun DC tetap sama-sama berbahaya, yang mungkin berbeda adalah besar tegangan, frekuensi , arus, dan yang paling penting adalah&amp;nbsp; efeknya terhadap otot dan tubuh kita maka dari itu harus dicegah sebisa mungkin.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-3169438734133681202?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/3169438734133681202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/kesetrum-sengatan-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/3169438734133681202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/3169438734133681202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2012/01/kesetrum-sengatan-listrik.html' title='KESETRUM (SENGATAN LISTRIK)'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7126380708725855740</id><published>2011-12-31T17:58:00.000+08:00</published><updated>2011-12-31T17:58:51.031+08:00</updated><title type='text'>Waktunye cuci otak brada !!!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3_Qr_A6lvJY/Tv7Wek9h9sI/AAAAAAAAAHs/XI5nc_P-vbc/s1600/byb-brain-dreamstime_25691071.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-3_Qr_A6lvJY/Tv7Wek9h9sI/AAAAAAAAAHs/XI5nc_P-vbc/s200/byb-brain-dreamstime_25691071.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk sebagian besar dari  kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal  tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat  sisi baik dari kejadian tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berpikiran negatif tidak  membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan  berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak  berujung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setidaknya terdapat sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai  berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Hidup di saat ini.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memikirkan masa lalu atau  masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik  karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam  apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa  kini yang dapat kita kontrol.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Katakan hal positif pada  diri sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Katakan pada diri Anda bahwa  Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama,  mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu,  tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda  tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Percaya pada kekuatan  pikiran positif&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Anda berpikir positif,  hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan.  Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda.  Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau  pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun  usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan berdiam diri.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telusuri apa yang membuat  Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak  bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan  menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk.  Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan  kembali maju.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Fokus pada hal-hal  positif.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika kita sedang sedang  berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih  berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur.  Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi  pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar  hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'.  Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah  pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai  merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Bergeraklah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berolahraga melepaskan  endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu  sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas  fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down,  aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Hadapi rasa takutmu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perasaan negatif muncul dari  rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam  diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah  bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut  menghentikan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8. Coba hal-hal baru&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mencoba hal-hal baru juga  dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda  membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'.  Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan  berguna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9. Ubah cara pandang&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika sesuatu tidak berjalan  dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih  positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan  terdapat tantangan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7126380708725855740?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7126380708725855740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/waktunye-cuci-otak-brada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7126380708725855740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7126380708725855740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/waktunye-cuci-otak-brada.html' title='Waktunye cuci otak brada !!!'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3_Qr_A6lvJY/Tv7Wek9h9sI/AAAAAAAAAHs/XI5nc_P-vbc/s72-c/byb-brain-dreamstime_25691071.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7780505493077711420</id><published>2011-12-31T16:38:00.000+08:00</published><updated>2011-12-31T16:38:15.050+08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Cara Menumbuhkan Percaya Diri Setiap Hari</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fVnSY1gar9I/Tv7JKI4HquI/AAAAAAAAAHg/mk7--ziExMM/s1600/percaya-diri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="http://4.bp.blogspot.com/-fVnSY1gar9I/Tv7JKI4HquI/AAAAAAAAAHg/mk7--ziExMM/s400/percaya-diri.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anda tampil tidak percaya diri? Merasa deg-degan atau takut saat hendak berbicara di muka umum atau ketika hendak melakukan sesuatu?&lt;br /&gt;Tenang. Anda bukan satu-satunya yang mengalami masalah seperti ini. Banyak orang lain di luar sana yang juga tidak pede alias mengalami krisis percaya diri. Asal anda mau belajar percaya diri, di waktu berikutnya saya jamin anda akan tampil berbeda: &lt;strong&gt;menjadi orang yang lebih percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda mau tahu bagaimana cara percaya diri?&lt;br /&gt;&lt;span id="more-3054"&gt;&lt;/span&gt;Pertama sekali anda perlu mengerti mengapa percaya diri penting. Mungkin di antara anda sudah ada yang tahu apa manfaat percaya diri, tapi sebagian dari anda mungkin belum. Namun saya yakin anda semua merasakan betapa tersiksanya saat menjadi orang yang tidak percaya diri. Anda mengisi hidup anda dengan tidak mengenakkan. Mungkin anda mengerjakan pekerjaan yang tidak anda sukai karena anda tidak cukup percaya diri untuk menolak pekerjaan itu. Karena kurang percaya diri juga, anda mungkin sulit untuk memperbaiki hubungan yang buruk dengan rekan kerja anda. Tanpa memiliki cukup percaya diri, anda juga tidak berani memantapkan jalan meraih impian anda&lt;br /&gt;Kalau anda seorang pemimpin, tanpa rasa percaya diri memadai, akan membuat anda terlihat kurang berwibawa di hadapan anak buah anda. Yang lebih berbahaya, bisa-bisa juga anda keliru dalam membuat keputusan.&lt;br /&gt;Anda tentu tidak ingin semua hal di atas terjadi pada anda kan?&lt;br /&gt;Syukurlah kalau sekarang anda mulai menyadari betapa sangat penting memiliki rasa percaya diri. Berita baiknya bagi anda adalah tidak ada seorang pun yang begitu lahir langsung menjadi orang yang percaya diri. Percaya diri merupakan suatu kemampuan yang dikembangkan.&lt;br /&gt;Sehingga kalau anda lihat seseorang yang menurut anda sangat percaya diri, mereka sebetulnya juga tidak langsung seperti itu. Mereka melatih rasa percaya diri sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;Berikut trik dan tips yang bisa anda gunakan untuk melatih rasa percaya diri anda.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Rapikan diri anda.&lt;/strong&gt; Mungkin anda beralasan bahwa anda bukan orang yang rapi. Sehingga apa yang anda tampilkan pun jauh dari kerapian. Padahal bila anda tampil rapi, anda akan lebih percaya diri. Silakan coba dan rasakan peningkatan rasa percaya diri terjadi pada anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Rasakan situasi positif.&lt;/strong&gt; Dimana pun anda, coba rasakan situasi positif di tempat tersebut. Rasakan bahwa orang-orang di sekeliling anda menyambut baik anda, lingkungan juga tersenyum pada anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pelihara &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2009/01/11/pentingnya-mental-positif-dalam-bisnis-internet/" style="color: black;" target="_blank" title="Pentingnya Mental Positif dalam Bisnis Internet"&gt;mental positif&lt;/a&gt;.&lt;/strong&gt; Bahwa apa yang anda lakukan akan berjalan dengan baik dan anda juga akan baik-baik saja. Fokus pada sisi positif akan membuat anda percaya diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kurangi bilang “tapi”.&lt;/strong&gt; Mungkin anda sering mengatakan kata tersebut. Misal anda mengatakan “ingin sukses, tapi saya hanya orang biasa.” “anda ingin kaya tapi tidak bisa ini itu dan sebagainya.”&lt;br /&gt;Sebaiknya mulai sekarang kurangi mengatakan kata “tapi”. Kata “tapi” membuat anda yang semula hendak maju, kembali mundur. “Tapi” membuat anda terbiasa membuat alasan dan tidak melakukan ACTION!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Temukan apa yang anda takutkan dan ACTION-kan.&lt;/strong&gt; Kalau anda takut berbicara di muka umum, ACTIONKAN itu. Kalau anda takut menatap wajah orang lain, lakukan itu. Temukan apa yang anda takutkan, dan ACTIONKAN!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan menunda.&lt;/strong&gt; Penundaan menimbulkan ketakutan. Semakin sering anda menunda, ketakutan itu akan kian menggumpal dan pikiran anda mulai &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/28/bagaimana-melumpuhkan-penyakit-suka-menunda-pekerjaan/" target="_blank" title="Bagaimana Melumpuhkan Penyakit Suka Menunda Pekerjaan"&gt;mencari-cari alasan bahwa penundaan yang anda lakukan itu benar&lt;/a&gt;.&amp;nbsp; Padahal, semakin lama anda menunda berarti semakin lama anda membiarkan diri anda tidak meningkatkan kualitas diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ingat momen ketika anda merasa begitu percaya diri.&lt;/strong&gt; Coba ingat-ingat kapan anda merasa begitu percaya diri sehingga tangan anda tidak gemetaran dan tidak ada keringat dingin mengucur dari kening anda? Saat itu anda bicara dengan lancar dan lawan bicara anda bisa merasakan rasa percaya diri anda.&lt;br /&gt;Ingat momen tersebut setiap kali anda merasa didera kehilangan percaya diri. Rasa percaya diri anda akan tumbuh dengan seketika.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/20/awas-penyakit-perfeksionis/" style="color: black;" target="_blank" title="Awas Penyakit Perfeksionis! "&gt;Awas penyakit perfeksionis&lt;/a&gt;.&lt;/strong&gt; Mencari kesempurnaan selain menyita banyak energi dan waktu, juga bisa mengikis habis rasa percaya diri. Sebab, misal saat anda mengerjakan suatu pekerjaan yang menurut anda tidak kunjung seperti harapan, lambat laun anda akan meragukan kemampuan diri anda.&lt;br /&gt;Hindari mencari kesempurnaan. Yang penting lakukan ACTION yang terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Lakukan ACTION dengan penuh percaya diri.&lt;/strong&gt; Agar anda percaya diri, anda harus melakukan ACTION dengan percaya diri. Ketidakpercayaan diri seseorang bisa dilihat dari ACTION-nya.&lt;br /&gt;Demikian pula sebaliknya. Ketika anda bertindak penuh percaya diri, orang-orang akan menilai anda sebagai orang yang percaya diri. ACTION yang penuh percaya diri akan membuat anda bertambah percaya diri.&lt;br /&gt;Apa saja tindakan sederhana yang sering dilakukan agar anda terlihat percaya diri? Duduklah dengan tegak, lakukan kontak mata, bicara jelas, kemukakan pendapat anda, dan tersenyumlah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/24/bagaimana-mencapai-tujuan-hidup-anda-secara-benar-dan-menyenangkan/" target="_blank" title="Bagaimana Mencapai Tujuan Hidup Anda secara Benar dan Menyenangkan"&gt;Tujuan hidup&lt;/a&gt; setiap orang di dunia ini pastilah untuk menjadi lebih baik. Lebih baik dari kemarin, lebih baik dari bulan lalu atau tahun kemarin. Cara yang baik untuk menjadi lebih baik adalah dengan meningkatkan apa yang sudah bisa anda kerjakan; atau membuat bisa apa yang belum anda bisa lakukan selama ini. Apa yang belum anda bisa lakukan, jadikan itu sebagai tantangan, lalu ACTION-kan sehingga menjadi sebuah pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri anda menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Percaya diri merupakan salah satu &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/25/affiliate-program-kunci-sukses-bisnis-internet/" target="_blank" title="Affiliate Program: Kunci Sukses Bisnis Internet "&gt;kunci sukses&lt;/a&gt; dalam hidup. Banyak orang sukses memiliki rasa percaya diri yang baik.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tidak ada jalan pintas untuk tampil percaya diri. Satu-satunya jalan adalah melakukan ACTION untuk melatih tampil percaya diri dari hari ke hari.&lt;/blockquote&gt;Salam ACTION!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7780505493077711420?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7780505493077711420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/bagaimana-cara-menumbuhkan-percaya-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7780505493077711420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7780505493077711420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/bagaimana-cara-menumbuhkan-percaya-diri.html' title='Bagaimana Cara Menumbuhkan Percaya Diri Setiap Hari'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fVnSY1gar9I/Tv7JKI4HquI/AAAAAAAAAHg/mk7--ziExMM/s72-c/percaya-diri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-3538696643063066976</id><published>2011-12-23T22:48:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T22:48:28.174+08:00</updated><title type='text'>367 Kasus Politik Uang Terjadi Selama Pilkada 2011</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat setidaknya terjadi 367 kasus politik uang pada pemilihan kepala daerah selama 2011. "Ini yang tercatat, banyak juga kasus yang tidak dilaporkan yang tidak kami ketahui," kata anggota Badan Pengawas Pemilu Wirdyaningsih pada konferensi pers laporan akhir tahun Bawaslu di Jakarta, Senin (20/12).&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Ia mengatakan, angka itu diperoleh berdasarkan laporan dari 58 panitia pengawas pemilihan kepala daerah dari 80 panitia pengawas pemilihan kepala daerah yang diundang Bawaslu. Dalam laporan tersebut, kasus politik uang terbanyak terutama terjadi pada Pilkada Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan 48 kasus, Kabupaten Nunukan (Kalimantan Timur) dengan 37 kasus, dan Kabupaten Tanjung Jabur Timur (Jambi) dengan 33 kasus.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Modus politik uang yang terjadi berupa bujukan untuk memilih calon tertentu dengan imbalan uang antara Rp20 ribu hingga Rp5 juta. Selain itu, juga terdapat modus politik uang yang dilakukan dengan memberikan barang seperti hadiah, pakaian, dan bahan makanan pokok misalnya minyak goreng, gula pasir dan mi instan.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Pelaku pelanggaran politik uang di antaranya adalah tim sukses calon kepala daerah, warga yang tidak jelas namun berkaitan dengan tim sukses atau pasangan calon, pemuka masayarakat seperti kepala desa, ketua RT/RW, pejabat desa, dan panitia pemungutan suara (PPS).&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Sementara itu, Bawaslu mencatat, selama 2011 setidaknya terdapat 1.718 laporan atau temuan pelanggaran pilkada. Dari hasil temuan dan laporan pelanggaran tesebut 565 kasus di antaranya telah diteruskan ke Komisi Pemilihan Umum sebagai pihak yang berwenang memutuskan. "Hanya 313 kasus yang kemudian ditindaklanjuti oleh KPU, yang lainnya tidak," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Pelanggaran administrasi tersebut, menurut dia, terutama terjadi pada masa kampanye (296 kasus), kemudian diikuti pada masa pemutakhiran data pemilih (103 kasus), masa pemungutan suara (95 kasus), masa pencalonan/pra kampanye (42 kasus) dan masa tenang (29 kasus). Pelanggaran administrasi di antaranya daftar pemilih sementara tidak diumumkan, masih ada pemilih yang tidak memenuhi syarat dimasukkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) begitu pula sebaliknya, banyak pemilih yang memenuhi syarat tidak terdaftar di DPT, kampanye di luar jadwal, pelibatan PNS dalam lampanye, kampanye terselubung, tidak dibagikannya undangan mencoblos dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Sementara pelanggaran yang memiliki kecenderungan pidana terdapat 372 kasus yang diteruskan ke polisi. Pelanggaran pilkada yang kemudian diteruskan polisi ke kejaksaan sebanyak 16 kasus. Sebanyak 13 kasus di antaranya kemudian dilimpahkan ke pengadilan dan telah mendapatkan keputusan pengadilan negeri.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Pelanggaran tindak pidana pilkada tersebut di antaranya politik uang, pemalsuan tandatangan dukungan, penggunaan fasilitas negara dan pelibatan aparat pemerintah untuk pemenangan pasangan tertentu. Bawaslu juga mencatat, selama pilkada 2011 terdapat sebanyak 63 kasus ketidaknetralan PNS yang terjadi dalam berbagai bentuk di antaranya terlibat langsung sebagai juru kampanye, menyuruh bawahannya untuk memilih pasangan tertentu, penggunaan rumah atau gedung dinas untuk aktivitas tim sukses, serta pemasangan atribut kampanye di kantor dinas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-3538696643063066976?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/3538696643063066976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/367-kasus-politik-uang-terjadi-selama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/3538696643063066976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/3538696643063066976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/367-kasus-politik-uang-terjadi-selama.html' title='367 Kasus Politik Uang Terjadi Selama Pilkada 2011'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7495476905127425459</id><published>2011-12-23T22:25:00.000+08:00</published><updated>2011-12-23T22:25:25.015+08:00</updated><title type='text'>Hujan Hari Ini .......</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Ada yang menarik dari hujan hari ini yang seperti biasanya dalam beberapa hari ini mengguyur kota Makassar. Hujannya dimulai sejak sore hari sewaktu aku menuju ke kampus merah di jadwal yang memang tidak aku rencanakan sebelumnya. Tetapi mungkin memang ada kebaikan dari Tuhan yang menggerakkan aku menuju kampus dan ternyata memang ada kebaikan yang aku dapatkan. Melanjutkan kembali tentang hujan hari ini, sewaktu aku baru saja keluar dari Bank BNI pintu dua kampus merah untuk menyelesaikan pembayaran wisuda sarjana, tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras. Derasnya hujan membuat kebanjiran jalanan yang memang sedang dalam tahap perbaikan, nampaknya tidak ada serapan air sehingga berakibat tergenangnya jalanan dengan genangan air yang cukup tinggi. Genangan air tersebut membuat arus kendaraan menjadi terhambat, terlihat ada beberapa kendaraan motor yang mogok akibat kemasukan air dari genangan tersebut. Di depan bank terparkir motor aku yang berada dalam kondisi genangan air yang cukup tinggi, perkara tersebutlah yang menyebabkan aku untuk pulang meskipun dalam kondisi hujan yang sangat deras. Tiba-tiba sebuah mobil melintas di genangan air yang cukup tinggi tersebut yang berakibat munculnya ombak yang cukup besar, ombak tersebut mengenai motor aku dan akhirnya plungggg........motor aku tenggelam kedalam genangan air. Melihat kondisi tersebut akhirnya tanpa berfikir panjang aku langsung turun meski dalam kondisi hujan yang cukup lebat dan menceburkan kakiku kedalam genangan air untuk mengangangkat motorku. Aku menggiring motorku ke arah jalanan yang cukup tinggi dan terhindar dari genangan, dengan tangkas aku starter motorku yang habis tenggelam tersebut dan berharap agar mesinnya masih mampu beroperasi. Pada tahap awal mesinnya tidak mampu untuk dihidupkan, tetapi aku terus melakukan starter hingga akhirnya mesin dapat hidup, setelah mesin hidup aku jalankan motor aku. Nampaknya ada yang aneh dari cara jalan motor aku dan ternyata benar karena karburatornya kemasukan air. Dalam kondisi seperti itu aku terus mengendarai motor tersebut meski terkadang gasnya turun naik ketika aku menaikkan persneling, dalam kondisi hujan dan keadaan motor yang tidak terlalu baik tersebut aku mencoba mencari bengkel motor agar air yang berada dalam karburator bisa dikeluarkan. Hingga akhirnya aku menemukan bengkel motor yang juga berada dekat pintu dua kampus merah, meski sebelumnya harus mutar terlebih dahulu di depan BTP. Di bengkel motor tersebutlah aku memutuskan untuk meminta jasa mereka untuk mengeluarkan air dalam karburator motorku sekaligus memperbaiki mesin yang juga kemasukan air. Tiba-tiba mendekat seorang anak yang masih cukup muda dengan berperawakan tinggi, badan sedang, cukup gemuk, dan rambut pendek, mengenakan kaos warna agak kehiaju-hijauan serta celana pendek yang agak sedikit di bawah lutut, ternyata anak itulah yang ingin memperbaiki motor aku, dan aku pun menjelaskan bahwa air masuk kedalam karburator motor, setelah itu ia pun akhirnya mengambil peralatan dan mulai membongkar mesin motorku terutama karburatornya, aku pun juga memesan kepadanya untuk sekaligus mengganti oli motor. Aku kira waktu pekerjaannya tidak terlalu lama, karena sebelumnya aku juga pernah mengalami insiden yang sama namun sang montir mengerjakannya dengan waktu yang cukup yakni tidak terlalu lama dan juga tidak terlalu cepat .........."sedang-sedanglah"...........namun kali ini sang montir di bengkel itu mengerjakannya cukup lama ditambah lagi kabel gas-nya putus sehingga aku harus merogoh kocek yang cukup banyak kali ini yang totalnya Rp. 67.000, padahal disaat yang sama isi kantong cukup menipis karena kurangnya penghasilan. Akhirnya proses pengerjaan pun selesai dan pada saat yang bersamaan hujan memang sudah mulai agak reda, aku pun mulai menyalakan mesin motor dan menjalankan motor tersebut. Di tengah jalan sebelum sampai ke rumah hujan lebat turun kembali di tambah jalanan yang macet akhirnya aku yang memang sudah berada dalam kondisi basah memutuskan untuk terus melaju motor tersebut karena "takkala B4S4M4M1". Sesampainya di rumah aku membuka jaket dan meneteskan air yang membuat tubuh ini basah kuyup, dan akhirnya aku teringat bahwa ternyata aku belum sholat ashar, aku pun bergegas untuk melaksanakan sholat ashar meskipun waktu magrib sudah kian mendekat ................. "SEKEDAR BERBAGI SEDIKIT KISAH"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7495476905127425459?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7495476905127425459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/hujan-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7495476905127425459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7495476905127425459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/hujan-hari-ini.html' title='Hujan Hari Ini .......'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-6343772365288333713</id><published>2011-12-19T17:42:00.000+08:00</published><updated>2011-12-19T17:42:25.653+08:00</updated><title type='text'>Kemenangan Kubu Islamis dan Masa Depan Mesir</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Seperti sudah diduga sebelumnya, kubu Islamis berhasil meraih suara mayoritas dalam pemilu putara pertama pasca tumbangnya Mubarak. Berdasarkan pengumuman Komite Tinggi Pemilihan Umum Mesir pada hari Ahad (04/12/2011) lalu, Partai an Nur yang berbasis Salafy diluar dugaan banyak pihak meraih 24,4%. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Suara terbanyak diraih Partai Kebebasan dan Keadilan yang berafiliasi kepada al Ikhwanul Muslimun ,berhasil&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mendulang 36,6%.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sementara partai dari kubu sekuler terpuruk , hanya mendapat 13,4% suara .Dengan demikian, partai-partai Islam memperoleh lebih dari 60% suara pada pemilu tahap pertama di Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Kemenangan kubu Islamis ini , mencerminkan keinginan rakyat Mesir yang kuat terhadap Islam. Meskipun Partai Kebebasan dan Keadilan telah menyatakan tidak akan menerapkan syariah Islam , tidak menginginkan negara Islam tapi negara sipil demokratis, dan menerima pluaralisme , tetap saja dianggap lebih kental ‘keislamannya’.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sementara partai an Nur , memang sejak awal dengan tegas menyerukan penegakan syariah Islam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Rendahnya peralihan suara yang diperoleh partai sekuler, menunjukkan kemuakan rakyat Mesir terhadap pemerintahan sekuler selama ini yang represif dan tidak mensejahterakan rakyat Mesir. Ditambah lagi , kubu Islamis memang lebih siap menghadapi pemilu kali ini . Kubu Islamis memiliki basis massa yang jelas dan lebih terorganisir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Kemenangan kubu Islamis ini tak ayal membuat Amerika melakukan langkah-langkah preventif untuk tetap mengamankan kepentingannya di Mesir. Surat kabar “Almesryoon“,Sabtu (3/12/2011) memberitakan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kedutaan besar Amerika memanggil semua sekutu liberalnya di Kairo. Melakukan pertemuan darurat membahas implikasi keberhasila n besar al Ikhwanul al Muslimun dan koalisi Salafi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Amerika Serikat memang sangat khawatir perubahan di Timur Tengah terutama Mesir mengarah kepada penegakan syariah Islam apalagi Khilafah. Karena hal ini akan mengancam kepentingan penjajahan Amerika di Mesir dan Timur Tengah. Tegaknya Khilafah juga akan menjadi ‘efek domino’ yang akan menyatukan negeri-negeri Islam di seluruh dunia yang memang sudah menginginkan umat Islam bersatu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Kontak rutin&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kepala Staf Gabungan Pasukan AS Laksamana Mike Mullen, Koordinator Khusus untuk Urusan Transisi Timur Tengah William Taylor, dan Duta Besar AS di Kairo dengan Dewan Militer, Syaikh Al Azhar dan simbol-simbol negara, menunjukkan keseriusan Amerika untuk tetap mengontrol Mesir. Terutama memastikan Dewan Militer Mesir tetap berpegang teguh pada sekulerisme dan berpihak pada Amerika. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Amerika juga melakukan kontak-kontak intensif dengan kubu al Ikhwanul Muslimun. Negara adi daya ini ingin memastikan bahwa al Ikhwan berpegang teguh pada demokrasi dan pluralisme. Tekanan Amerika ini tampaknya berhasil, dilihat dari pernyataan tokoh al Ikhwan yang menunjung tinggi demokrasi dan pluralisme. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Situs Islammemo mengutip laporan wartawan Mesir yang mengatakan telah menyaksikan kontak kontak intensif antara Kedutaan Besar AS di Kairo dengan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sejumlah tokoh-tokoh kelompok Islamis di Mesir. Surat kabar Mesir “Almasryoon”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menyatakan telah dibahas isu-isu sensitif&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam kontak-kontak ini seperti masa depan hubungan antara Mesir dan Amerika Serikat, perjanjian damai antara Mesir dan dan Israel,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;penyelesaian masalah Timur Tengah, hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Arab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Dilaporkan juga para pejabat pada departemen hubungi politik di Kedubes AS menuntut kekuatan Islam mengidentifikasi pandangannya dengan jelas dalam bentuk perjanjian tertulis (hitam di atas putih) terkait masalah-masalah tersebut. Hal ini mengingat kemungkinan dominasi kelompok Islamis di parlemen mendatang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan di Majelis Konstituante yang bertugas merancang konstitusi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Dr Mahmud Husein, Sekjen al Ikhwanul Muslimun menolak menyangkal atau menegaskan adanya komunikasi ini.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sementara Dr Yasri Hammad, juru bicara partai “An-Nur” mengakui adanya komunikasi langsung antara partai dan semua Kedutaan Besar Barat di Kairo, termasuk Kedutaan Besar AS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Dilaporkan juga, Senator AS John Kerry bertemu dengan anggota Ikhwanul Muslimin Mesir, kelompok Islam yang akan mendominasi parlemen baru, serta penguasa militer negara itu dan perdana menteri pada hari Sabtu kemarin (10/12) .Ikhwanul Muslimin mengatakan dalam sebuah pernyataan tiga pejabat tinggi mereka menghadiri pertemuan dengan Kerry, yang didampingi oleh Duta Besar AS Anne W. Patterson.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Dalam pertemuan mereka dengan senator Demokrat dari Massachusetts, pejabat al Ikhwan bersumpah untuk menghormati hak-hak sipil dan perjanjian internasional yang telah ditandatangani di masa lalu. Hal ini &lt;span&gt; &lt;/span&gt;mungkin sebuah upaya untuk meredakan kekhawatiran bahwa kelompok ini mungkin mencoba untuk mengkaji kembali perjanjian damai Mesir dengan Israel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Militer Berkhianat ? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Amerika juga berusaha menggunakan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;militer untuk melakukan langkah-langkah yang justru tidak demokratis. Salah seorang anggota Dewan Agung Militer , kamis (8/12) Mayjen Mukhtar Mulla mengatakan dewan konsultatif yang dibentuk militer dan beranggotakan 30 tokoh Mesir pilihan militer memiliki wewenang yang lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Militer mencoba mengurangi peran parlemen mendatang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan memberikan tambahan wewenang kepada dewan konsultatif dan pemerintahan transisi yang dibentuk militer untuk menyusun konsitutusi baru. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Padahal berdasarkan referandum yang dilangsung secara demokratis maret kemarin suara mayoritas menyatakan mendukung hak parlemen untuk menyusun konstitusi baru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sikap militer ini dikecam kubu al Ikhwan, apalagi sebelumnya al Ikhwan berusaha menahan diri untuk tidak konflik dengan militer. Sejalan dengan kubu militer. Al Ikhwan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak terlibat dalam unjuk rasa di alun-alun Tahrir pada 18 November yang lalu. Aksi unjuk rasa ini meminta agar dewan militer segera mengundurkan diri , setelah terbongkarnya dokumen Ali al Silmi yang berisi draft konstitusi baru. Dalam draft ini, militer diberi otoritas luas soal anggaran tanpa kontrol parlemen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Akankah al Ikhwan kembali dikhianati oleh militer seperti di masa Gamal Abdul Nasser ? Saat itu al Ikhwan dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;militer bekerjasama untuk menumbangkan rejim Raja Farauk yang pro Inggris, namun setelah berhasil militer justru menyikat habis kekuataan politik al Ikhwan. Menghukum mati&lt;span&gt; &lt;/span&gt;banyak tokoh al Ikhwan termasuk Sayyid Qutub. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Arah Perkembangan Politik &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Arah perkembangan politik Mesir ini, tentu sangat mengkhawatirkan. Salah satu partai Islam berpengaruh di Timur Hizbut Tahrir telah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;berulang kali mengingatkan bahwa semua kerjasama dengan asing apalagi negara-negara imperialis berarti bunuh diri secara politik. Apalagi tunduk pada tuntuan mereka untuk berpegang teguh pada demokrasi dan pluralisme. Secara hukum syara’ juga diharamkan, karena status AS sebagai negara muhariban fi’lan yang secara langsung telah memerangi umat Islam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Hal ini tidak akan membawa perubahan mendasar di Mesir. Hizbut Tahrir mengingatkan kemenangan Islam bukanlah menghantarkan orang-orang Islam ke tampuk kekuasaan yang (tetap) menerapkan sistem sekuler. Namun &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kemenangan sejati adalah meraih kekuasaan untuk menerapkan syariah Islam&lt;span&gt; &lt;/span&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sistem sekuler dengan pilar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;demokrasi,liberalisme, dan pluralisme hanya akan kembali mengokohkan penjajahan Amerika dan sekutunya di Timur Tengah dan melanggengkan sistem kufur kapitalisme. Padahal dua hal ini (campur tangan amerika dan sistem kapitalisme) adalah penyebab berbagai persoalan di Mesir selama ini. Dan penjajahan ini&lt;span&gt; &lt;/span&gt;hanya akan bisa dihentikan dengan tegaknya syariah dan Khilafah yang akan memberikan kebaikan dan kesejahteraan sejati pada rakyat Mesir. &lt;strong&gt;(Farid Wadjdi)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-6343772365288333713?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/6343772365288333713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/kemenangan-kubu-islamis-dan-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6343772365288333713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6343772365288333713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/kemenangan-kubu-islamis-dan-masa-depan.html' title='Kemenangan Kubu Islamis dan Masa Depan Mesir'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-273237434596807512</id><published>2011-12-19T16:36:00.000+08:00</published><updated>2011-12-19T16:36:08.023+08:00</updated><title type='text'>Tunisia: Hizbut Tahrir Perkenalkan Rancangan Konstitusi Khilafah bagi Umat Islam Secara Masif di Seluruh Kota di Bumi Inspirator Revolusi Arab</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Syabab.Com&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;(Jum'at, 16 Desember 2011)&lt;/b&gt;-  Media-media sekuler Barat akan berpikir-pikir lagi untuk mengungkap  fakta kebenaran tentang kebangkitan Islam, terutama di Tunsia, negara  inspirator revolusi di dunia Muslim. Ternyata arah revolusi di negeri  benua Afrika itu benar-benar mengarah kepada Islam. Seruan penegakkan  Khilafah, serta panji-panjinya berkibar di seluruh negeri.&lt;br /&gt;Ketika para anggota legislatif memikirkan tentangan konstitusi baru  bagi Tunisia, para pemuda Hizbut Tahrir setempat malah gencar  men-sosialisasikan konstitusi atau UUD Islam yang telah dibuat jauh-jauh  sebelum revolusi Tunisia muncul. Bahkan belakangan ini rancangan  konstitusi Negara Khilafah yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah itu  terus disosialisasikan kepada masyarakat luas di kota-kota maupun daerah  di seluruh Tunisia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu partai politik Islam global yang  sangat aktif di bumi revolusi itu adalah Hizbut Tahrir, sebuah gerakan  yang menyerukan solusi Khilafah bagi Tunisia dan negeri-negeri Muslim  lainnya. Ketika para politisi membicarakan konstitusi apa yang  diterapkan, maka para pemuda Hizbut Tahrir secara masif melakukan  sosialisasi Konstitusi Negara Khilafah di setiap tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji-panji  Rasulullah, al-liwa dan ar-royah, bendera putih dan hitam yang  bertuliskan "laa ilaaha illallah muhammad rasulullah", bendera Khilafah  masa depan itu pun berkibar disetiap acara yang digelar oleh para  pemuda, baik di jalan-jalan, di depan masjid, di depan kampus, atau pun  di tempat keramaian lainnya. Mereka membagian buku rancangan Konstitusi  Negara Khilafah secara cuma-cuma serta menjelaskannya kepada masyakarat.  Rakyat Tunisia pun sangat antusias mempelajari konstitusi yang  ditawarkan Hizbut Tahrir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sejak meletusnya pergolakan  yang dimulai di Tunisia, para pemuda di sana sudah mulai menyerukan  yel-yel "Ummat menginginkan Khilafah". Mereka juga membawa panji-panji  Rasulullah Saw itu ke jalan-jalan di ibu kota. Sayang, kejadian tersebut  sulit ditemukan di media sekuler Barat, karena memang pemberitaan media  yang masih berpihak kepada sekuler Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring  berjalannya waktu dan berkembangnya media teknologi informasi, para  pemuda Hizbut Tahrir pun menggunakan media alternatif dunia maya untuk  meneruskan informasi dan berbagai kegiatannya. Maka, seruan-seruan  Khilafah di bumi Tunisia pun digelorakan oleh para pemuda Tunisia, baik  melalui media facebook atau youtube. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking gencarnya seruan  Khilafah yang terus dikampanyekan gerakan-gerakan Islam tersebut,  langsung atau tidak, sampai-sampai mempengaruhi para politisi di  Tunisia. Sebut saja, Jebali, salah seorang pejabat Partai An-Nahdhah  sempat menyebutkan pembentukan kembali Khilafah keenam, yang membuat  berang para politisi sekuler. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kembalinya Islam ke  dalam kehidupan, pemerintahan, kedaulatan tidak ada kecuali dengan  Negara yang menjadikan aqidah Islam sebagai asas bagi Undang-Undang  Dasar dan Konstitusi," kata seorang pemuda Hizbut Tahrir menegaskan di  hadapan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang kami cintai,  sesungguhnya Hizbut Tahrir menawarkan kepada Anda dengan kemuliaan  orang-orang Mukmin yang terpercaya Konstitusi yang terletak di  tangan-tangan Anda, sebuah konstitusi yang diambil dari al-Quran dan  Sunnah yang kami usulkan bagi para ulama, para fuqoha, para ahli untuk  memasukkannya ke dalam penerapan. Konstitusi yang menjadikan hakim di  dalamnya bagi Allah semata bukan yang lainnya dari para despotik,"  lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;Tampak, di beberapa tempat, para pemuda Hizbut Tahrir berinteraksi  dengan masyarakat, berdiskusi tentang rancangan Konstitusi Negara  Khilafah tersebut. Mulai dari kalangan intelektual, para pemuda,  termasuk masyarakat biasa ikut serta memahami konstitusi yang bersumber  dari Al-Quran dan Sunnah tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa kegiatan lanjutan, mulai dari seminar, diskusi publik,  hingga ceramah-ceramah terus berlanjut. Tunisia, benar-benar telah  menjadi negara inspirator kebangkitan rakyat di dunia Arab, yang  menginspirasi rakyat Mesir dan Libya untuk menumbangkan rezim diktator  hingga tumbang. Kini, Tunisia pun menjadi inspirator untuk menerapkan  konstitusi berdasarkan syariah Islam. Semoga, ini semua menjadi pertanda  semakin dekatnya pertolongan Allah berupa kemenangan Islam dengan  tegaknya kembali Khilafah Rasyidah yang kedua. Amin.&lt;i&gt;(http://syabab.com/akhbar/ummah/2228-tunisia-hizbut-tahrir-perkenalkan-rancangan-konstitusi-khilafah-bagi-umat-islam-secara-masif-di-seluruh-kota-di-bumi-inspirator-revolusi-arab-vf.html)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-273237434596807512?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/273237434596807512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/tunisia-hizbut-tahrir-perkenalkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/273237434596807512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/273237434596807512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/tunisia-hizbut-tahrir-perkenalkan.html' title='Tunisia: Hizbut Tahrir Perkenalkan Rancangan Konstitusi Khilafah bagi Umat Islam Secara Masif di Seluruh Kota di Bumi Inspirator Revolusi Arab'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-3909438556008708710</id><published>2011-12-17T21:32:00.000+08:00</published><updated>2011-12-17T21:32:23.654+08:00</updated><title type='text'>Dua Keuntungan Orang Kuat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-q-I7s-ciKlY/TuyZmS1JGeI/AAAAAAAAAHU/MM0wApfhXTE/s1600/hijrah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-q-I7s-ciKlY/TuyZmS1JGeI/AAAAAAAAAHU/MM0wApfhXTE/s1600/hijrah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada Mukmin yang lemah dan pada keduanya tetap ada kebaikan.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan yang dimaksud dalam hadits di atas tidak hanya terbatas pada kekuatan fisik, tetapi juga mengandung arti tekad yang kuat atau keinginan yang tinggi untuk dapat melakukan berbagai kebaikan dan amal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad yang kuat dalam melaksanakan segala aktivitas yang akan dapat mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan hidup di akhirat kelak. Oleh karena itu, Mukmin yang kuat akan selalu menjadi yang terdepan dalam beribadah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memberikan perbandingan kepada kita antara dua jenis manusia yang sama-sama Mukmin (beriman). Yang satu Mukmin yang kuat dan satunya lagi Mukmin yang lemah. Keduanya sama-sama baik dan dicintai Allah, namun yang pertama lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT daripada Mukmin yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukmin yang kuat memiliki kemuliaan jiwa, yakni jiwa yang selalu mulia di hadapan para penentang Islam, penuh dengan harga diri di hadapan para tiran, dan selalu tegar, setegar Yasir ayah Ammar bin Yasir dan Sumayyah ibu Ammar bin Yasir — keduanya mendapatkan syahadah (mati syahid) saat mempertahankan akidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa Mukmin yang kuat juga selalu tegar dan istiqamah dengan prinsip-prisnsip dakwah Islam.  Jiwanya tak tergoyahkan dengan gemerlap dan rayuan duniawi, walaupun jauh dari saudara-saudara seiman dan seakidah. Mukmin yang kuat akan terus berjalan di atas rel dakwah dan selalu mendakwakan Islam kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dituntut agar menjadi Mukmin yang kuat secara kepribadian, kehendak, cara berfikir, dan secara fisik. Potensi apa saja yang dimiliki oleh seorang Mukmin harus digunakan secara optimal agar dapat mendukung cita-cita mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Dalam Doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah qudwah kita dalam segala hal. Beliau juga banyak mengajari kita berbagai sarana dalam mengais kebaikan dan pahala. Di antara kebaikan itu adalah doa.  Dalam doanya, Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa adalah ibadah. Doa juga adalah ungkapan ketundukan kita kepada Allah SWT. Rasul berdoa agar diberi kekuatan karena dengan kekuatan amal ibadah akan terasa lebih optimal. Dalam doanya beliau memohon kepada Sang Pemilik Kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu sifat pengecut dan bakhil, dan dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dominasi orang-orang zhalim.” (H.R. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar meraih kekuatan, salah satunya dengan doa, bukan saja kekuatan diri dan jiwa, kekuatan azam dalam menggapai segala cita-cita mulia, tapi juga kekuatan yang dapat menggetarkan musuh-musuh Al-Haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukmin yang kuat akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mendapatkan predikat lebih baik daripada Mukmin yang lemah. Walau pun keduanya memliki kebaikan, karena keduanya sama-sama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, namun kebaikan bagi Mukmin yang kuat bernilai “lebih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Allah SWT ingin limpahkan kebaikan, maka, tidak ada seorang pun yang akan menghalanginya. Allah SWT memiliki banyak cara dalam melimpahkan kebaikan kepada hamba-Nya, di antaranya, sesuai dengan pesan-pesan Rasulullah SAW sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang Allah ingikan kepadanya kebaikan, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya” (H.R. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang Allah inginkan untuknya kebaikan, maka Allah akan menggunakannya. Para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana Allah menggunakannya?’. Rasulullah menjawab: ‘Allah akan senantiasa memberikannya taufik untuk beramal saleh sebelum ajal menjemputnya’.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, lebih dicintai Allah SWT. Ini keuntungan yang tak ternilai, Betapa bahagianya seorang hamba bila Allah SWT mencintainya. Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil malaikat Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan, maka cintailah dia’. Kemudian Jibril mencintai orang itu dan berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Penghuni langit pun akhirnya mencintai orang itu. Setelah itu kecintaanya diteruskan kepada penghuni bumi. Dan apabila Allah membenci seseorang, maka Allah memanggil malaikat Jibril dan berfirman: ‘Aku membenci Fulan, maka bencilah dia.’ Kemudian Jibril membenci orang itu. Setelah itu Jibril berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah membenci Fulan, maka bencilah dia.’ Mereka pun membencinya. Kemudian kebenciannya tersebut diteruskan kepada penghuni bumi.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa termotivasi untuk menjadi Mukmin yang kuat, tidak sebatas kuat fisik, tapi juga kekuatan tekad dan ruhiyah.  Wallahu a’lam.* (Ust. Taufik Hamim effendi, Lc., MA – www.muntadaquran.net)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-3909438556008708710?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/3909438556008708710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/dua-keuntungan-orang-kuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/3909438556008708710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/3909438556008708710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2011/12/dua-keuntungan-orang-kuat.html' title='Dua Keuntungan Orang Kuat'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-q-I7s-ciKlY/TuyZmS1JGeI/AAAAAAAAAHU/MM0wApfhXTE/s72-c/hijrah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-5944090827253496980</id><published>2010-01-13T00:21:00.002+08:00</published><updated>2010-01-13T00:28:11.465+08:00</updated><title type='text'>Putuskan Benang Itu!</title><content type='html'>Keberhasilan ditentukan oleh ukuran&lt;br /&gt;keyakinan kita untuk meraih kemenangan!  &lt;p&gt;Ada pepatah mengatakan...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Apa yang sedang kita pikirkan, itulah&lt;br /&gt;yang &lt;strong&gt;sedang &lt;/strong&gt;terjadi, atau &lt;strong&gt;akan&lt;/strong&gt; terjadi. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;Oleh sebab itu... Latihlah diri, hati, dan&lt;br /&gt;pikiran kita untuk selalu merespon&lt;br /&gt;hanya pada hal-hal yang positif!&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Latihlah ia terus menerus, jangan&lt;br /&gt;hanya sesaat, tapi berkesinambungan&lt;br /&gt;dan sepanjang waktu.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;"Seutas benang itu sesungguhnya hanya&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;em&gt;ada dalam pikiran Anda!"&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah nyata tentang seekor gajah.&lt;br /&gt;Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya&lt;br /&gt;dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi ketika rantai itu&lt;br /&gt;diganti dengan seutas benang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah itu tetap saja berkeliling &amp;amp; tidak&lt;br /&gt;berani melangkah keluar dari area&lt;br /&gt;lingkaran 4 meter tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini, pelajaran apa yang&lt;br /&gt;bisa kita ambil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan &lt;/div&gt; diri kita dengan seekor gajah. :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bisa jadi, kita pun memiliki&lt;br /&gt;'keterbelengguan' dengan seutas tali&lt;br /&gt;yang mengikat diri kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak berani keluar dari zona yang&lt;br /&gt;dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,&lt;br /&gt;kita bisa melakukan banyak hal hebat&lt;br /&gt;dari perkiraan kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jujur pada diri sendiri,&lt;br /&gt;berapa banyak kesempatan yg sebenarnya&lt;br /&gt;hadir, melintas di depan Anda, namun&lt;br /&gt;Anda tidak mempedulikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin menganggap peluang itu&lt;br /&gt;&lt;div&gt; 'terlalu tinggi' untuk Anda, dan&lt;/div&gt; &lt;div&gt; merasa tidak pantas berada disana. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin Anda malah merasa tidak&lt;br /&gt;mampu untuk melakukan hal itu padahal&lt;br /&gt;sama sekali belum pernah mencobanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu, segala hal yang&lt;br /&gt;&lt;div&gt;menurut kita 'begitu hebat', seringkali&lt;/div&gt;tidak selalu seperti yang kita&lt;br /&gt;bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau hal yang kita anggap sulit,&lt;br /&gt;kadang sebenarnya sangat gampang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kunci dalam hal ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1. Anda akan bisa &lt;strong&gt;jika Anda berpikir bisa&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;2. Anda akan gagal &lt;strong&gt;jika Anda berpikir gagal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;So, jangan menyalahkan siapapun jika&lt;br /&gt;kesuksesan belum menghampiri diri kita.&lt;br /&gt;Sebab, faktor utamanya terletak pada&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;diri kita sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, perhatikan dengan&lt;br /&gt;seksama, dan tanya pada diri sendiri,&lt;br /&gt;adakah seutas benang yang telah&lt;br /&gt;membelenggu diri kita selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ya, maka segeralah untuk putuskan&lt;br /&gt;benang itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah bergerak maju dari lingkaran&lt;br /&gt;yang selama ini kita buat dan telah&lt;br /&gt;membelenggu diri kita sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang itu sebenarnya selalu hadir&lt;br /&gt;kapan saja. Namun, karena kita selalu&lt;br /&gt;saja menutup mata, telinga, dan pikiran&lt;br /&gt;kita, maka peluang itu akan terlewat&lt;br /&gt;begitu saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda masih saja ragu untuk&lt;br /&gt;melangkah, cobalah untuk melatihnya&lt;br /&gt;sedikit demi sedikit. Dan jika Anda&lt;br /&gt;sudah yakin, maka segeralah berlari&lt;br /&gt;cepat, keluar dari keterbelengguan&lt;br /&gt;Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi&lt;br /&gt;yang diuntungkan, jika bukan Anda&lt;br /&gt;sendiri? :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-5944090827253496980?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/5944090827253496980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2010/01/putuskan-benang-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/5944090827253496980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/5944090827253496980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2010/01/putuskan-benang-itu.html' title='Putuskan Benang Itu!'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-418925242658864270</id><published>2009-10-18T17:56:00.000+08:00</published><updated>2009-10-18T17:57:34.072+08:00</updated><title type='text'>Khilafah akan Kembali!</title><content type='html'>&lt;em&gt;The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia.“&lt;/em&gt; ( &lt;strong&gt;Goerge W. Bush&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Syabab.Com&lt;/strong&gt; - Keruntuhan Uni Sovyet yang dikenal sebagai peristiwa bersejarah dan menunjukkan superioritas Kapitalisme terhadap Komunisme, adalah titik lahirnya babak baru dunia. Meskipun Komunisme sempat menarik simpati selama 70 tahun, ia runtuh dan kehilangan kepercayaan dari pengikutnya ketika kalah berlomba dalam persenjataan melawan Amerika Serikat (AS). Pemikir Barat seperti Francis Fukuyama menyatakan bahwa runtuhnya komunisme adalah akhir dan puncak dari perjalanan pemikiran manusia, yaitu Kapitalisme, yang terbukti mampu mengalahkan Komunisme sebagai satu-satunya penantang. &lt;br /&gt;Tidak lama setelah peristiwa 911, Amerika Serikat memicu perang global terhadap terror. Ia pun segera menginvasi Afganistan dan Iraq. Namun dalam kurun waktu 5 tahun pendudukan AS terhadap dua negara tersebut, AS ternyata tidak mampu mengontrol stabilitas keamanan di sana. Padahal, sebelum jatuhnya komunisme, dunia Islam tidak dianggap sebagai tantangan yang berarti terhadap Kapitalisme. Akan tetapi, serangan terhadap Islam secara fisik maupun ideologis mulai meningkat tajam. Ironisnya, serangan dunia kapitalis (dimana rakyatnya sendiri sebetulnya juga mulai meragukan ideologi ini) justru mempercepat suatu proses perubahan yang akan mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dunia Muslim: Masa Lalu dan Kini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa tergulingnya kekhilafahan yang berpusat di Turki pada tahun 1924, dunia muslim dijajah selama puluhan tahun. Inggris berhasil menyiasati bangsa Arab untuk memberontak terhadap Turki dengan bantuan keluarga Saud. Pemikiran intelektual yang menyerang Khilafah dan Islam, serta ketidakmampuan ulama Khilafah di Turki untuk menyikapi revolusi industri dan perkembangan jaman modern, membuat banyak kalangan muslim meragukan apakah Islam masih bisa diterapkan. Pandangan ini membidani lahirnya gerakan politik (seperti Turki Muda) yang pada akhirnya berhasil menghapus Islam itu sendiri. Sementara itu Afrika Utara masih diduduki penjajah selama ratusan tahun sejak jaman Napoleon. Gerakan Restorasi Khilafah yang penuh dengan pengorbanan pun sempat terjadi di India, tapi gagal menjadi pergerakan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi saat itu dibentangkan oleh David Fromkin, Profesor dan ahli sejarah ekonomi University of Chicago dengan kata-katanya, &lt;em&gt;“Massive amounts of the wealth of the old Ottoman Empire were now claimed by the victors. But one must remember that the Islamic empire had tried for centuries to conquer Christian Europe and the power brokers deciding the fate of those defeated people were naturally determined that these countries should never be able to organize and threaten Western interests again. With centuries of mercantilist experience, Britain and France created small, unstable states whose rulers needed their support to stay in power. The development and trade of these states were controlled and they were meant never again to be a threat to the West. These external powers then made contracts with their puppets to buy Arab resources cheaply, making the feudal elite enormously wealthy while leaving most citizens in poverty”&lt;/em&gt;[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kekayaan luarbiasa dari bekas Imperium Ottoman telah terampas oleh pemenang perang. Tapi jangan lupa, bahwa Imperium Islam berusaha selama berabad-abad untuk menundukkan Eropa (yang Kristen). Itu sebabnya para pemegang kekuasaan yang baru sudah selayaknya memastikan bahwa rakyat bekas Imperium Islam yang kini terkotak dalam berbagai negeri tidak boleh lagi bisa terorganisir kembali dan membuat ancaman terhadap kepentingan dan keamanan Eropa lagi. Sebagai aktor merkantilis, Inggris dan Perancis mengulang sejarah dengan membuat negeri-negeri boneka yang pemimpin-pemimpinnya selalu tergantung kepadanya untuk bisa mempertahankan kekuasaan. Kemajuan dan perdagangan negeri-negeri tersebut akan selalu dikontrol sehingga tidak akan pernah bisa bangkit dan menjelma menjadi ancaman yang berarti. Kekuatan asing membuat kontrak yang murah dengan penguasa boneka di tanah Arab, yang mengakibatkan timbulnya golongan feudal yang kaya raya dan golongan rakyat biasa yang terpuruk dalam kemiskinan.[1]”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dianalisa, negeri-negeri baru yang lahir dari serpihan Khilafah Uthmani adalah konstruksi artifisial yang tidak memiliki sistem yang konsisten dan terpadu (koheren). Kita cermati bahwa masyarakat muslim menjadi terpecah dalam menentukan nilai apa yang selayaknya menjadi dasar pembentukan masyarakatnya. Sebagian dari mereka tetap mengambil konsep Islam, sedang yang lain mengambil konsep Kapitalisme dan juga Nasionalisme. Malahan, masalah seperti kemiskinan, pengangguran, pembangunan, dan sengketa sosial laki-laki dan perempuan diselesaikan dengan kebudayaan setempat dan juga keputusan dari suku masing-masing. Itu sebabnya negeri-negeri boneka yang didirikan oleh bekas penjajahnya tidak akan mungkin maju, karena sumber pandangan hidupnya bermacam-macam dan tidak didasari oleh consensus yang disepakati bersama. Akhirnya, sumber daya alam dan manusianya pun tidak diatur dengan dasar dan langkah yang benar. Padahal tanpa dasar atau rujukan utama, negara tidak akan bergerak maju secara mantap ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari serangan dan tekanan kaum penjajah, umat muslim ternyata tidak begitu saja menerima kapitalisme sebagai dasar Negeri-negeri mereka. Hal ini terutama ketika ada aspek-aspek kapitalisme yang bertentangan secara gamblang terhadap aqidah Islam. Meskipun segala daya upaya Barat telah kerahkan untuk menyebarluaskan budaya asingnya di tanah muslim, seperti ide-ide kebebasan, umat islam tidak begitu saja menanggalkan sistem sosial yang berdasarkan Islam dan masih mempertahankan sentimen keislaman. Malahan secara keyakinan, umat islam masih mempertahankannya dan tidak mengadopsi akidah dialektika materialistis maupun akidah sekularisme. Maka bisa dinyatakan bahwa umumnya umat islam tidak meninggalkan pandangan hidupnya, meski pemahaman umat terhadap Islam itu sendiri juga masih bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, meskipun umat ini lemah dalam kemampuannya menggali konsep-konsep dan prinsip-prinsip Islam yang murni, umat islam umumnya rindu untuk hidup dibawah naungan Islam kembali. Ambil contoh, Turki, sebagai satu-satunya Negara yang menghapus Islam sama sekali dari konstitusinya. Mustafa Kemal Ataturk berusaha untuk menghancurkan Islam di Turki dan dia pikir rakyat Turki benci terhadap tradisi keislaman. Kenyataannya, hanya dalam kurun beberapa dekade saja, tekanan terhadap rezim Turki mulai menguat dan di tahun 1950, rezim tersebut mulai menggunakan sentimen keislaman untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Di tahun 1970, Turki memiliki politisi yang duduk di kabinet, Necmettin Erbakan, seorang individu yang sudah terkenal dengan latar belakang keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 12 tahun terakhir, rakyat Turki memilih pemerintah yang ‘Pro Islam’ bukan cuma sekali, tapi justru dua kali. Ini membuktikan bahwa sentimen keIslaman masih membara di Turki. Tidak kurang Menteri Negara Amerika Madeleine Albright di tahun 1997 menyesalkan ‘kemunduran Turki dari sekularisme.’ Itu sebabnya dinas militer Turki selalu membersihkan jajarannya dari setiap individu yang memiliki pengaruh atau terpengaruh dengan semangat keIslaman. Jadi, rakyat Turki tidak pernah mengadopsi Kapitalisme, yang telah lama sekali mendominasi sistem politik Turki, dan justru sekarang bergerak menuju untuk kembali ke Islam – suatu fakta yang berbeda sejak 1924. Turki hanya baru satu dari banyak contoh lainnya. Pengaruh Islam di Aljazair sedemikian dahsyatnya hingga timbulnya kemenangan FIS. Demikian pula,karena cintanya dengan Islam, rakyat Afganistan mendirikan sistem Emirat, meski bukan Khilafah, yang didasarkan pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita saksikan sekarang adalah reaksi muslim sebagai satu tubuh dalam menyikapi serangan yang menimpa saudara-saudaranya. Meskipun muslim di Palestina sendiri sedang terjajah, mereka tetap menyuarakan solidaritas mereka dengan kaum muslim lainnya di Afganistan dan Iraq. Muslim merasa muak dengan konsep ‘kebebasan berpendapat’, yang sering dikutip sebagai tameng dalam melawan Islam, sebagaimana terlihat dari penerbitan komik tentang Nabi Muhammad Saw di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kalau nilai-nilai yang didambakan umat Islam ini, berbeda dari nilai-nilai asing yang diterapkan padanya, mengapa umat ini terikat dengan nilai-nilai asing tersebut dan membiarkan para penguasanya menerapkan nilai-nilai asing itu juga? Jawabannya, para penguasa di negeri-negeri muslim tidak mendasarkan kekuasaan mereka pada hubungan yang dekat dengan rakyatnya, tetapi dengan kekejaman dan siksaan untuk mengontrol rakyatnya. Hal ini sudah sedemikian jelas dan sudah berjalan sekian lama tanpa perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjurangnya jarak antara Umat dengan Penguasanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat sejarah dunia Muslim dan rezim yang menguasainya, kita bisa lihat tren yang menunjukkan naiknya ketegangan antara para penguasa dengan rakyatnya, dimana umat Islam memegang konsep dan sentimen yang berbeda dengan yang diambil dan diterapkan oleh para penguasa. Di Pakistan, Pervez Musharraf berusaha memperkenalkan budaya Barat dengan konsep ‘enlightened moderation’ (moderat yang tercerahkan), yang ternyata ditolak mentah-mentah. Kita juga lihat bagaimana Turki menolak kerjasama militer dengan AS yang di iming-imingi bantuan senilai 20 trilyun dolar menjelang pecahnya perang Teluk kedua, karena rakyat Turki melihat kerjasama tersebut akan digunakan untuk membunuh Muslim di Iraq. Kita juga lihat bagaimana usaha penguasa Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel selalu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan jarak antara penguasa dan rakyatnya tidak terjadi satu abad yang lau, dimana Jamal Abdul Nasser (pemimpin Mesir di tahun 60an) didukung penuh oleh rakyatnya. Dia dianggap pahlawan Arab karena dia berani mengambil alih Kanal Suez dari Inggris dan melawan Israel. Rakyat muslim percaya bahwa Jamal Abdul Nasser mewakili mereka. Muslim juga menyanjung Yasser Arafat sebagai singa Islam, dan Arafat juga bisa memanipulasi ratusan ribu pemuda muslim untuk berjihad melawan penjajah Israel. Hingga akhir 1980an, rakyat muslim di negeri Teluk pun tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan penguasanya seperti Raja Fahd dan penguasa negeri Teluk lainnya, karena kesejahteraan minyak dan dukungan serta pengaruh ulama Saudi. Hal yang sama juga terlihat di belahan dunia muslim lainnya. Relasi antara para penguasa dan rakyatnya selalu lemah, dan rakyat menjadi apatis karena banyak sekali faktor. Kelemahan ini sempat tertutupi dengan nasionalisme Arabisme dan ide-ide asing seperti Ba’athisme dan Sosialisme. Di negeri-negeri Teluk, kesejahteraan ekonomi menutupi kesenjangan antara penguasa dan rakyat, yang mulai berakhir sejak jatuhnya Komunisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jatuhnya komunisme di tahun 1990, Islam menjadi fokus baru karena potensinya untuk menghadang kemajuan Kapitalisme. Bekas Sekjen NATO, Willie Claes menyatakan, &lt;em&gt;“The Alliance has placed Islam as a target for its hostility in place of the Soviet Union.”&lt;/em&gt; (NATO menjadikan Islam sebagai target karena ia biang permusuhan di negeri-negeri bekas Uni Sovyet). Muslim bagaimanapun mampu membentengi diri mereka dari serangan budaya dan mempertahankan Din mereka. Pertentangan ini menyebabkan runtuhnya peradaban Barat di benak kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kehancuran Peradaban Barat melahirkan perlawanan terhadap Islam. Amerika mulai menyadari bahwa penjajahan kultural sudah gagal dan sekarang membutuhkan pendudukan militer secara langsung. Paul Wolfowitz berkata dalam konferensi pers di Singapura, &lt;em&gt;“It’s true that our war against terrorism is a war against evil people, but it is also ultimately a battle for ideals as well as a battle of minds.”&lt;/em&gt;[2] (Memang betul bahwa perang kami kobarkan melawan teror adalah perang melawan orang jahat, tetapi juga adalah perang gagasan dan perang pemikiran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena umat muslim menolak pandangan Barat tentang kehidupan, umat secara alami tentu berharap untuk kembali ke penataan kehidupan secara Islam. Sementara itu para penguasa justru menolak dan menerapkan budaya dan agenda Barat, maka tidak heran kalau antara Penguasa dan Rakyat terjadi pertentangan sudut pandang yang sangat bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang terjadi 20 tahun terakhir mulai membuka kedok para penguasa dan menyatukan umat secara luarbiasa. Sebelum perang teluk, umat muslim tidak menyadari kebencian Amerika terhadap Islam. Para pemikir dan ulama di dunia muslim pun tidak menyadari pengkhianatan para penguasa dan tidak melihat Barat sebagai musuh. Namun sejak pecahnya perang Teluk yang pertama, sebagai alasan untuk melawan invasi Iraq terhadap Kuwait, kebencian Amerika dan pengkhianatan penguasa menjadi jelas terlihat. Rezim penguasa negeri Teluk kehilangan legitimasinya, ketika membiarkan tentara Amerika memasuki wilayah mereka dengan membangun pangkalan militer di Hijaz. Demikian pula ulama Saudi yang mendukung keberadaan tentara Amerika juga kehilangan legitimasi mereka. Muslim mulai melihat kesenjangan antara mereka dengan penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita bisa lihat bagaimana para penguasa muslim terperangkap secara politik: antara kepatuhan untuk melayani kepentingan Barat dan Amerika, dan ketakutan untuk dilucuti kekuasaannya oleh rakyatnya sendiri. Mereka tidak berani mengirim pasukan melawan Iraq karena sentimen rakyat; mereka menyetujui perang Teluk meski mendongkol; dan mereka selalu hidup dalam ketakutan terhadap perubahan. Muslim di seluruh dunia menolak usaha Amerika dan melihatnya sebagai permusuhan yang sudah selayaknya dilawan. Mereka juga melihat Penguasanya dengan kebencian dan tidak ingin diperintah lagi sebagaimana terlihat dengan Pervez Musharraf di Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Awal dari kejatuhan para pengkhianat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku para penguasa pengkhianat mulai menunjukkan tanda-tanda untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Yasser Arafat memerintahkan penembakan terhadap rakyatnya sendiri ketika mereka mendukung Usama bin Laden melawan perang Amerika di Afganistan. Tentara Yordania menyeberang perbatasan dan membunuhi tentara Israel dalam fase Intifadah kedua. Hamid Karzai memaksa untuk menggunakan tentara Amerika sebagai satpam ketimbang menggunakan rakyatnya sendiri sehingga bisa lolos dari berbagai ancaman pembunuhan. Pervez Musharraf pun selalu memerintahkan untuk mengosongkan jalan sebelum dia melewatinya, karena khawatir akan dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Raja Abdullah dari Yordania memerintahkan kehancuran kota Ma’an karena penduduknya berani melawan pemerintah. Menteri Luar Negeri Mesir sempat dilempari sandal ketika ia memasuki masjid Al Aqsa di tahun 2005 seusai rapat dengan Israel. Dan jangan lupa, kita selalu melihat sandiwara OKI dan KTT Puncak Liga Arab, dimana para perwakilan negeri-negeri tersebut tampak ‘garang’ melawan Amerika agar rakyatnya menjadi gembira. Bahkan di tahun 2002 ada usaha kudeta yang dilakukan oleh perwira Pakistan dan Yaman, yang digagalkan oleh kedatangan tentara Amerika- suatu contoh yang tentu tidak suka didengar oleh para penguasa muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua baru sedikit contoh yang menunjukkan mulai melemahnya kontrol kekuasaan yang dipegang para penguasa muslim. Maka para penguasa pun mulai menyadari bahwa mereka harus menerapkan apa yang rakyatnya dambakan, atau menghadapi perubahan. Ini pun juga disadari oleh Amerika dan Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Barat mempertahankan Ideologinya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman sejarah Kapitalisme dalam mempertahankan eksistensi dan superioritasnya adalah dengan menetralisir pemikiran asing yang mengancamnya. Perang Dingin adalah contoh bagus. Pertahanan kapitalisme dilakukan dengan pembersihan politisi Amerika yang diduga merupakan simpatisan komunis yang dipimpin Senator McCarthy, propaganda anti komunis yang berlabel ‘&lt;em&gt;red-scare&lt;/em&gt;’ (ancaman merah), dan persaingan penguasaan antariksa dan persenjataan. Inggris saat ini mempertahankan dirinya dengan memproduksi cerita bohong terhadap siapapun yang menentang ‘&lt;em&gt;British Values&lt;/em&gt;’ (nilai-nilai Inggris) dengan melabelnya sebagai berbahaya, ekstrimis, radikal, fundamentalis, dan potensi teroris serta ancaman terhadap negara. Maka negara-negara Barat tidak segan untuk mentargetkan komunitas muslim rakyatnya dengan menyadap telpon, memonitor tingkah laku dan latar belakangnya, dan memenjarakan mereka meski hanya dengan dugaan bahkan ketika tidak terbukti melakukan kasus kriminalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Afganistan dan Iraq membuktikan kepada para pemikir bahwa Kapitalisme tidak mengakar di dunia Muslim, malahan cerita disambutnya serdadu AS oleh rakyat Iraq adalah cerita yang dibuat-buat oleh mesin propaganda AS sendiri. Maka bukan kebetulan apabila target utama ‘perang melawan teror’ adalah negeri-negeri dimana islam dipeluk oleh mayoritas penduduk dan menjadi dasar atas pemerintahan Islam masa depan, disamping itu juga merupakan wilayah yang kaya dengan sumber daya alam seperti gas dan minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan juga suatu kebetulan, dimana dokumen Pentagon, Quadrennial Review terbitan tahun 2002 dan 2006, menjadikan muslim, negeri-negeri muslim, dan Islam dalam berbagai corak dan bentuknya adalah ancaman terhadap keamanan AS. Pejabat teras AS sendiri juga percaya bahwa ancaman ideologis terhadap supremasi Kapitalisme adalah ‘Islam yang terpolitisir’, dan AS serta sekutunya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan umat muslim dunia merealisasikan tujuan politiknya dengan membangun Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pembuat kebijakan politik senior seperti George W Bush ‘memperingatkan’ konsekuensi dari pembentukan kembali Khilafah. Bush dalam pidato kenegaraan bulan Oktober 2005 berkata, &lt;em&gt;“The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia.”&lt;/em&gt; (Kaum militan yakin bahwa dengan menguasai satu negara, ia mampu mengajak dan meraih dukungan seluruh umat muslim, menumbangkan rezim moderat, dan membentuk imperium radikal yang terbentang dari Spanyol hingga Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donald Rumsfeld, dalam invasi ke Iraq pun mengkonfirmasi, &lt;em&gt;”Iraq would serve as the base of a new Islamic Caliphate to extend throughout the Middle East and which would threaten the legitimate governments in Europe, Africa, and Asia. This is their plan. They have said so. We make a terrible mistake if we fail to listen and learn. It is for these reasons America has imposed a Viceroy of the Middle East because the Muslim rulers cannot be propped up by an outside force for much longer.”&lt;/em&gt; (Iraq akan menjadi pusat kekhilafahan Islam yang baru, yang akan menjadi ancaman terhadap pemerintahan yang sah di Eropa, Afrika dan Asia. Ini adalah rencana mereka. Mereka telah menyatakannya. Kita akan melakukan kesalahan fatal apabila kita gagal untuk gagal untuk belajar dan membuka kuping kita lebar-lebar. Inilah alasannya, Amerika telah menetapkan perwakilan tetap di Timur Tengah karena penguasa muslim sendiri tidak bisa didukung selamanya oleh kekuatan asing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Muslim kini siap untuk berubah, ia tolak pandangan Kapitalis, dan ingin hidup dibawah bendera Islam dalam lingkup negara dan masyarakat. Perasaannya telah menyatu dengan Islam dan terbukti ketika Barat menyerang Islam. Muslim di dunia tidak lagi melihat para penguasanya tidak lagi mewakili aspirasi mereka; bahkan jurang antara umat dan pemimpin semakin dalam. Kenyataan dan gejolak dunia yang terjadi sekarang, pada akhirnya akan mengarah pada perubahan kepemimpinan yang mewakili aspirasi umat itu sendiri. Fakta perubahan dan pengalaman sejarah mengatakan bahwa kita berdiri di ambang perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang memberikan motivasi kepada mereka yang akan menggerakkan terjadinya perubahan ini hingga rela bekerja secara ekstra keras, tidak lain adalah perasaan umat secara keseluruhan, dimana ia adalah sumber dukungan dan faktor penguat kepercayaan diri. Di dunia muslim, mereka adalah anggota jajaran angkatan bersenjatanya. Kita bisa lihat kudeta yang telah terjadi berkali-kali yang dipimpin oleh para perwira yang mendambakan perubahan. Pakistan, Qatar, Tunisia, Iraq, dan Afghanistan adalah contoh negeri-negeri yang para perwiranya dan tokoh-tokoh masyarakatnya yang berpengaruh telah mencoba untuk merubah kepemimpinan dalam waktu 12 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara dan usaha yang Barat tempuh untuk memecah belah Umat dan mereformasi Islam sehingga bisa menghentikan hembusan angin perubahan adalah bukti yang tidak terbantahkan di benak setiap muslim bahwa Kapitalisme sedang menguras seluruh daya dan upaya serta berjuang mati-matian mempertahankan dirinya. Di Barat, para politisi dan pemikir secara terbuka berani menghujat Islam; menyerang sisi politik dari Islam yang akan mengarah kepada sistem pemerintahan. Badan intelijen AS pun memperkirakan jangka waktu yang lama untuk menduduki dunia muslim dan menyiapkan mobilisasi kekuatan militer cepat tanggap (rapid mobile deployment forces). Tindakan dan rencana seperti ini menguatkan sinyalemen Nabi Muhammad saaw dalam hadith yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ada kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada kekhalifahan berdasarkan tuntunan Nabi, maka dengan kehendak Allah, ia pun akan tetap ada, lalu Dia mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada penguasa yang zalim, maka dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada penguasa diktator, maka dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian akan ada khilafah berdasarkan tuntunan Nabi. Lalu, beliau pun diam.”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Musnad Imam Ahmad (v/273)&lt;/strong&gt;) [Rusydan/KCom/Syabab.Com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-418925242658864270?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/418925242658864270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/khilafah-akan-kembali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/418925242658864270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/418925242658864270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/khilafah-akan-kembali.html' title='Khilafah akan Kembali!'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-1102604462306738973</id><published>2009-10-18T17:51:00.000+08:00</published><updated>2009-10-18T17:52:08.138+08:00</updated><title type='text'>ICW: Ada Tiga Nama Penghilang Ayat Tembakau</title><content type='html'>&lt;p&gt;BANDAR LAMPUNG, TRIBUN -- Indonesia Corruption Watch (ICW) akan melaporkan sejumlah nama yang diindikasikan terlibat dalam penghilangan ayat tembakau dalam Undang-Undang Kesehatan yang baru disahkan DPR.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ada tiga nama yang kami kantongi, dari unsur legislatif dan eksekutif, yang terindikasi secara sengaja malakukan penghilangan ayat itu dan akan kami laporkan mulai Senin (19/10)," kata Kepala Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan, di Bandar Lampung, Minggu (18/10).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ICW akan melaporkan ketiga nama tersebut masing-masing kepada Badan Kehormatan DPR, Mabes Polri, dan KPK karena melihat adanya penghilangan secara bersama-sama oleh sejumlah pihak dengan konspirasi tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Motivasinya sudah jelas, yaitu uang, dan kami melihat penghilangan ayat tentang tembakau ini jelas mengarah kepada unsur kesengajaan," kata dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ade berharap, pemerintah dan lembaga terkait harus membongkar dan menyelesaikan penghilangan ayat tersebut melalui jalur hukum. Sebab, apabila hal itu tidak dilakukan akan menjadi preseden buruk bagi perkembangan demokrasi dan penegakan hukum ke depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ini adalah sebuah konspirasi, siapa pun tidak bisa seenaknya melakukan penghilangan ayat dalam undang-undang, karena itu harus diusut tuntas," kata Ade Irawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesuai tatib DPR, UU Kesehatan dinyatakan selesai setelah pembahasan tingkat dua atau paripurna pengesahan sehingga tindakan perubahan, penambahan atau penghilangan pasal dan ayat di luar rapat paripurna merupakan tindakan ilegal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasar data yang terkumpul, hasil paripurna Pasal 113 UU tentang Kesehatan berisi tiga ayat, tetapi saat pengiriman kepada Presiden untuk ditandatangani dan disahkan ternyata pasal itu hanya berisi dua ayat, dan Ayat 2 yang ikut disahkan paripurna ternyata hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penghapusan tersebut dilakukan tidak cermat dan tidak diikuti penghapusan pasal demi pasal. Dengan demikian, UU Kesehatan Pasal 113 yang berisi dua ayat masih memiliki tiga ayat penjelasan karena penjelasan dari Ayat 2 masih tetap ada dan tidak ikut dihapus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat yang dihapuskan itu berbunyi, "Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya".(*)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-1102604462306738973?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/1102604462306738973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/icw-ada-tiga-nama-penghilang-ayat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1102604462306738973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1102604462306738973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/icw-ada-tiga-nama-penghilang-ayat.html' title='ICW: Ada Tiga Nama Penghilang Ayat Tembakau'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2575728298694177986</id><published>2009-10-18T17:43:00.001+08:00</published><updated>2009-10-18T17:46:26.778+08:00</updated><title type='text'>“Misi” SBY di Balik Pilihan Demokrat Kuasai Komisi III</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/Strjzc7_39I/AAAAAAAAAFw/zpyBwniWFus/s1600-h/sby.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/Strjzc7_39I/AAAAAAAAAFw/zpyBwniWFus/s320/sby.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393873976810266578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya Komisi III oleh Demokrat dalam pembagian jatah komisi tidaklah mengejutkan. Komisi yang menangani persoalan hukum, perundang-undangan, HAM, dan keamanan ini dinilai sangat sesuai dengan “misi” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melegalisasikan kekuasaannya. &lt;p&gt;Hal ini disampaikan pengamat politik Yudi Latif seusai diskusi di Gedung DPD, Rabu (14/10), menanggapi jatah komisi-komisi “basah” yang diperoleh Demokrat. “Kelihatannya, SBY ingin mempertahankan kekuasaannya berdasarkan kerangka legal. Oleh karena itu, mekanismenya harus berbasis legal dan dia pikir itu (Komisi III) yang perlu dia amankan,” ungkap Yudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, komisi hukum merupakan salah satu komisi strategis yang menangani konstitusi. Komisi ini dinilai sebagai pintu masuk berbagai kebijakan yang bisa menguntungkan dan merugikan pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum sebelumnya mengatakan memilih Komisi III karena bercita-cita untuk konsisten meneruskan upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. (kompas.com, 14/10/2009)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2575728298694177986?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2575728298694177986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/misi-sby-di-balik-pilihan-demokrat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2575728298694177986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2575728298694177986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/misi-sby-di-balik-pilihan-demokrat.html' title='“Misi” SBY di Balik Pilihan Demokrat Kuasai Komisi III'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/Strjzc7_39I/AAAAAAAAAFw/zpyBwniWFus/s72-c/sby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7069476000588506527</id><published>2009-10-18T17:41:00.000+08:00</published><updated>2009-10-18T17:42:23.084+08:00</updated><title type='text'>Koreksi Penting Untuk Pemerintahan Baru</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Eep Saefulloh Fatah, pengajar Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia, dalam kolom Analisis Politik Koran Kompas,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;( 18/8) menulis tentang potensi kekeliruan pemerintah baru SBY ke depan. Menurutnya potensi kekeliruan dibentuk oleh sikap akomodatif Yudhoyono yang berlebihan. Mengakomodasi semua (23) partai peserta resmi koalisi penyokongnya ke dalam kabinet dan/atau pos-pos pemerintahan lainnya bisa mengabaikan kompetensi mereka. Termasuk berpotensi membatasi kemungkinan terbentuknya kabinet yang kompeten, profesional, dan punya integritas.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Potensi kekeliruan berikutnya dibentuk oleh cenderung lemahnya kepemimpinan Yudhoyono. Pertama, menjalankan politik balas budi secara berlebihan sebagaimana terlihat sejak 2004. Politik balas budi berlebihan telah terbukti meningkatkan kerepotan selama lima tahun terakhir. Kedua, tak bersikap tegas terhadap kasus-kasus konflik kepentingan dalam pemerintahannya sehingga membatasi efektivitas manajemen pemerintahan dan kebijakan. Contoh terbaik soal ini adalah berlarut-larutnya penyelesaian lumpur di Sidoarjo. Ketiga, mengelola pemerintahan yang terlampau hati-hati, lamban, dan konservatif. Jangan lupa, SBY-Boediono cenderung satu karakter, tidak saling komplementer sebagaimana SBY-Kalla. Keduanya berpotensi menjadi rem (bukan rem dan gas) dan memfasilitasi terbentuknya pemerintahan yang kurang sigap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Analisis diatas cukup menarik. Namun yang sering dilupkan kalaupun potensi kekeliruan diatas bisa ditangani, pemerintah baru tetap akan berjalan atas dasar Sekuler-Kapitalisme . Justru inilah pangkal kekeliruan terbesar dari pemerintahan baru SBY. Ideologi Kapitalisme telah terbukti gagal selama ini untuk mensejahterakan rakyat dan membangun stabilitas politik yang mapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kebijakan ekonomi Kapitalisme yang liberal yang selama ini dijalankan oleh pemerintahan SBY atau yang sebelumnya justru semakin menambah penderitaan rakyat dan gagal menuntaskan kemiskinan. Meskipun jumlah kemiskinan diklaim menurun namun jumlahnya tetap puluhan juta , angka yang sangat besar . Menurut Biro Pusat Statistik Indonesia jumlah penduduk miskin selama Maret 2009 turun 14,15 persen atau 2,43 juta jiwa, menjadi 32,53 juta jiwa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Padahal didepan mata Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang seharusnya bisa digunakan untuk menuntaskan kemiskinan. Waktu lima tahun adalah waktu yang lebih dari cukup untuk mentuntaskan kemiskinan. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kapitalisme juga telah memberikan jalan bagi negara imperialis untuk mengobok-obok kekayaan alam Indonesia.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ekonomi kapitalis terbukti lebih memihak kepada pemilik modal. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kasus bailout Bank Century memperkuat anggapan ini. Dengan alasan menyelamatkan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bank Century, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 6,7 triliun . Padahal, besaran injeksi dana yang diajukan ke DPR sebelumnya hanya Rp 1,3 triliun. Wapres Yusuf Kalla melah dengan tegas-tegas menyatakan ini adalah perampokan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak hanya itu menurut Drajat Wibowo pengamat ekonomi yang juga anggota DPR menduga pascapenyuntikan Century, LPS akan merugi.Dengan nilai ekuitas sekarang yang Rp 500 miliar, jika dijual dua tahun ke depan, Century hanya laku Rp 1,5-Rp 2 triliun. Setelah disuntik modal, harus ada divestasi setelah tiga tahun. Mungkin kerugiannya Rp 4-Rp 5 triliun. Bailout Century berpotensi menjadi BLBI jilid II ketika terjadi perampokan uang negara untuk kepentingan pemilik modal&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;membebani rakyat hingga Rp 650 triliun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Melanjutkan ideology capitalism bukan hanya pangkal kekeliruan tapi menjadi dosa besar pemerintah baru. Menerapkan ideology kapitalisme disamping merugikan rakyat, menghancurkan negara &lt;span&gt; &lt;/span&gt;juga merupakan kemaksiatan yang terbesar karena berhukum pada hukum kufur. Padahal Allah SWT telah memerintahkan untuk menjalankan syariat Islam secara menyeluruh.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penerapan syariah Islam juga secara praktis akan menghentikan kemiskinan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;meluas ditengah masyarakat. Politik ekonomi syariah yang mewajibkan negara menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat (sandang,pangan, dan papan) akan menjamin kesejahteraan rakyat disamping pendidikan dan kesehatan gratis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Hasil kekayaan alam yang melimpah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari tambang emas, perak, minyak, gas akan digunakan untuk kepentingan rakyat, karena berdasarkan syariah Islam merupakan pemilikan umum (al milkiyah al ‘amah) yang wajib dikelola negara dengan baik untuk kemashlahatan rakyat. Kebijakan ini akan menghentikan penjajahan negara-negara kapitalis di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penerapan syariah Islam akan menghentikan terror terhadap umat Islam atas nama perang melawan terorisme. Perang melawan terorisme ala AS ini telah menjadikan Islam dan umat Islam sebagai obyek. Mulai dari stigma negative terhadap syariah Islam dan symbol-simbol Islam sampai pengawasan dakwah. Siapapun yang diberikan label sebagai teroris kemudian diperlakukan seenaknya oleh aparat, padahal belum terbukti atau ada kemungkinan keliru dalam penangkapan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan syariah Islam tidak boleh ada hubungan apapun (ekonomi, politik, maupun militer) dengan negara imperialis seperti Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya. Status mereka adalah muhariban fi’lan karena telah memerangi secara langsung umat Islam dan membunuh umat Islam di berbagai kawasan dunia. Memutus hubungan dengan negara teroris ini akan menghentikan terorisme. Karena Amerika Serikatlah yang diduga keras menjadi mastermind dari berbagai tindak terror di dunia Islam .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Walhasil kalau pemerintahan baru benar-benar ingin berpihak kepada&lt;span&gt; &lt;/span&gt;rakyat, ideology kapitalisme harus ditinggalkan dan diganti dengan syariah Islam. Dengan syariah Islam, Allah SWT telah menjamin kita akan meraih keselamatan dan barakoh di dunia dan diakhirat.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7069476000588506527?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7069476000588506527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/koreksi-penting-untuk-pemerintahan-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7069476000588506527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7069476000588506527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/10/koreksi-penting-untuk-pemerintahan-baru.html' title='Koreksi Penting Untuk Pemerintahan Baru'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7754377738928860642</id><published>2009-06-09T21:28:00.000+08:00</published><updated>2009-06-09T21:29:32.913+08:00</updated><title type='text'>SUKSESI DAMAI MENUJU KEKUASAAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ketika dihadapkan pada sebuah pertanyaan; bagaimana suksesi kekuasaan dalam pemerintahan demokrasi terjadi secara legal dan bagaimana cara meraih tampuk kekuasaan dalam sistem demokrasi?; barangkali banyak orang bisa menjawabnya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dan jawaban mereka selalu; suksesi kekuasaan terjadi melalui mekanisme pemilihan umum, dan jika seseorang ingin meraih kekuasaan, maka ia harus menerjunkan diri dalam pemilu legislatif dan eksekutif (pilpres).&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Artinya, secara legal formal, suksesi kekuasaan harus terjadi melalui saluran pemilu dan parlemen.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Atas dasar itu, siapa saja yang ingin meraih kekuasaan (baik eksekutif dan legislatif), maka ia harus masuk dalam mekanisme pemilu dan parlemen. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Namun, ketika seseorang ditanya; bagaimana suksesi kekuasaan terjadi dalam Islam dan bagaimana mekanisme meraih tampuk kekuasaan menurut Islam; banyak orang yang tidak bisa menjawabnya dengan jawaban yang benar.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bahkan, mereka menyatakan bahwa kekuasaan Islam tidak mungkin bisa tegak, jika kaum Muslim tidak mengikuti mekanisme suksesi kekuasaan ala sistem demokrasi.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mereka bersikukuh dengan sebuah pendapat bahwa untuk menegakkan kekuasaan Islam, kaum Muslim harus berjuang melalui saluran-saluran suksesi yang sah dan demokratis, yakni terjun dalam pemilu dan parlemen; serta musyarakah dengan pemerintahan kufur. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan perjuangan di luar parlemen dan musyarakah, dianggap sebagai jalan ilegal, bahkan selalu diopinikan berdarah-darah, seram, dan menakutkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lantas, bagaimana cara menegakkan kekuasaan Islam dalam sebuah masyarakat dan negara yang menerapkan demokrasi?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Apakah perjuangan menegakkan kekuasaan Islam harus ditempuh melalui saluran demokrasi (pemilu dan parlemen)? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Filosofi Mengambil Alih Kepemimpinan Umat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Penerapan syari’at Islam secara sempurna dan menyeluruh hanya akan terwujud jika partai politik berhasil mendapatkan pelimpahan kekuasaan dari rakyat. Ini bisa dimengerti karena, kekuasaan merupakan syarat mutlak untuk menerapkan syari’ah Islam. Selain itu, kekuasaan juga dibutuhkan untuk membentuk sebuah pemerintahan Islam yang akan mengatur seluruh urusan rakyat dengan syari’at Islam. Tanpa kekuasaan, penerapan syari’at Islam dalam kehidupan negara dan masyarakat adalah kemustahilan. Atas dasar itu, kekuasaan merupakan prasyarat menuju terbentuknya pemerintahan dan penerapan syari’at Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Atas dasar itu, seluruh partai politik Islam harus memfokuskan dirinya untuk meraih kekuasaan dari tangan rakyat. Sebab, kekuasaan adalah milik rakyat. Rakyat akan menyerahkan kekuasaannya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Ketika rakyat telah menyerahkan kekuasaannya kepada sebuah partai politik, maka partai politik tersebut telah berhasil memiliki kekuasaan (wewenang) untuk mengatur urusan rakyat. Pada saat yang sama, partai politik tersebut akan didukung oleh rakyat dalam mengimplementasikan pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sebuah partai politik akan mendapatkan dukungan dari rakyat ketika pemikiran-pemikiran, standarisasi-standarisasi, dan tata nilai partai politik telah dimengerti dan disetujui oleh rakyat. Ketika pemikiran, standarisasi, dan tata nilai yang diemban oleh partai politik sejalan dengan pemikiran, standarisasi, dan tata nilai rakyat maka, partai politik pasti akan mendapatkan dukungan dari rakyat. Pada saat partai politik mendapatkan dukungan rakyat, tentu saja ia akan mendapatkan limpahan kekuasaan dari rakyat. Dalam kondisi semacam ini, partai politik dianggap telah berhasil meraih kekuasaan dari rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sebuah negara baru akan lahir jika masyarakat telah mengadopsi pemahaman, standarisasi, dan tata nilai baru. Sebab, tiga hal inilah yang akan melahirkan trust (kepercayaan). Sedangkan kepercayaan (trust) adalah dasar terbentuknya sebuah kekuasaan (negara). Jika kepercayaan kepada pemahaman, standarisasi dan tata nilai baru tumbuh di tengah-tengah masyarakat, maka rakyat pasti akan memberikan kekuasaan kepada pihak yang membawa pemikiran, standarisasi, dan tata nilai tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Atas dasar itu, jika kita hendak membangun pemerintahan Islam langkah pertama adalah dengan jalan merebut kepercayaan umat. Kepercayaan umat akan didapatkan ketika pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam telah menyatu pada rakyat.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dengan demikian meraih kekuasaan dari tangan umat harus dimulai dengan cara menanamkan pemahaman, standarisasi, dan nilai-nilai Islam di tengah-tengah masyarakat, hingga pemikiran dan perasaan mereka menyatu dengan partai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sayangnya, pemahaman mayoritas rakyat Islam tentang syari’at Islam sangatlah minim. Bahkan, mereka hampir-hampir tidak lagi mengenal Islam, kecuali sekedar dari simbol-simbol dan praktek-praktek ritualnya. Dalam kondisi seperti ini, perjuangan partai politik Islam untuk menyakinkan rakyat agar mereka mau menyerahkan kekuasaannya kepada partai politik Islam menjadi sangat berat. Sebab, rakyat belum menyatu dengan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam. Padahal tiga hal ini merupakan dasar bagi terbentuknya sebuah kepercayaan. Sedangkan kepercayaan umat merupakan pintu gerbang untuk mendapatkan sebuah kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Atas dasar itu, tugas utama partai politik Islam adalah menyadarkan umat dengan syari’at Islam. Selain melakukan propaganda-propaganda tentang Islam, partai politik harus melibatkan diri dalam proses penyadaran umat terhadap pemahaman, standarisasi dan tata nilai Islam. Sebab, hanya dengan cara inilah umat akan percaya kepada partai politik Islam dan kekuasaan bisa diraih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Diagram di bawah ini adalah gambaran bagaimana struktur kekuasaan (negara) terbentuk, dasar pembentuk kekuasaan, dan posisi partai politik Islam dalam mengambilalih kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;a name="_Toc171509123"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Struktur Dan Pengambilalihan Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/05/grafik-pengambilalihan-kekuasaan.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-12251" title="grafik-pengambilalihan-kekuasaan" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/05/grafik-pengambilalihan-kekuasaan.jpg" alt="" width="500" height="203" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kekuasaan (negara) terbentuk dari trust (kepercayaan/social contract).&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan trust terbentuk dari pemahaman, standarisasi, dan tata nilai. Perubahan kekuasaan ditentukan oleh perubahan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai. Jika pemahaman, standarisasi, dan tata nilai kufur sudah berganti menjadi menjadi islamiy, maka kekuasaan (negara) akan berubah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Atas dasar itu, perubahan kekuasaan di manapun harus dimulai dengan cara mengubah pemahaman, standarisasi, dan tata nilai yang ada di tengah-tengah masyarakat. Bila semesta pembicaraan adalah perubahan masyarakat tidak Islam menjadi masyarakat Islam, maka menanamkan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam merupakan sebuah kemestian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Untuk itu, konsens partai politik Islam harusnya diarahkan untuk membentuk pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam. Sebab, dengan cara inilah trust sekuleristik bisa dihancurkan. Ketika trust telah hancur, maka rakyat akan menyerahkan trust-nya kepada partai politik Islam; dan pada saat itu muncullah kekuasaan Islam. Akan tetapi, selama proses edukasi umat dengan pemahaman, standarisasi, dan tata nilai Islam tidak dijalankan, sangatlah sulit mendapatkan kepercayaan (trust) dari rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Inilah dasar-dasar peralihan sebuah kekuasaan atau negara. Fakta perubahan kekuasaan semacam ini merupakan hasil kajian terhadap fakta dan sebab-sebab perubahan sebuah kekuasaan (negara) di manapun adanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;a name="_Toc171509124"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Manhaj Rasulullah Dalam &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Meraih Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Meraih kekuasaan dari tangan umat adalah thariqah untuk menerapkan syari’ah Islam. Akan tetapi, cara untuk meraih kekuasaan dari tangan umat harus dilakukan sesuai dengan manhaj (metode) yang telah digariskan oleh Rasulullah Saw.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di bawah ini adalah prinsip-prinsip dakwah Rasulullah Saw untuk mengubah masyarakat kufur menjadi masyarakat Islamiy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Perjuangan harus dilakukan secara kolektif (amal jama’i) bukan individual.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Perjuangan semacam ini bisa dituangkan dengan cara membentuk harakah, partai, maupun jama’ah yang bersendikan ‘aqidah Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ini didasarkan pada fakta sejarah perjuangan Rasulullah Saw dan para shahabat. Beliau Saw dan para shahabat merupakan gambaran factual sebuah perjuangan kolektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rasulullah Saw berkedudukan sebagai pemimpin bagi kutlah (kelompok) shahabat yang memimpin para shahabat untuk meruntuhkan rejim kufur saat itu.&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref1" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftn1"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di sisi lain, perjuangan menegakkan kembali sistem Islam tidak mungkin dipikul oleh perjuangan individual, akan tetapi mutlak memerlukan sebuah perjuangan kolektif. Berdasarkan kaedah ushul fiqh, mâ lâ yatimmu al-wâjib illa bihi fahuwa wâjib (suatu kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Menegakkan sistem Islam adalah kewajiban yang tidak mungkin dipikul oleh gerakan individual, akan tetapi harus diemban oleh sebuah kelompok. Walhasil, adanya kelompok merupakan keniscayaan bagi berhasilnya perjuangan menegakkan sistem Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kelompok tersebut melakukan pembinaan (halaqah) anggota-anggotanya dengan tsaqafah Islam, selanjutnya melakukan interaksi dengan masyarakat. Ini ditujukan agar anggota kelompok tersebut memahami visi dan misi perjuangan, dan agar mereka melebur dengan ‘aqidah dan tsaqafah Islam. Namun, kelompok tidak hanya melakukan pembinaan untuk anggota-anggotanya saja, akan tetapi ia harus membina umat agar umat memahami Islam dan mau mendukung perjuangan untuk melangsungkan kembali kehidupan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dengan kata lain, partai Islam harus berjuang sejalan dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw, yang dimulai dari (1) fase pembinaan, (2) fase berinteraksi dengan masyarakat, (3) fase mengambil alih kekuasaan melalui umat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Rasulullah Saw membina para shahabat di rumah Arqam. Beliau juga melakukan halaqah di tempat-tempat yang telah ditentukan. Pembinaan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw ditujukan untuk membentuk kepribadian Islam pada diri shahabat. Tidak hanya itu, pembinaan yang dilakukan oleh beliau Saw juga ditujukan agar para shahabat mampu mendakwahkan Islam kepada masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Beliau dan para shabahat tidak henti-hentinya menyerang kebusukan ‘aqidah-‘aqidah dan pranata jahiliyyah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Beliau dan para shahabat sering menyinggahi pasar-pasar, baitullah, dan tempat-tempat yang sering dituju oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Partai politik Islam&lt;span&gt; &lt;/span&gt;harus mempersiapkan pemikiran dan metode untuk menerapkan pemikiran tersebut kepada masyarakat sedetail dan serinci mungkin. Kelompok Islam tidak boleh hanya berbekal semangat belaka untuk melakukan perubahan di tengah-tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kelompok Islam harus bisa menggambarkan secara detail dan rinci bagaimana sistem pemerintahan, peradilan, politik luar negeri dan dalam negeri, sistem ekonomi, sistem hubungan social Islamiy dan lain-lain. Bahkan ia harus sudah mempersiapkan konstitusi Islam yang menggambarkan sistem Islam secara utuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Partai atau kelompok tersebut hanya mendakwahkan pemikiran-pemikiran dan hukum-hukum yang lahir dari ‘aqidah dan hukum Islam. Partai tidak akan menerima pemikiran-pemikiran yang sudah disusupi oleh ideologi-ideologi, pranata, maupun tata nilai yang bertentangan dengan Islam. Partai politik Islam juga tidak boleh tunduk dengan syarat-syarat yang tidak Islam; misalnya syarat bahwa partai harus mengakui paham-paham kufur, atau tidak boleh mengubah sistem yang ada dengan sistem Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Al-Qur’an telah menyatakan dengan sangat jelas:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“&lt;em&gt;Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu&lt;/em&gt;.” (Qs. al-Baqarah [2]: 208).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam menafsirkan ayat ini Imam Abu al-Fida’ Isma’il Ibn Katsir menyatakan, &lt;em&gt;“Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya, untuk mengambil seluruh ikatan dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya serta meninggalkan seluruh laranganNya, selagi mereka mampu&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref2" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftn2"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan Imam ‘Abdullah bin Ahmad bin Mahmud an-Nasafi dalam kitabnya &lt;em&gt;Madarik at-Tanziil wa Haqâiq at-Ta’wil&lt;/em&gt;, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah berserah diri dan ta’at (&lt;em&gt;al-istislaam wa al-tha’ah&lt;/em&gt;), yakni berserah diri kepadaNya dan ta’at kepada Allah atau Islam&lt;a name="_ftnref3" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftn3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Diriwayatkan dari Ikrimah, firman Allah di atas diturunkan pada kasus Tsa’labah, ‘Abdullah bin Salam, dan beberapa orang Yahudi yang lain. Mereka mengajukan konsensi kepada nabi untuk diijinkan memuliakan hari Sabtu sebagai hari besar orang Yahudi (hari Sabath). Kemudian dijawab oleh Allah dengan ayat di atas.&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref4" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftn4"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selanjutnya Imam ath-Thabari menyatakan bahwa ta’wil ayat di atas adalah seruan kepada orang-orang Mu’min untuk menolak semua perkara yang tidak lahir dari hukum Islam. Ayat ini juga memerintahkan kaum Muslim agar melaksanakan semua syari’at Islam dan melarang kaum Muslim untuk melenyapkan hukum-hukum Islam meskipun sebagian hukum saja.&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref5" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftn5"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Inilah prinsip-prinsip dasar dalam memperjuangkan penerapan Islam di tengah-tengah kehidupan. Masalah ini harus dijadikan fokus perhatian oleh setiap gerakan Islam yang ingin berdakwah sesuai dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sungguh, apabila partai politik-partai politik Islam memperjuangkan Islam sesuai dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw, tentu mereka akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Sebaliknya, jika mereka tidak berjuang sejalan dengan manhaj dakwah Rasulullah Saw, mereka akan menuai kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dari seluruh penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa pemilu dan parlemen sekarang ini bukan jalan syar’i untuk memperjuangkan penerapan syari’at Islam. Akan tetapi, jalan syar’i untuk melakukan perubahan masyarakat adalah manhaj dakwah Rasulullah Saw. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Wallahu al-Hadiy al-Muwaffiq ila Aqwam al-Thariq. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Syamsuddin Ramadhan An Nawiy –Lajnah Tsaqafiyyah HTI).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt; &lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" size="1"&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;div id="ftn1"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="ltr"&gt;&lt;a name="_ftn1" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftnref1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt; Lihat Ibn Hisyam, &lt;em&gt;as-Sirah an-Nabawiyyah&lt;/em&gt;. Bandingkan pula dengan Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, &lt;em&gt;ad-Daulah al-Islamiyyah&lt;/em&gt;, hal. 13-14.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn2"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;" dir="ltr"&gt;&lt;a name="_ftn2" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftnref2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt; Imam Ibn Katsir, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tafsîr al-Qur’an al-‘Azhim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;, jld. I, hal. 247.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn3"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="ltr"&gt;&lt;a name="_ftn3" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftnref3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; Imam An Nasafiy, &lt;em&gt;Madaarik al-Tanziil wa Haqaaiq al-Ta`wiil,&lt;/em&gt;juz 1, hal. 105&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn4"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;" dir="ltr"&gt;&lt;a name="_ftn4" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftnref4"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt; &lt;span&gt;Imam ath-Thabari, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jami’ al-Bayan fi Tafsîr al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt; jld. II, hal. 337.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn5"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;" dir="ltr"&gt;&lt;a name="_ftn5" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/28/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam/#_ftnref5"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;"&gt; &lt;span&gt;Ibid, hal. 337.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7754377738928860642?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7754377738928860642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/06/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7754377738928860642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7754377738928860642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/06/suksesi-damai-menuju-kekuasaan-islam.html' title='SUKSESI DAMAI MENUJU KEKUASAAN ISLAM'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-913277397429167637</id><published>2009-06-09T21:11:00.000+08:00</published><updated>2009-06-09T21:14:27.766+08:00</updated><title type='text'>Politisasi Agama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu kerudung istri capres dan cawapres segera menyulut perdebatan tentang politisasi agama. Isu ini digunakan untuk menyerang kesolehan lawan politik. Terutama berkembang di kalangan kaum santri di perkotaan maupun daerah pinggiran.Di sisi lain, penggunaan isu kerudung dan agama  dianggap sebagai politisasi agama yang berbahaya karena mengancam Negara dan pluralitas, sikap sekterian dan eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu tidak setuju kalau agama hanya digunakan untuk kepentingan politik jangka pendek memenangkan pemilu. Apalagi kemudian setelah menang pemilu, agama ditinggalkan seperti yang selama ini terjadi. Elit-elit politik cendrung mendadak Islami menjelang pemilu. Mulai dari pakai kopiah – meskipun tidak selalu mencerminkan Islam-, sholat jum’at , sampai kunjungan ke pesantren dan majelis ta’lim. Setelah menang pemilu, wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu juga sangat naïf, kalau penggunaan kerudung atau kesolehan individual para elit politik dijadikan satu-satunya dasar untuk pilihan politik. Kesolehan ritual para elit sangat penting , namun tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah bangsa dan Negara ini. Sebab, masalah bangsa dan Negara adalah persoalan system, yakni diterapkannya system kapitalisme. Inilah yang menjadi pangkal kerusakan dan kehancuran negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita membutuhkan bukan sekedar pemimpin yang soleh secara ritual. Tapi pemimpin yang mau mencampakkan ideology dan system kapitalisme menggantikannya dengan penerapan syariah Islam dalam segala aspek kehidupan. Sekali lagi bukan berarti pemimpin yang sholeh secara ritual tidak baik, tapi tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah system harus juga diselesaikan secara system. Di sinilah relevansi institusi Khilafah yang akan melegalkan penerapan syariah Islam dalam segenapa aspek kehidupan.Kita membutuhkan penerapan syariah Islam yang bukan sekedar simbol, tapi bukan berarti kita menolak symbol-simbol Islam. Kita membutuhkan symbol Islam sekaligus penerapan syariah Islam sejati yang menyeluruh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain kita juga mengecam sikap alergi syariah (syariahphobia) para elit sekuler. Tudingan serampangan, bahwa setiap penggunaan syariah Islam berarti politisasi agama adalah murahan. Menyempitkan agama dengan menganggap itu persoalan pribadi adalah keliru besar. Apalagi kalau itu ditujukan kepada Islam. Sebab syariah Islam mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk ekonomi, politik, pendidikan dan aspek social lainnya. Pem’bonsai’an agama yang dilakukan para sekuleris justru membuat agama mandul untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kita perlu menegaskan Negara ini hancur justru karena diterapkan ideology kapitalisme sekuler dan dicampakkannya syariah Islam. Syariah Islam berasal dari Allah SWT yang Maha Sempurna, mustahil mencelakakan manusia. Penerapan syariah Islam akan menyelamatkan bangsa dan Negara ini. Imam Al Ghozali telah mengingatkan kita dalam kitabnya Al Iqtishod fil I’tiqod tentang pentingnya agama menjadi asas bermasyarakat dan Negara sebagai pilar yang menjaga masyarakat dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tudingan bahwa syariah Islam mengancam pluritas adalah kebohongan. Islam mengakui realita ada perbedaan suku, ras , warna kulit ditengah masyarakat untuk saling kenal mengenal (ta’aruf). Yang diharamkan Islam adalah ketika suku,ras, dan atau kebangsaan, menjadi ikatan tertinggi dan termulia yang menjadi dasar yang menyatukan. Apalagi kalau kemulian diukur berdasarkan suku, ras, atau kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia akan terkotak-kotak kalau ini terjadi. Ini juga akan mengancam persatuan dan kesatuan umat Islam. Sebab ikatan yang paling mulia dan tertinggi adalah hablullah (tali Allah) yakni Al Qur’an. Atas dasar ikatan aqidah ini, Islam menyatukan manusia diseluruh dunia lintas bangsa, ras, dan warna kulit. Dalam Islam, ukuran kemulian seseorang dan sebuah bangsa adalah ketaqwaannya kepada Allah SWT, apakah menjalankan aturan Allah SWT atau tidak. Siapapun bisa menjadi taqwa tidak peduli bangsa, warna kulit, atau jenis kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara historis terbukti khilafah Islam menjadi Negara adi daya yang menyatukan berbagai ras, warna kulit, bangsa, suku, termasuk berbagai agama. Islam tersebar ke berbagai kawasan dunia mulai dari jazirah Arab, Afrika, Eropa hingga ke Asia. Pengakuan jujur tampak dari pernyataan Carleton, menurutnya : Peradaban Islam merupakan peradaban terbesar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan negara adi daya dunia (superstate) terbentang dari satu samudera ke samudera yang lain; dari iklim utara hingga tropis dengan ratusan juta orang di dalamnya , dengan perbedaan kepercayaan dan suku (Carleton : “ Technology, Business, and Our Way of Life: What Next)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah Islam juga bukan hanya untuk kebaikan muslim. Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Kalau syariah Islam diterapkan akan memberikan kebaikan bukan hanya kepada muslim tapi non muslim. Jaminan kebutuhan pokok perindividu berlaku juga bagi non muslim. Termasuk jaminan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, pantas kita menyimak T.W. Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam yang menyatakan: “Kala Konstantinopel dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras, dan untuk itu dikeluarkan sebuah Dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan para penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil.” (Farid Wajdi)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-913277397429167637?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/913277397429167637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/06/politisasi-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/913277397429167637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/913277397429167637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/06/politisasi-agama.html' title='Politisasi Agama'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2903273748008419272</id><published>2009-06-09T21:04:00.000+08:00</published><updated>2009-06-09T21:06:30.406+08:00</updated><title type='text'>Menuju Mahasiswa Muslim Sukses</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Normal (Web)"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} h3 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 3 Char"; 	margin-top:.75pt; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:.75pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:10.5pt; 	font-family:"Verdana","sans-serif"; 	color:black; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	font-weight:bold;} p 	{mso-style-unhide:no; 	margin-top:1.5pt; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:1.5pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:8.5pt; 	font-family:"Verdana","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:black; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} span.Heading3Char 	{mso-style-name:"Heading 3 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 3"; 	mso-ansi-font-size:10.5pt; 	mso-bidi-font-size:10.5pt; 	font-family:"Verdana","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Verdana; 	mso-hansi-font-family:Verdana; 	color:black; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	font-weight:bold;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:2.0cm 2.0cm 2.0cm 2.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Oleh: Muhammad Shiddiq al-Jawi&lt;br /&gt;Publikasi 09/04/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hayatulislam.net - &lt;b&gt;Pengantar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dapat diartikan sebagai keadaan tercapainya tujuan atau cita-cita. Lawannya adalah gagal, yaitu keadaan tidak tercapainya suatu tujuan atau cita-cita. Sukses di sini masih memiliki arti umum, dalam arti bisa bernilai benar atau salah, tergantung pada pandangan hidup yang mendasari perumusan tujuan dan standar yang digunakan untuk menilai suatu kesuksesan dan kegagalan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang perampok misalnya, dapat dikatakan sukses bila dia berhasil merampok barang yang telah ditargetkannya. Sementara seorang petani, dikatakan sukses bila berhasil melakukan panen dengan hasil yang sesuai dengan harapannya. Jadi, “sukses” tidak selamanya identik dengan “benar”. Bisa saja seseorang merasa sukses, namun sebenarnya dia tidak berada di atas kebenaran. Dengan kata lain, hakikatnya dia telah gagal.Yang harus dicari adalah kesuksesan yang sejati, yaitu kesuksesan yang berada dalam jalur kebenaran. Ini hanya terwujud bila seseorang mencapai suatu tujuan yang didasarkan pada pandangan hidup dan standar yang benar. Dan di samping itu, kesuksesan itu harus diraih dengan cara yang benar pula, bukan dengan sembarang cara. Kesuksesan yang diraih lewat jalan yang tidak benar, sebenarnya adalah kesuksesan yang semu dan palsu, bukan kesuksesan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kiranya dengan dunia mahasiswa. Tatkala seseorang ingin menjadi mahasiswa yang sukses dalam kuliahnya, maka pertanyaan kritis yang harus dijawab adalah, apa tujuan dari kuliahnya? Standar-standar serta indikator-indikator apa yang dipakai untuk mengukur tercapainya tujuan itu? Apakah tujuan itu sudah didasarkan pada pandangan hidup yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Antara Fakta Dan Idealita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia saat ini –termasuk Dunia Islam-- dicengkeram oleh ideologi kapitalisme, yang berasaskan ide sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan). Dengan demikian, seluruh aspek kehidupan termasuk juga pendidikan, akan terwarnai dan terpola oleh ideologi asing tersebut. Dalam sebuah sistem kehidupan yang menerapkan atau terpengaruh dengan ideologi ini, sistem pendidikan akan senantiasa bersifat sekuleristik. Pendidikan tidak akan memberikan ruang yang cukup bagi agama, sebab agama bukanlah sesuatu yang penting dalam kehidupan. Agama hanya mengatur hubungan pribadi manusia dengan Tuhan, sementara hubungan manusia dengan manusia lainnya, seperti aspek politik, ekonomi, budaya, tidaklah diatur oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dapat dilihat bahwa &lt;i&gt;out put&lt;/i&gt; sistem pendidikan seperti ini, hanya akan menjadi manusia yang pandai dalam ilmu pengetahuan, namun dangkal dalam pemahaman agama. Para alumnus sistem ini akan menjadi manusia yang sekuleristik, materialistik, oportunistik, dan individualistik. Dikatakan sekuleristik, karena dia akan meletakkan agama dalam posisi terbatas yang hanya mengatur hubungan manusia dengan tuhannya. Sementara aspek interaksi sosial yang luas, dianggapnya tidak perlu diatur dengan agama. Bersifat materialistik, karena tujuan hidupnya hanya mengejar kesenangan duniawi semata, seperti harta benda, jabatan, dan sebagainya, namun lupa akan tujuan akhiratnya. Dikatakan oportunistik, karena cara dia mengukur segala tindakannya adalah berdasarkan manfaat belaka, atau untung rugi, bukan berdasarkan ketentuan halal-haram.Dan bersifat individualistik, karena dia akan menjadi orang yang hanya mementingkan diri sendiri, serta kurang menaruh kepedulian dan perhatian kepada orang lain. Memang manusia seperti ini akan bisa &lt;i&gt;hidup&lt;/i&gt;, namun jelas bukan &lt;i&gt;hidup yang benar&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem sekuleristik seperti ini, sukses tidaknya seorang mahasiswa tentunya hanya akan diukur berdasarkan indikator-indikator akademik semata yang kering dari sentuhan nilai dan norma agama. Mahasiswa tetap dikatakan sukses setelah dia menyelesaikan studinya dalam waktu sekian tahun, dengan indeks prestasi sekian, meskipun dia dangkal atau bahkan bodoh dalam pemahaman agamanya. Apakah manusia seperti ini yang dikehendaki Islam? Cukupkah kesuksesan mahasiswa muslim hanya diukur dengan indikator-indikator akademik semata yang cenderung sekuleristik itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Islam telah menetapkan tujuan dalam sebuah proses pendidikan, yang hanya bisa dicapai bila sebuah sistem pendidikan didasarkan pada ideologi Islam, bukan ideologi kapitalisme seperti yang ada saat ini. Tujuan pendidikan dalam Islam adalah &lt;u&gt;terbentuknya kepribadian Islam (&lt;i&gt;Syakhshiyyah Islamiyyah&lt;/i&gt;) yang dibekali dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang diperlukan dalam kehidupan&lt;/u&gt; (Lihat &lt;b&gt;&lt;i&gt;Muqaddimah Dustur&lt;/i&gt;, Taqiyyuddin An Nabhani&lt;/b&gt;, hal. 414). Memiliki kepribadian Islam, berarti seseorang mempunyai pola pikir (&lt;i&gt;aqliyah&lt;/i&gt;) yang Islami, yaitu dia akan menjadikan Aqidah Islamiyah sebagai standar untuk menilai segala pemikiran yang ada. Di samping itu, dia mempunyai pola jiwa/sikap (&lt;i&gt;nafsiyah&lt;/i&gt;) yang Islami, yaitu mempunyai kecenderungan perasaan yang Islami dan memenuhi segala kebutuhannya dengan standar &lt;b&gt;Syariat Islamiyah&lt;/b&gt;, baik kebutuhan jasmaninya (&lt;i&gt;al hajat al ‘udlwiyah&lt;/i&gt;), seperti makan dan minum, maupun kebutuhan naluriahnya (&lt;i&gt;al gharizah&lt;/i&gt;), yang meliputi naluri beragama (&lt;i&gt;gharizah tadayyun&lt;/i&gt;), naluri mempertahankan diri (&lt;i&gt;gharizatul baqa’&lt;/i&gt;), dan naluri melangsungkan keturunan (&lt;i&gt;gharizatun nau’&lt;/i&gt;), beserta segala penampakan (&lt;i&gt;mazhahir&lt;/i&gt;) yang muncul dari ketiga naluri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ilmu dan pengetahuan yang menjadi bekal hidup, adalah segala jenis ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk kehidupan bermasyarakat, seperti sains dan teknologi beserta segala macam ilmu cabang dan terapannya. Namun demikian, Aqidah Islamiyah harus dijadikan standar dalam hal pengambilan atau pengamalannya. Segala ilmu yang sesuai Aqidah Islamiyah saja yang boleh diambil dan diamalkan. Yang bertentangan dengan Aqidah Islamiyah haram untuk diambil dan diamalkan. Dari segi pengetahuan dan studi, Islam memang membolehkan segala macam ilmu, meskipun bertentangan dengan Islam. Tetapi dari segi pengambilan/pengamalan dan &lt;i&gt;i’tiqad&lt;/i&gt; (keyakinan), Islam hanya membolehkan pengetahuan yang tidak bertentangan dengan Islam, bukan yang lain. (&lt;i&gt;Ibid&lt;/i&gt;., hal. 413).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dapat diringkas bahwa pendidikan Islam mempunyai tujuan: 1). Pembentukan kepribadian Islam (&lt;i&gt;Syakhshiyyah Islamiyyah&lt;/i&gt;), dan 2) Penguasaan berbagai ilmu pengetahuan yang diperlukan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah seharusnya seorang mahasiswa muslim menetapkan indikator-indikator kesuksesannya, sebab dia bukan sekedar beridentitas mahasiswa, tetapi juga seorang muslim. Identitas keislaman ini tentu tak boleh dia tanggalkan dalam segala kiprahnya di dunia, termasuk kiprahnya dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kiat Mahasiswa Muslim Sukses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, kiranya jelas bahwa seorang mahasiswa muslim yang sukses dapat dicirikan dengan dengan 2 (dua) indikator: &lt;u&gt;Pertama&lt;/u&gt;, Dimilikinya kepribadian Islam (&lt;i&gt;Syakhshiyyah Islamiyyah&lt;/i&gt;), &lt;u&gt;Kedua&lt;/u&gt;, Dikuasainya ilmu pengetahuan yang menjadi bidang studinya. Seorang mahasiswa muslim yang sukses, dengan demikian, adalah mahasiswa yang berhasil memiliki kedua indikator tersebut secara bersamaan. Jadi mahasiswa yang hanya menguasai pengetahuan yang menjadi objek studinya, namun dangkal dalam pemahaman Islamnya, hakikatnya adalah &lt;u&gt;mahasiswa yang gagal&lt;/u&gt;. (Meskipun menurut ukuran konvensional yang sekuleristik, dia adalah mahasiswa yang “sukses”!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memiliki kepribadian Islam, pada prinsipnya seorang mahasiswa harus mempelajari Islam secara mendalam. Dia harus menjadikan Aqidah Islamiyah sebagai landasan berpikirnya, yang dengannya dia dapat berpikir Islami dengan menjadikan Aqidah Islamiyah sebagai standar untuk menilai segala pemikiran yang ada. Dia harus juga menjadikan Syariat Islamiyah –yang lahir dari Aqidah Islamiyah—sebagai standar untuk menetapkan kecenderungannya dan memenuhi segala kebutuhannya. Salah satu karakter muslim yang berkepribadian Islam, untuk konteks sekarang, adalah mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap kondisi umat. Kondisi umat Islam di seluruh dunia yang kini dikuasai oleh ideologi kapitalisme yang kafir, harus membuatnya terhentak dan tersadar dengan keadaran yang penuh dan menyeluruh untuk turut serta dalam proses perubahan menuju kondisi yang Islami. Secara konkret, muslim yang peduli dengan keadaan umat itu akan mengindentifikasikan dirinya sebagai seorang pengemban dakwah (&lt;i&gt;hamilud dakwah&lt;/i&gt;), sebab metode Islam untuk mengubah kondisi tak Islami menjadi Islami tak lain adalah dengan jalan mengemban dakwah Islamiyah (&lt;i&gt;hamlud dakwah al islamiyah&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguasai ilmu pengetahuan yang menjadi objek studinya, seorang mahasiswa harus sukses secara akademik. Kusman Shadik (1996) memaparkan kiat-kiat praktis untuk mencapai sukses akademik di IPB, khususnya di TPB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;One.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Kepercayaan Diri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menumbuhkan kepercayaan diri bahwa Anda punya potensi besar untuk meraih sukses di IPB, merupakan langkah awal yang perlu dimiliki. Kepercayaan diri ini tentunya adalah kepercayaan yang didasarkan pada adanya potensi intelektual yang nyata, bukan kepercayaan diri palsu yang tidak didasarkan pada potensi intelektual yang nyata atau hanya sekedar berdasarkan ilusi kosong. Rasa percaya diri akan berpola positif apabila ditunjang oleh usaha yang gigih agar potensi intelektual yang ada ini dapat teraktualisai secara optimal dalam kegiatan perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Two.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Kesehatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban studi yang tidak ringan jelas memerlukan dukungan faktor kesehatan. Karena itu, suatu hal yang penting diperhatikan adalah masalah kesehatan tubuh. Berupayalah Anda memiliki kesehatan tubuh yang selalu prima agar Anda dapat mencapai hasil optimal dalam menyelesaikan beban kuliah, responsi, dan praktikum. Menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat secara cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Three.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Metode Belajar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode belajar di IPB sangat berbeda dibandingkan dengan masa SMU. Di TPB ini seorang mahasiswa dituntut bukan hanya sekedar “bisa”, tetapi dituntut sampai pada tingkat “memahami”. Proses mencapai pemahaman adalah mengkaitkan setiap informasi dengan fakta, atau mengkaitkan fakta dengan informasi. Faktor terpentingnya, adalah informasi. Karenanya, informasi (tentang mata kuliah) harus selalu ditambah. Penambahan informasi selain dari diktat kuliah dapat dilakukan melalui sarana perpustakaan yang ada, terutama buku ajar yang dijadikan sebagai referensi buku diktat tiap mata kuliah. Buku-buku tersebut selain dapat memperluas konsep dasar dari mata kuliah yang bersangkutan juga dapat melatih Anda untuk mengerjakan bentuk-bentuk soal yang biasanya disertakan pada akhir tiap bab. Buku ajar ini hampir semuanya ditulis dalam bahasa Inggris. Karenanya, kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu penunjang kesuksesan akademik di IPB, terutama setelah kuliah di fakultas. Jadwalkan waktu belajar dengan baik dan belajarlah secara teratur, meskipun waktu ujian atau kuiz masih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Ujian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian merupakan momen penting yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam suatu mata kuliah. Dalam menghadapi ujian di TPB perlu diperhatikan beberapa hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perasaan tenang dan percaya diri merupakan komponen utama dalam menghadapi ujian. Hindarkan perasaan stress, gugup, atau gelisah yang hanya akan menghancurkan konsentrasi dan menggerogoti daya berpikir kita yang sesungguhnya. Karenanya, berdoalah yang khusyu’ sebelum ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memantapkan secara sempurna tentang topik yang akan diujikan. Yang ideal, pemantapan atau penguasaan mata kuliah hendaknya dilakukan secara bertahap. Bukan secara dadakan atau instan dengan gaya “SKS” (Sistem Kebut Semalam). Penumpukan informasi dalam volume besar dalam waktu yang singkat sangat tidak efektif dan hanya akan memberikan beban yang berlebihan (&lt;i&gt;over-loaded&lt;/i&gt;) terhadap otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengenal lebih dini tentang format soal ujian untuk tiap mata kuliah yang biasanya berbeda-beda antara satu mata kuliah dengan mata kuliah lainnya. Untuk mengetahui hal ini dapat dilihat pada berkas ujian pada tahun sebelumnya. Hubungan yang baik dengan kakak kelas dalam hal ini tentu akan sangat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Mempersiapkan langkah teknis ujian akhir dengan baik, seperti KTM, pulpen, minimal 2 buah, kalkulator apabila ujian tersebut diperkenankan untuk menggunakan kalkulator. Meskipun sepertinya sepele, namun bila tidak disiapkan secara apik dan cermat, akan bisa mempengaruhi mental kita dalam mengerjakan soal ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang telah disampaikan di atas yang berkenaan dengan kiat sukses dalam meraih prestasi akademik di IPB khususnya TPB, kiranya dapat dijadikan sebagai bahan masukan agar waktu, tenaga, dan potensi yang ada dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya menjadi mahasiswa muslim yang sukses memang merupakan dambaan. Namun sekali lagi perlu diperhatikan benar, apa indikator “kesuksesan” yang digunakan. Jangan sampai Anda merasa menjadi sukses, padahal sebenarnya gagal. Mahasiswa muslim yang sukses adalah mahasiswa berhasil meraih 2 (dua) hal sekaligus: &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Menjadi muslim yang berkepribadian Islam, dan &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Meraih kesuksesan secara akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seorang mahasiswa yang berkepribadian Islam juga dituntut untuk peduli terhadap keadaan umat, dengan jalan turut serta memikul tanggung jawab dakwah Islamiyah demi terwujudnya tatanan umat dan masyarakat yang Islami. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;[ ]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2903273748008419272?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2903273748008419272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/06/menuju-mahasiswa-muslim-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2903273748008419272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2903273748008419272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/06/menuju-mahasiswa-muslim-sukses.html' title='Menuju Mahasiswa Muslim Sukses'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7670191891260871344</id><published>2009-04-30T17:28:00.003+08:00</published><updated>2009-04-30T18:42:15.038+08:00</updated><title type='text'>Pelajaran dari Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sungguh kehidupan ini adalah sesuatu yang sangat berharga karena dengan kehidupan kita dapat belajar banyak hal yang akan semakin membuat kita memahami segala sesuatu. Kehidupan ini adalah sebuah keadaan yang diciptakan oleh Allah SWT agar kita banyak belajar dan semakin mengakui keagungan dan kebesaran Pencipta alam semesta. Tetap jangan salah kehidupan ini juga merupakan suatu ujian yang akan menentukan apakah kita adalah seorang hamba yang beriman atukah tidak, ujian yang ditimpakan kepada seseorang dalam kehidupan ini tidak mengenal batas usia, jabatan, kaya ataupun msikin. Semuanya senantiasa akan mendapat ujian tersebut karena medan kehidupan ini penuh onak dan duri yang menghalangi gerak langkah kita. Ujian yang datang kepada diri seseorang seharusnya dipahami sebagai bukti cintanya Allah SWT kepada kita, karena sesungguhnya setiap manusia senantiasa akan memperoleh ujian semakin dia beriman semakin berat pula ujian kehidupan yang akan dihadapinya, ketika dia tidak kuasa untuk menghadapi ujian tersebut maka Allah akan mengurangi ujian yang diberikan kepada seseorang dan sesungguhnya perlu kita pahami bahwa ujian akan senantiasa datang hingga kita ibarat manusia yang berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari saya membantu orang tua dan tukang batu untuk memperbaiki rumah yang sedang berada pada kondisi perbaikan, mengingat rumah saya atapnya yang seng sudah lapuk dan ada beberapa bagian rumah yang ingin dibuatkan tembok. Ketika awalnya saya beranggapan bahwa profesi sebagai tukang batu hanya mengandalkan otot saja, tetapi alangkah tercengangnya saya ketika melihat bahwa untuk membangun sebuah tembok itu perlu perhitungan yang matang dan perhitungan yang cermat dari sang tukang batu agar tembok tersebut dapat berdiri dengan kokoh. Sungguh saya telah salah sangka ternyata tukang batu ini juga musti mempergunakan akalnya untuk mengerjakan bangunan rumah yang sebenarnya tidak pernah mereka pelajari kerena tingkat pendidikan yang mereka dapatkan palingan cuman tamat SD tetapi ternyata walaupun mereka tidak belajar tentang teori justru yang terjadi pada diri mereka selaku tukang batu adalah proses pengaplikasian yang nyata "sungguh hebat dan luar biasa". Oleh karena itu, tentunya kita tidak boleh memandang rendah seseorang karena pada hakekatnya kita semua sama didepan Allah SWT yang membedakan kita hanya ketakwaan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup oh hidup sungguh engkau sangat indah tetapi keindahan yang engkau berikan kepada kami adalah sebuah keindahan yang menipu karena ketika kita terlena oleh kehiduapan bisa saja kita terserang oleh sebuah penyakit kronis yang sangat mematikan bahkan dokter sekali pun tidak akan mampu menyembuhkan penyakit ini kecuali dia adalah seorang dokter ideologis yang bertakwa dan beriman kepada Allah SWT hingga dengan itu dia kan mampu menyentuh dan menyadarkan seseorang dengan stimulus islam, penyakit itu tidak lain dan tidak bukan adalah "CINTA DUNIA DAN TAKUT AKAN KEMATIAN", cinta memang indah tetapi cinta yang satu ini saya harapkan untuk dicampakkan jauh-jauh dan bagusnya dibuang ke tong sampah karena cinta ini justru akan melenakan kita dan membuat kita jauh dari Allah SWT. Tidak ingatkah kita akan kasus Qorun di dalam Al-Qur'an dimana pada awalnya dia adalah seorang yang sangat taat beribadah tetapi ketika ia diberi kekayaan kepada Allah maka akhirnya ia sombong dengan kekayaan tersebut. Tetapi saya tidak mengkampanyekan bahwa sebagai seorang muslim kita harus miskin, bukan itu yang saya maksud klo secara pribadi saya lebih memilih menjadi seorang hamba yang kaya dan beriman daripada seorang miskin yang beriman, walaupun kebahagiaan itu tidak hanya diukur dengan harta semata. Tetapi seharusnya dengan harta yang diberikan oleh Allah kita menjadi hamba yang banyak bersyukur dan mengingat bahwa didalam harta yang kita miliki ada bagian orang-orang fakir dan miskin yang harus kita berikan kepada meraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penutup dari tulisan ini saya ingin mengingatkan kembali janganlah terlena oleh kehidupan dunia, jadikanlah fenomena di dalam kehidupan ini sebagai batu loncatan yang akan semakin membuat kita belajar dan semakin mengagumi kebesaran Allah SWT. Semoga Istiqomah menjalani kehidupan hingga saatnya ajal menjemput dan kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang akan memperoleh hadiah special dari pencipta alam semesta yakni surga yang luasnya seluas langit dan bumi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7670191891260871344?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7670191891260871344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/pelajaran-dari-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7670191891260871344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7670191891260871344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/pelajaran-dari-kehidupan.html' title='Pelajaran dari Kehidupan'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-4699190719145896936</id><published>2009-04-28T14:56:00.004+08:00</published><updated>2009-04-28T15:10:06.962+08:00</updated><title type='text'>Kemerdekaan Pers Bukanlah Suatu kemerdekaan yang Bersifat Absolut</title><content type='html'>&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:7948291; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-959932190 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:38.25pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Salah seorang tokoh yang sangat mendukung kebebasan pers adalah RH Siregar, beliau sangat konsisten terhadap pembelaan kemerdekaan pers. Berdasarkan hal tersebut dapat kita temui bahwa beliau sangat tidak setuju dengan adanya berbagai macam kontrol yang bersifat ketat terhadap para jurnalis dalam melaksanakan tugasnya. Akan tetapi yang perlu di khawatirkan dalam keinginan beliau yang sangat besar terhadap kebebasab pers menyebabkan pada suatu kondisi yang berlebihan ketika membela pers. Yang seakan-akan memberikan justifikasi bahwa beliau mendorong kearah kebebasan yang menyebabkan para jurnalis bebas dari ancaman apapun dalam aktivitasnya, sehingga tidak ada pembatasan terhadap ruang gerak para jurnalis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sesungguhnya ketika kita melihat secara teliti dan cermat maka akan kita temukan bahwa kemersekaan pers bukanlah merupakan “tujuan” melainkan tidak lebih sebagai “sarana” untuk mencapai tujuan tertentu. Ada beberapa hal yang dapat kita jadikan sebagai patokan awal dalam melihat kebebasan pers :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kemerdekaan pers dibutuhkan untuk pencarian kebenaran. Hal ini dapat dijadikan sebagai patokan dasar untuk memberikan ruang gerak terhadap pers yang bersifat bebas karena ketika kita melihat sejarah akan ditemukan dimasa yang lalu bahwa suatu lembaga ataukah pemegang otoritas cenderung melaksanakan aktivitas yang dapat menghalangi akses terhadap fakta dan kebenaran yang terjadi untuk melindungi otorotas mereka. Disinilah peran pers untuk mengungkapkan hal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kemerdekaan pers sangat dibutuhkan untuk mengontrol para penguasa. Pers inilah yang akan melaksanakan tugas kontroling terhadap penguasa dalam suatu negara karena menurut Lord Acton : “Kekuasaan Cenderung Korup, Kekuasaan Absolut Mutlak Korup!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Proses penciptaan suatu kondisi masyarakat yang punya pengetahuan tentang lingkungan agar mereka dapat mengambil keputusan secara rasional dalam proses pengambilan keputusan akan tercipta dengan adanya kebebasan pers. Dengan semikian pers akan menciptakan suatu keadaan yang menjembatani keterlibatan publik dalam proses politik suatu negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kondisi “Public Sphere” akan tercipta melalui adanya kebebasan pers. Public Sphere itu sendiri menciptakan suatu kondisi ruang yang bebas dimana beragam suara yang saling bertentangan dapat terwadahi secara merdeka dan otonom.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Dalam negara yang menganut paham demokrasi dapat kita lihat bahwa peran pers sangat dibutuhkan untuk menciptakan suatu kebebasan, karena ada beberapa hal yang akan hanya bisa terwadahi secara optimal dalam negara demokrasi yakni ketika kemerdekaan pers itu tercipta. Namun walaupun kemerdekaan pers sangat dibutuhkan bukan berarti kebebasan yang mereka lakukan adalah kebebasan yang tanpa batas. Para jurnalis haruslah menghormati etika-etika yang berlaku ditengah-tengah masyarakat yang dengan hak istimewa yang mereka miliki untuk mengumpulkan informasi maka mereka dapat dengan seenaknya melakukan berbagai macam pemberitaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya kemerdekaan pers harus ditundukkan pada kerangka untuk mengumpulkan dan menyiarkan informasi yang ada kaitannya dengan kepentingan publik. Jadi jelas yang menjadi perhatian utama dalam proses pemberitaan yang dilakukan adalah kepentingan publik dan kemaslahatan masyarakat. Mereka bebas dalam kerangka tersebut dan dapat mengeksplorasi kemampuan mereka sampai pada tingkatan yang dengan pemberitaan merka dapat membela kepentingan-kepentingan rakyat. Jadi jelas berbagai macam penginformasian diluar pada kerangka kepentingan publik tidak seharusnya dilakukan oleh pata jurnalis. Semisal penyebaran pornografi, penyebaran fitnah, penghinaan dan sebagainya. Hal-hal seperti itu sebenarnya justru hanya akan mencederai pers itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kemerdekaan yang diberikan kepada pers adalah suatu kemerdekaan yang “bertanggung jawab” bukan justru dengan kemerdekaan pers yang memberikan hak istimewa kepada para jurnalis menyebabkan mereka menjadi orang-orang yang sangat bebas dalam berbagai macam hal dengan menjadikan payung hukum sebagai pelindung mereka. Dari sini dapat kita lihat bahwa seorang jurnalis harus mampu mempertanggung jawabkan informasi yang disampaikannya. Merekia tidak boleh menyiarkan suatu informasi yang berisi berita bohong. Dalam hal ini dalam mekanisme pers telah tersedia suatu mekanisme yang jelas untuk melakukan pembelaan diri terhadap berbagai macam pemberitaan yakni berupa “Hak Jawab” dari objek yang menjadi sasaran pemberitaan sebagai jawaban terhadap penyebaran informasi yang tidak benar terhadap objek tersebut. Hak jawab ini bersifat suatu pembelaan, tetapi hak jawab ini bersifat alternatif artinya dapat digunakan dapat juga tidak. Jika seandainya seseorang dapat menjelaskan perihal suatu pemberitaan yang tidak akurat dan penyebaran informasi yang merugikan orang lain maka pers pantas dihukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Namun eksistensi dari pers ini juga perlu dikontrol agar tidak terjadi kebebasan dan penggunaan kekuasaan yang bersifat absolut. Sebagai mana yang dikatakan oleh Lord Acton bahwa kekuasaan yang bersifat absolut akan cenderung korup. Oleh sebab itu pengontrolan perlu dilakukan hal ini berlaku bagi pemerintah dan juga bagi pers.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kondisi saat ini memberikan suatu penggambaran yang sangat buruk bagi pers, karena banyak pihak yang mengecam kebebasan pers disebabkan karena berbagai kalangan menilai pemberitaan pers sangat merugikan masyarakat secara luas, sehingga muncullah anggapan bahwa kebebasan pers bersifat negatif dan harus dihilangkan. Namun sebenarnya ketika kita mengkaji kemerdekaan pers itu sendiri maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya kemerdekaan pers tidak perlu dihilangkan karena akan memberikan banyak manfaat, tetapi yang harus dilakukan adalah mengembalikan kebebasan itu pada kerangka yang seharusnya. Yakni pada kerangka kebebasan yang bertanggung jawab dan bukan kebebasan yang “kebablasan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kemerdekaan yang terdapat dalam tubuh pers bukanlah suatu kebebasan tanpa batas. Bahkan ketika kita mengamati diberbagai macam negara manapun, negara sedemokratis apapun, tetaplah akan kita temukan pembatasan pada persnya. Tetapi yang membedakan adalah pada tataran apa yang dibatasi oleh setiap negara tersebut terkait dengan kebebasan pers itu sendiri. Oleh sebab itu yang seharusnya dilakukan adalah tidak hanya berhenti pada tataran pembatasan pers tetapi juga menyangkut tentang perkara apa yang perlu dibatasi dalam kemerdekaan pers.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;Penulis : Danial Darwis (Mahasiswa FISIP UNHAS, Prog. Studi Ilmu Politik)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-4699190719145896936?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/4699190719145896936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/kemerdekaan-pers-bukanlah-suatu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4699190719145896936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4699190719145896936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/kemerdekaan-pers-bukanlah-suatu.html' title='Kemerdekaan Pers Bukanlah Suatu kemerdekaan yang Bersifat Absolut'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-7701403162498534257</id><published>2009-04-28T14:42:00.002+08:00</published><updated>2009-04-28T14:45:40.280+08:00</updated><title type='text'>WACANA KHILAFAH DALAM KAJIAN HUBUNGAN INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Abstrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana khilafah adalah satu dari sekian wacana yang berkembang dalam diskursus intelektualitas. Sebagai bagian dari mimbar akademik tentunya arif bagi kita untuk menempatkan setiap perkembangan baik keilmuan maupun fenomena sesuai dengan proporsinya. Perlu waktu untuk memiliki landasan kuat agar wacana khilafah menguat dalam tataran akademik mengingat ilmu sosial dan ilmu politik kontemporer saat ini berkiblat secara keilmuan ke dunia Barat. Namun tidak salah untuk memulai setidaknya untuk mengenal, sehingga kita dapat semakin memperluas cakrawala keilmuan kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan konsep ‘khilafah’ dalam wacana Hubungan Internasional, mungkin terlalu dipaksakan. Penulis terinspirasi membahas ini dari Konferensi Khilafah Internasional yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia pada tanggal 12 Agustus 2007 lalu. Kebetulan penulis berkesempatan hadir menyaksikan antusiasme masyarakat Indonesia yang memadati Gelora Bung Karno yang berkapasitas 100 ribu orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang mendorong penulis hadir adalah embel-embel internasional yang melekat dari konferensi tersebut. Penulis hadir dengan harapan sebagai bagian dari pengkaji wacana internasional, tentunya penulis tidak boleh melewatkan konferensi yang menarik dan unik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pembicara skala nasional mungkin biasa. Yang ditunggu adalah pembicara internasional, namun sayang 3 pembicara urung hadir. Syaikh Issam Ameera dari Palestina tidak dapat hadir karena dilarang keluar negerinya oleh Israel. Imran Waheed dan Ismail al Wahwah justru dideportasi oleh Pemerintah Indonesia setibanya di Indonesia. Ketiga peristiwa ini mengingatkan penulis kepada beberapa hal. Pertama, kekhawatiran Pemerintah terhadap wacana Khilafah, kedua, kekhawatiran Pemerintah terhadap Hizbut Tahrir sebagai penyelenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah (khilafah) merupakan mashdar (gerund) dari fi’il madhi khalafa, berarti menggantikan atau menempati tempatnya. Khilafah adalah orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan tempatnya (ja’a ba’dahu fa shara makanah). Dalam kitab Mu’jam Maqayis al-Lughah (II/210) dinyatakan, khilafah dikaitkan dengan penggantian karena orang yang kedua datang setelah orang yang pertama dan menggantikan kedudukannya. Menurut Imam Ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as sulthan al a’zham (pemimpin besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, karena dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Istilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengertian istilah, khilafah digunakan untuk menyebut orang yang menggantikan Nabi saw. dalam kepemimpinan Negara Islam (ad-dawlah al-islamiyyah) Inilah pengertiannya pada masa awal Islam. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, istilah khilafah digunakan untuk menyebut Negara Islam itu sendiri. Pemahaman ini telah menjadi dasar pembahasan seluruh ulama fikih siyasah ketika mereka berbicara tentang khilafah atau imamah. Para ulama salaf telah membahas konsep negara Islam atau sistem pemerintahan Islam dengan istilah lain yang lebih spesifik, yaitu istilah khilafah/imamah atau istilah dar al Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Politik Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Pemikiran Politik Islam membahas mengenai filsafat sains, manusia dan masyarakat politik, sistem politik, perkembangan dan kebijaksanaan politik serta proses pembuatannya, menurut perspektif Islam. Selanjutnya dikembangkan bagi studi Hubungan Internasional yang hirau terhadap pemikiran politik perspektif “non western”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsep Khilafah yang digali dari sumber-sumber pengetahuan Islam, lebih khusus Politik Islam, maka tentunya khilafah tidak akan terlepas dalam pembahasan Pemikiran Politik Islam. Dapat dikatakan bahwa membahas Pemikiran Politik Islam tanpa membahas khilafah bagaikan membahas Matahari tanpa membahas panas, atau membahas Laptop tanpa membahas komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, disini penting untuk memisahkan pembahasan khilafah sebagai wacana historis dan wacana konseptual. Sebagai wacana historis, maka khilafah adalah sejarah masa lalu. Sebagai wacana konseptual, maka khilafah adalah realitas konsep yang dapat diperdebatkan, dibandingkan, dan mungkin diperjuangkan untuk dimunculkan kembali seperti apa yang selama ini diusung oleh Hizbut Tahrir. Sebagai konsep yang dinilai ideal, tentu hal ini patut diberikan apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Perbandingan Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Teori Perbandingan Politik merupakan studi tentang teori politik melalui metode perbandingan. Artinya, di satu pihak melihat sistem-sistem politik atas dasar sejumlah teori yang terkandung dalam ilmu politik dan di lain pihak secara empiris mendapatkan umpan balik untuk membina alat analisis yang lebih memadai dalam ilmu politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah konsep kenegaraan. Konsep khilafah tampaknya patut dibahas dalam kejian teori perbandingan politik atau sistem politik atau sistem negara. Mungkin yang menjadi sulit adalah bahwa khilafah adalah konsep yang saat ini sudah tidak ada lagi negara yang mengusungnya semenjak runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani pada tanggal 3 Maret 1924.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kajian teori perbandingan politik lebih fokus kepada sistem politik yang dianut oleh negara secara praktis dan faktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut hemat penulis, selain sebagai pengembangan wacana. Membahas khilafah dalam kajian teori perbandingan politik, dapat memberikan pembandingan yang menarik dengan sistem politik yang sekarang ini ada, walau tentunya disini perlu metodologi historis yang mendalam untuk memperkuat wacana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ungkapan yang menarik secara jujur disampaikan Carleton S, Chairman and Chief Executive Officer, Hewlett-Packard Company, saat mengomentari peradaban Islam dari tahun 800 hingga 1600 (masa kekhilafahan), dia menyatakan : “ Peradaban Islam merupakan peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan sebuah negara adidaya kontinental (continental super state) yang terbentang dari satu samudra ke samudra lain; dari iklim utara hingga tropik dan gurun dengan ratusan juta orang tinggal di dalamnya, dengan perbedaan kepercayaan dan asal suku…. Tenteranya merupakan gabungan dari berbagai bangsa yang melindungi perdamaian dan kemakmuran yang belum dikenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sebenarnya kajian mengenai pemerintahan internasional dan negara dunia (world state) telah diungkapkan oleh Morgenthau. Dia menawarkan pembentukan sebuah pemerintahan internasional untuk penyelesaikan anarki internasional dan peperangan yang selama ini senantiasa berkecamuk. Ada tiga pertanyaan yang mesti dijawab sekiranya pemerintahan internional ini akan dibentuk, (1) dimana terdapat kuasa untuk memerintah, atau siapa yang akan memerintah? (2) oleh prinsip keadilan apa pemerintah itu harus dipimpin? Atau apakah konsepsi mengenai kebaikan umum yang harus diwujudkan oleh pemerintah itu? (3) hingga berapa jauh pemerintah ini telah mampu memelihara ketertiban dan ketentraman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini penulis melihat, bahwa gagasan mengenai adanya pemerintah yang berskala internasional merupakan gagasan yang umum, biasa dan wajar dalam kajian hubungan internasional, sehingga. Kalaulah khilafah adalah gagasan pemerintahan internasional, mengapa tidak, gagasan ini perlu diperkenalkan dan dipahami, tanpa mengikutsertakan tendensi tertentu yang berkaitan dengan sentimen keagamaan. Disini pulalah perlunya membahasakan wacana khilafah kedalam wacana intelektual sehingga dapat dikaji secara ilmiah dengan metodologi keilmuan yang saat ini umum digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu-Isu Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian isu-isu global dalam materi perkuliahannya bertumpu pada ekologi politik global yang membahas perubahan-perubahan global kontemporer berkenaan dengan proses alami, ekspoitasi penduduk dunia, produk ilmu dan teknologi yang mendorong eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dengan efek pencemarannya yang terkait/berpengaruh pada politik global. Selanjutnya dibahas pula kebijaksanaan Internasional dan koordinasi yang mencerminkan kebutuhan studi multidisipliner tentang proses alami kebumian, inovasi teknologi bersih lingkungan, rekayasa genetik dalam bioteknologi dan tumbuhnya komunitas espitemik yang sadar akan masa depan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, semestinya kajian ini lebih bersifat terbuka terhadap isu-isu global yang dinamis dan senantiasa berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain isu lingkungan sebenarnya dinamika hubungan internasional saat ini lebih didominasi oleh isu terorisme dan kejahatan internasional. Penulis melihat wacana khilafah saat ini juga telah menjadi salah satu isu global yang pantas untuk di kaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya dapat terlihat ketika pada Desember 2004, National Intelligence Council (NIC), milik CIA, melansir bahwa memasuki tahun 2020 M, Khilafah baru akan berdiri di dunia. Hasil-hasil kajian ini telah dipublikasikan dalam laporan 123 halaman, dengan judul Mapping the Global Future. Tujuan laporan ini adalah memberikan masukan kepada administrasi Bush ke depan mengenai sejumlah tantangan (challange) yang akan terjadi di dunia, saat cahaya (Islam) mengalahkan berbagai kecenderungan yang ada saat ini, yang sekaligus akan menjadi ancaman bagi kepentingan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tersebut telah disampaikan kepada presiden Amerika Serikat, anggota Konggres, Senat, dan para politisi penting dari berbagai kalangan yang menjadi pelaku politik di Amerika Serikat. Siapa saja yang mencermatinya, akan melihat bahwa laporan tersebut penuh dengan berbagai referensi seputar Islam politik dan berbagai tantangan yang muncul, terutama bagi kepentingan Amerika Serikat pada waktu mendatang. Bahkan laporan tersebut berisi sejumlah skenario yang memprediksi berdirinya kembali negara Khilafah tahun 2020 M, dan pengaruhnya terhadap posisi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya hal ini memberikan gambaran bahwa ternyata wacana khilafah pun telah menjadi perhatian penting bagi institusi resmi dari Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organized Crime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Organized Crime membahas ecenderungan pertikaian serta isu terorisme dewasa ini yang telah membuat sistem internasional menjadi tidak stabil. Konflik-konflik dalam negara maupun lintas wilayah negara dalam konteks global kontemporer tidak dapat dilepaskan dari masalah ras, etnis, bahasa, agama, identitas geografis dan isu kelangsungan hidup, hal ini ditinjau dari siapa yang terlibat dalam konflik tersebut dan apa yang menjadi tujuannya, permasalahan inilah yang menjadi hakikat dari mata kuliah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok atau gerakan yang mengusung wacana khilafah, terlebih memiliki keyakinan untuk memperjuangkannya, ternyata mendapatkan perhatian serius dari pemerhati isu-isu internasional. Juga dari Amerika Serikat yang mungkin kepentingannya akan terganggu dengan wacana yang dikembangkan, apalagi kalau wacana tersebut menjadi keyakinan yang diperjuangkan.&lt;br /&gt;Saat ini, gerakan Islam telah berhasil menggunakan argumentasi untuk membangun sikapnya dari rangkaian pernyataan penting tentang Khilafah dari para pemimpin politik di Washington dan Eropa. Dalam pidatonya di Herritage Foundation tanggal 6/10/2005 M, Menteri Dalam Negeri Inggeris, Charles Clark, menyatakan: “Tidak mungkin ada kompromi dengan perjuangan penegakan kembali Khilafah, dan tidak ada ruang diskusi tentang penerapan hukum-hukum syariat Islam.”&lt;br /&gt;Sementara Presiden Bush, dalam pidatonya kepada publik tanggal 8/10/2005 M mengatakan: “Para pejuang bersenjata itu berkeyakinan, bahwa kalau mereka menguasai satu negeri, maka mereka akan memimpin seluruh bangsa Islam, dan mereka bisa menyingkirkan seluruh pemerintahan moderat di kawasan tersebut. Tak lama kemudian, mereka akan mendirikan emperium Islam fundamentalis, yang terbentang dari Spanyol hingga Indonesia.”&lt;br /&gt;Pada tanggal 5/12/2005 M, Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld, dalam komentarnya tentang masa depan Irak, di Universitas John Hopkins menyatakan: “Irak akan menjadi pondasi Khilafah Islam baru yang akan membentang ke seluruh Timur Tengah dan akan mengancam pemerintahan yang sah di Eropa, Afrika dan Asia. Inilah rancangan mereka. Mereka (gerakan Islam fundamentalis) telah menyatakan hal itu. Kita akan melakukan kesalahan mengerikan, jika kita gagal mendengar dan belajar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Jenderal Richard Myers, dalam konfrensi pers yang dilakukan Pentagon mengatakan bahwa Amerika Serikat mesti mempertahankan kedudukannya di Iraq, tempat elemen teroris yang dipimpin oleh Abu Musab Al-Zarqawi dari Jordan (orang kedua yang paling dikehendaki AS setelah pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden). Ditariknya tentera AS sebelum kestabilan Iraq tercapai akan mengakibatkan “Ketidakstabilan Segera” (instant instability) di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan kemungkinan Iran juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Zarqawis diizinkan sukses menaklukkan Iraq berdasarkan pandangan hidup mereka, dan akan menjadi awal tegaknya kekhilafahan seperti yang mereka impikan, kekuasaan (kekhilafahan) itu akan meluas di wilayah tersebut” katanya. Beliau menggunakan “khilafah” sebagai penunjukkan terhadap konsep sebuah pemerintahan tunggal Islam yang dipimpin oleh seorang penganut agama yang ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda berkata mengenai ketidakstabilan. Hal itu akan segara terjadi di wilayah tersebut, di Arab Saudi, disekitar negar-negara Teluk, mungkin Iran, Syria, Turki” tambahnya . “Dalam hal ekonomi saja, akan kacau-bilau yang akan mempengaruhi dunia, kemudian mereka akan melanjutkan tekanan, juga turut meneruskan gerakan mereka dan pada pandangan saya; mereka akan melibatkan serta memperluas aktiviti teroris” “Mereka akan dimuliakan melalui kemenangan ini” ujarnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada yang sangat penting dalam pidato Bush Kamis (6 Oktober 2005 ) di depan undangan National Endowment of Democracy dan dihadapan undanga the Ronald Reagan Presidential Library dalam kesempatan lain. Untuk pertama kalinya, Bush menyebutkan secara jelas ideologi Islam di balik aksi-aksi terorisme dunia internasional yang menjadi musuh nyata Amerika Serikat saat ini. Dalam pidatonya Bush mengatakan: “The murderous ideology of the Islamic radicals is the great challenge of our new century. Like the ideology of communism, our new enemy teaches that innocent individuals can be sacrificed to serve a political vision (Ideologi pembunuh Islam radikal adalah tantangan terbesar dari abad baru kita. Seperti ideologi komunis, musuh baru kita mengajarkan bahwa individu yang tidak bersalah bisa dikorbankan untuk melayanakan sebuah visi politik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini penyebutan Islam, sangat dihindari oleh Bush saat berbicara tentang terorisme. Namun dalam pidato Bush kemarin kata-kata Islam sangat jelas dia ucapkan. Tentu saja dengan tambahan kata radikal, fasis, jihad. Ada 6 kali kata-kata Islam radikal dia sebutkan dalam pidatonya. Bush mengatakan: “Some call this evil Islamic radicalism; others, militant Jihadism; still others, Islamo-fascism (Beberapa menyebutnya dengan setan radikal islam, yang lain menyebutkan militan jihad, ada juga yang lain menyebutnya, islam fascis)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush juga menyebutkan tujuan dari ideologi Islam ini yakni mendirikan pemerintahan Islam dunia yang disebut oleh Bush dengan istilah imperium Islam dari Maroko sampai Indonesia yang akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia dan menggantikan pemerintahan moderat di negeri-negeri Islam. “The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia (Kaum militan percaya dengan mengontrol satu negara akan menggerakkan masa umat muslim, dan memberikan kemampuan buat mereka untuk menggulingkan seluruh pemerintahan moderat di daerah tersebut dan mendirikan sebuah imperium Islam radikal yang terbentang dari Spanyol hingga ke Indonesia),” tandas Bush. Meskipun menggunakan istilah radikal imperium Islam, pidato Bush ini mengarah pada institusi politik Islam Khilafah Islam yang memang bersifat global dan menjadikan hukum Islam sebagai sumber hukumnya. “For the first time that I know of, the President has spoken openly about the jihadists’ dream of establishing the caliphate (Untuk pertama kali yang saya tahu, presiden AS berbicara terbuka tentang mimpi para jihadis untuk menegakkan Khilafah)”, tulis spesialis dan pengarang Islam, Robert Spencer di weblog-nya, Jihad Watch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini penulis melihat bahwa wacana khilafah ternyata juga dapat menjadi salah satu kajian organized crime dimana organisasi yang mengusung wacana ini, yang tentunya lintas batas diindikasikan sebagai pelaku kejahatan, setidaknya dalam perspektif Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diplomasi Hubungan Internasional di Timur Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Diplomasi Hubungan Internasional di Timur Tengah menguraikan fakta-fakta sejarah diplomasi yang terkait, serta berbagai perkembangan yang sudah ada atau sedang berlangsung dewasa ini. Antara lain memberikan tilikan mengenai tahap-tahap perkembangan Hubungan Internasional di Timur Tengah dan Afrika (Afrika utara yang mayoritasnya beragama Islam), serta pengenalan atau pemahaman atas pola-pola tentunya. Hal ini akan sangat menjadi penting dilihat dari kaca mata kepentingan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian ini, mungkin yang relevan dengan wacana khilafah adalah memahami latar belakang historis kawasan Timur Tengah. Sebagai sebuah institusi yang eksis selama lebih dari 12 Abad, dan berpusat di Timur Tengah, maka mau tidak mau kondisi sosial politik kawasan Timur Tengah sangat dipengaruhi oleh wacana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana khilafah adalah satu dari sekian wacana yang berkembang dalam diskursus intelektualitas. Sebagai bagian dari mimbar akademik tentunya arif bagi kita untuk menempatkan setiap perkembangan baik keilmuan maupun fenomena sesuai dengan proporsinya. Perlu waktu untuk memiliki landasan kuat agar wacana khilafah menguat dalam tataran akademik mengingat ilmu sosial dan ilmu politik kontemporer saat ini berkiblat secara keilmuan ke dunia Barat. Namun tidak salah untuk memulai setidaknya untuk mengenal, sehingga kita dapat semakin memperluas cakrawala keilmuan kita. Wallahu’alam. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-7701403162498534257?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/7701403162498534257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/wacana-khilafah-dalam-kajian-hubungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7701403162498534257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/7701403162498534257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/wacana-khilafah-dalam-kajian-hubungan.html' title='WACANA KHILAFAH DALAM KAJIAN HUBUNGAN INTERNASIONAL'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-6926753585330814866</id><published>2009-04-28T14:31:00.001+08:00</published><updated>2009-04-28T14:31:40.074+08:00</updated><title type='text'>Ada Apa dengan Golput ?</title><content type='html'>Sudah menjadi sebuah “rahasia umum” pemilu langsung di Indonesia, khususnya pilkada yang dilaksanakan di sejumlah daerah “dimenangkan” oleh golput. Fenomena golput ini diakui atau tidak telah menunjukkan kepada kita bahwa masyarakat sudah sangat apatis terhadap “pesta demokrasi” ini. Berkenaan dengan hal tersebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai sebuah lembaga yang merupakan representasi umat islam mengeluarkan sebuah fatwa yang sangat kontroversial yakni pengharaman golongan putih (Golput), menurut Kartorius, ia sangat mengkhawatirkan kalau fatwa haram golput itu lahir karena gencarnya ajakan golput yang dilakukan oleh mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur. Jikalau itu yang terjadi, maka kepercayaan masyarakat terhadap MUI sebagai panutan atau penuntun umat justru akan merosot (kompas.com, 26/01/2009). Sementara itu sikap yang berbeda ditunjukkan oleh ketua MPR Hidayat Nurwahid, ia menjadi orang yang sangat gembira menyambut keluarnya fatwa dari MUI mengenai pelarangan umat islam untuk golput alias tidak memilih. Beliau mengungkapkan bahwa “ Saya yakin bahwa fatwa MUI berangkat sebagai lembaga yang diberikan kewenangan oleh umat yang juga menyertakan lembaga keilmuan, termasuk individu-individu yang bukan ulama. Oleh karena itu, dengan keluarnya fatwa MUI ini sudah selayaknya diikuti oleh seluruh ummat islam, dan betul-betul diamankan oleh MUI dan ummat” kata Hidayat Nurwahid dalam percakapan dengan Persda Network, Senin (26/01).&lt;br /&gt; Fenomena golput di Indonesia tentu merupakan sebuah hal yang sangat ironis mengingat bahwa Indonesia baru saja mendapatkan predikat sebagai “juara demokrasi” dan mendapat pujian internasional sebagai salah satu negara yang paling demokratis, setelah sukses melakukan pemilu 2004. Bahkan, yang lebih ironis dari sekedar golput, pemilu langsung di Indonesia mengeluarkan biaya yang sangat tinggi mencapai ratusan trilyun rupiah untuk menghasilkan banyak para wakil rakyat dan kepala daerah. Inilah hal yang perlu kita cermati mengenai fenomena golput, kita tidak boleh secara sepihak untuk melarang golput tetapi yang sepatutnya kita lakukan adalah melihat secara lebih mendalam faktor-faktor yang memicu terjadinya golput.&lt;br /&gt; Sebagai salah satu contoh untuk melihat tingginya tingkat golput di Indonesia dapat kita saksikan pada Pilkada Jawa Barat. Meski pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf berhasil mengantongi suara terbanyak dibandingkan kontestan lain, yaitu dengan perolehan 7.287.647 suara, jumlah golput jauh lebih besar mencapai 9.130.594 suara. Angka ini tentulah sangat menggiurkan bagi parpol peserta pemilu 2009. Dan masih banyak lagi contoh kongkrit lainnya yang memberikan indikasi bahwa golput senantiasa memiliki presentasi yang sangat tinggi dalam setiap pemilihan.&lt;br /&gt; Perlu dipahami bahwa besarnya masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pilkada menunjukkan betapa sangat besarnya massa yang masih mengambang. Dalam bahasa sosiologi politik, massa mengambang disebut sebagai floating mass atau kadang pula disebut sebagai floating voters. Mengambang dapat diartikan sebagai tidak adanya pilihan baik ke sana maupun ke sini artinya tidak kemana-mana. Jadi, massa mengambang menunjukkan sekelompok orang yang tidak menentukan pilihan mereka kepada suatu partai atau calon tertentu salam suatu pemilihan. Padahal kita semua mengetahui bahwa calon-calon dalam pilkada adalah yang mendapat dukungan dari partai politik. Ini menjadi sebuah fenomena tersendiri menjelang Pemilu 2009 mendatang. Tingginya angka golput yang berimbas pada minimnya partisipasi masyarakat dalam ajang pilkada bukannya tanpa sebab yang jelas. Selain faktor administrasi yang buruk juga disebabkan karena masyarakat tidak tahu-menahu tentang calon. Tragisnya mereka juga tidak tahu apa yang sedang terjadi, orang-orang seperti ini, akan sangat mudah mendapat serangan fajar atau apapun namanya.&lt;br /&gt; Fenomena golput ini merupakan suatu hal yang bisa kita jadikan sebagai landasan untuk menilai pandangan masyarakat terhadap kinerja para aparatur pemerintahan, sebab dari sinilah kita dapat melihat bahwa loyalitas dan kepercayaan masyarakat mulai memudar terhadap pemerintah. Sehingga menghasilkan sikap apatis dari masyarakat terhadap pemilu, muncul sebuah tanda tanya besar dalam benak mereka akankah pemilu membawa kepada kondisi yang lebih baik ataukah sebaliknya hanya menjadi sebuah “hajatan” pesta demokrasi yang hasilnya nanti hanya akan menguntungkan golongan tertentu saja. Partisipasi yang besar dari masyarakat memang sangat dibutuhkan dalam proses demokratisasi, bahkan jumlah pemilih akan sangat menentukan legalitas dari pemerintahan yang akan terbentuk. Jikalau partisipasi masyarakat tinggi maka pengakuan terhadap pemerintahan pun akan kuat.&lt;br /&gt; Namun pada faktanya dengan meningkatnya jumlah golput menjadi cerminan bagi kita untuk menjustifikasi bahwa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah kian memudar sehingga sikap apatis dalam bentuk golput terjadi dengan prosentasi yang sangat tinggi. Kita seharusnya menjadikan ini sebagai sebuah bahan instrokpeksi bagi pemerintah saat ini bahwa ternyata masyarakat sudah mulai menjauh dari mereka dan tidak perduli lagi dengan proses pemerintahan. Mereka lebih memilih untuk golput dan menerima apa saja yang terjadi dari proses pemilu karena mereka meyakini tidak akan ada perubahan yang berarti. Inilah yang menjadi cikal bakal dari semakin meningkatnya jumlah orang yang tidak memilih karena kekecewaan mereka terhadap parpol dan pemrintahan yang ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-6926753585330814866?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/6926753585330814866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/ada-apa-dengan-golput.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6926753585330814866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6926753585330814866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/ada-apa-dengan-golput.html' title='Ada Apa dengan Golput ?'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-9068195808347886369</id><published>2009-04-28T14:27:00.000+08:00</published><updated>2009-04-28T14:28:27.931+08:00</updated><title type='text'>KONSISTENSI DAN KONSTALASI POLUGRI INDONESIA</title><content type='html'>Salah satu topik pembahasan dalam perkuliahan seminar masalah-masalah politik adalah tentang politik luar negeri Indonesia yang dibawakan oleh kelompok dua yang terdiri atas Sunardi, Haady Firmansyah dan Abdul Azis. Mereka dapat dengan bagus membawakan materi tersebut dan kerjasama antar kelompok yang kompak. Kondisi forum selama proses diskusi berlangsung berjalan dengan tertib dan aman hingga diskusi berakhir. Secara pribadi saya sangat ingin juga berkomentar tetapi karena keterbatasan waktu dan moderator belum memberi kesempatan maka sampai berakhirnya diskusi saya belum dapat bertanya dan berkomentar.  &lt;br /&gt;Saat ini, daya pengaruh Indonesia di dunia sangat rendah. Banyak kalangan menilai politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif tidak lagi bebas, melainkan lebih condong ke AS.  Namun, awal September 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjalin kerjasama dengan Rusia.  Terlepas dari hal tersebut, ada paradigma yang dijalankan oleh pemerintah saat ini yang perlu dikritisi. Pada awal September 2007, Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Jalal mengatakan: “Presiden selalu mengatakan ekuilibrium, tapi ada istilah lain yang digunakan presiden, all direction forum policy. Berarti semua orang kita temani dan dari semua orang kita petik manfaat dari kemitraan atau partnership“.  Inilah sebenarnya paradigma yang sedang dianut.  Melalui paradigma ini wajar belaka apapun dilabrak, yang penting semua pihak ditemani asalkan ada manfaatnya.  Manfaat seperti apa, tentu manfaat menurut kepentingan penguasa. Berdasarkan hal ini wajar muncul sikap dan kebijakan yang ditempuh tanpa lagi mempertimbangkan ’rasa keadilan’ rakyat, Hal inilah yang memunculkan banyak pertanyaan mengenai arah kebijakan luar negeri RI. Berbagai kasus yang menyangkut hubungan Indonesia dengan negara-negara lain tampaknya kian menumpuk; dari kasus ’dicurinya’ khazanah budaya Indonesia, kasus TKI di Timur Tengah dan di Malaysia, adanya indikasi keterlibatan pihak asing dalam berbagai konflik lokal, pengambilan aset-aset milik negara dan rakyat sampai isu terorisme. Ada beberapa alasan mengapa politik luar negeri Indonesia dianggap melemah.&lt;br /&gt;(1) Ketidakjelasan konsep Polugri.&lt;br /&gt;Pada dasarnya Polugri RI tidak mengalami perubahan, yaitu tetap Polugri Bebas-Aktif yang berdasarkan pada Pembukaan UUD 1945 dan Ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Realitasnya, konsep Polugri Bebas-Aktif tersebut sangat bergantung pada kecenderungan Pemerintah. Pada era Soekarno (1945-1967), pendulum Polugri Bebas-Aktif lebih condong bergerak ke ‘kiri’. Jakarta tampak lebih akrab dengan Moskow, Beijing maupun Hanoi, dan tampak berseberangan dengan AS dan sekutu Baratnya. Pada masa Orde Baru (Orba), pendulum itu bergerak ke kanan, karena berkaitan dengan kepentingan nasional yang lebih menonjolkan aspek pembangunan ekonomi yang memaksa RI berpaling ke Barat. Ini karena kebergantungan RI pada industri dan bantuan ekonomi Barat yang dipimpin AS. Dalam aspek keamanan, Australia menempati posisi penting, terutama dalam kaitannya dengan masalah Timor Timur dan Irian Jaya. Kendati sebenarnya secara konseptual Indonesia telah menggariskan rumusan Polugri-nya, ternyata gaya kepemimpinan seorang presidenlah yang paling menentukan. Dari Soekarno yang kharismatis, Soeharto yang militeristis, Habibie yang realis, Wahid yang kontroversial, Megawati yang pasifis sampai SBY yang banyak tebar pesona; semuanya menunjukkan tidak adanya platform yang jelas dalam pelaksanaan Polugri RI.&lt;br /&gt;(2) Mengekor strategi AS.&lt;br /&gt;Pasca Perang Dingin, konstelasi perpolitikan dunia yang berubah menuntut Indonesia mengubah orientasi Polugrinya. AS yang menjadi satu-satunya negara adidaya semakin mendominasi kancah politik internasional dan memusatkan orientasi politiknya dengan apa yang dinamai sebagai “3 in 1”, yakni: lingkungan hidup, hak asasi manusia dan demokratisasi. Isu-isu tersebut pula yang menjadi tren orientasi politik Indonesia. Di sisi lain, terjadinya Peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat telah membawa arah politik internasional ke arah yang lebih didominasi AS. Ketika AS mencanangkan War on Terrorism, maka Polugri Indonesia pun berusaha mendorong munculnya keinginan kuat dari kalangan Islam Indonesia untuk menampilkan Islam yang teduh (rahmatan lil ‘alamin), yang otomatis memperkuat pengaruh Islam dalam pelaksanaan Polugri Indonesia.&lt;br /&gt;(3) Pragmatisme Polugri Indonesia.&lt;br /&gt;Perkataan Jubir Kepresidenan Dino Patti Jalal pada awal September 2007, sebenarnya yang menggambarkan realitas Polugri RI, yaitu pragmatisme. Dari sini dapat dipahami bahwa tidak ada ‘mainstream khusus’ dalam Polugri Indonesia, kecuali dijalankan atas dasar pragmatisme. Padahal pragmatisme dalam Polugri inilah yang membuka peluang bagi intervensi asing.&lt;br /&gt;Indonesia sesungguhnya memiliki potensi mendatangkan era baru, yakni sebuah era yang mampu mewujudkan kemakmuran bagi bangsa-bangsa di Asia, bahkan dunia. Hal ini bisa diwujudkan tatkala Indonesia mempunyai daya tawar dan posisi yang kuat dalam politik luar negeri (Polugri)-nya. Dengan Polugri yang kuat, Indonesia bisa memainkan perannya dalam ikut menata percaturan politik dan ekonomi kawasan, bukan justru menjadi ‘pengekor’ kebijakan Polugri negara lain atau atau kepentingan asing.&lt;br /&gt;Kuat-lemahnya Polugri suatu negara bisa dilihat dari pengaruh negara tersebut dalam percaturan politik dan ekonomi internasional. Negara berpengaruh umumnya adalah negara yang berbasis ideologi. Misal: Negara Amerika Serikat yang berbasis ideologi Kapitalisme, atau Uni Sovyet dulu yang berbasiskan ideologi Sosialisme, atau Kekhilafahan Islam pada masa lalu yang berbasiskan ideologi Islam. Negara ideologis ini biasanya tidak akan mudah menerima kerjasama, bantuan ataupun yang lainnya selama tidak sesuai dengan orientasi ideologinya. Karena itu, negara ideologis biasanya merupakan negara yang mandiri, tidak bergantung pada negara lain dan bahkan bisa mempengaruhi negara-negara lain. Amerika Serikat saat ini jelas menunjukkan kenyataan ini. Sebaliknya, negara-negara yang Polugrinya tidak berbasis ideologi akan mengikuti orientasi negara-negara ideologis. Contohnya adalah Indonesia saat ini, yang Polugrinya lebih cenderung mengekor pada orientasi Polugri Amerika Serikat. Ketundukkan Indonesia untuk mengikuti saja skenario Amerika Serikat dalam Perang Melawan Terorisme, misalnya, menunjukkan bahwa Indonesia memang tidak mandiri. Pertanyaannya: Bagaimana agar Indonesia menjadi negara yang mandiri sekaligus berpengaruh? Jawabannya, tentu Indonesia harus menjadi negara ideologis, yang mengemban ideologi tertentu yang khas dan berbeda dengan ideologi-ideologi negara lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-9068195808347886369?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/9068195808347886369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/konsistensi-dan-konstalasi-polugri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/9068195808347886369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/9068195808347886369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/konsistensi-dan-konstalasi-polugri.html' title='KONSISTENSI DAN KONSTALASI POLUGRI INDONESIA'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-4090118450354109829</id><published>2009-04-28T14:03:00.001+08:00</published><updated>2009-04-28T14:10:16.021+08:00</updated><title type='text'>KOALISI ANTAR PARTAI POLITIK</title><content type='html'>Pemilu untuk memilih anggota DPR, DPD, dan DPRD telah usai. Partai-partai politik kini tengah mengalkulasikan kekuatannya dan berkoalisi dengan pihak yang secara politis sejalan dengan platform dan kepentingannya. Fokus utama partai-partai politik besar saat ini adalah memenangkan pasangan capres dan cawapres agar lolos . Kasak-kusuk dan lobi politik semakin gencar dan intensif dilakukan. Keadaan ini akan terus bertahan dan mendominasi pembicaraan politik di negeri ini, hingga saatnya pemilihan capres dan cawapres.&lt;br /&gt; Pada dasarnya, pemilu dengan beragam agendanya adalah rutinitas lima tahunan yang selalu dihadapi oleh kaum muslim. Rutinitas yang harusnya menjadikan kaum muslimin bisa belajar dan mengkaji, bukan malah mengulang-ulang sebuah aktivitas tanpa memahami arti penting substansinya. Sayangnya, sebagian besar masyarakat melupakan, atau teralihkan dari persoalan-persoalan yang lebih penting dan mendasar. Persoalan itu adalah, apakah pemerintahan baru yang akan terbentuk nanti benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat dan mampu menghasilkan perubahan signifikan atas nasib rakyat. Sementara disisi lain pemerintahan yang terbentuk nantinya juga akan bermasalah pada legitimasi yang didapatkannya mengingat jumlah golput dari hasil survey yang dilakukan berada pada kisaran 40%, sungguh jumlah yang sangat mencengangkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Koalisi karena kepentingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ketika tidak ada partai yang berhasil menguasai mayoritas kursi di parlemen, koalisi merupakan keharusan untuk membentuk sebuah kekuasaan yang absah. Ini didasarkan pada kenyataan, bahwa keputusan parlemen akan dianggap legal-formal ketika didukung oleh 50% anggota parlemen ditambah 1 suara. Untuk itu, tatkala perolehan kursi partai-partai politik yang ada di dalam parlemen tidak mencapai di atas 50%, mereka harus melakukan koalisi dengan partai-partai lain agar mereka bisa meraih kedudukan dan jabatan politik tertentu.&lt;br /&gt; Koalisi akhirnya menjadi semakin rumit, ketika partai-partai politik yang ada di dalam parlemen berbeda asas dan platformnya. Tidak hanya itu, diantara mereka juga terdapat kepentingan-kepentingan politik yang kadang-kadang saling bertentangan. Anehnya, yang terjadi justru sebaliknya. Partai-partai yang berbasis massa islam dan memiliki platform Islam, malah berkoalisi dengan partai-partai yang berbasis massa sekularis dan berplatform sekular. Diantara partai-partai islam sendiri justru tidak terjadi koalisi. Tidak jarang juga ada partai-partai yang awal-awalnya saling bermusuhan secara politik, tiba-tiba bergandengan dengan mesra dan membangun koalisi yang erat. Sebaliknya, partai-partai yang awalnya sejalan, malah akhirnya bercerai ditengah-tengah jalan.&lt;br /&gt; Kenyataan ini bukanlah peristiwa aneh dan asing di dalam sistem pemerintahan demokratik sekular. Apapun bisa terjadi, apalagi di dalam ranah politik. Bagi mereka, politik adalah strategi untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak diraih. Selama jalan itu bisa mewujudkan tujuan-tujuannya, maka jalan itu akan ditempuh, meskipun “kadang-kadang” melanggar asas dan platform partai. Akibatnya berkoalisi dengan siapapun adalah absah. Yang penting tujuan politik bisa tercapai. &lt;br /&gt;Dalam kondisi semacam ini seakan-akan tidak ada tolok ukur baku bagi partai politik umtuk menilai baik dan buruknya suatu aktivitas politik. Hampir-hampir seluruh aktivitas politik diukur berdasarkan kepentingan dan maslahat yang selalu berubah-ubah. Keadaan ini juga menimpa partai-partai Islam yang ada di dalam parlemen. Tolok ukur untuk menetapkan baik buruknya suatu perbuatan, mulai bergeser kearah kepentingan dan maslahat, bukan lagi didasarkan pada aqidah dan syariah islam. Aqidah dan syariah yang semestinya digunakan sebagai tolok ukur perbuatan telah ditinggalkan demi kepentingan-kepentingan politik sesaat. Sedihnya lagi, demi mewujudkan tujuan dan kepentingan politiknya, mereka tak segan-segan menakwilkan nash-nash syara’ untuk membenarkan tindakan mereka. Akhirnya, hukum syara’ yang sudah jelas-jelas haram mereka plintir menjadi mubah, bahkan berhukum wajib. Partai politik yang seharusnya bisa memberikan edukasi politik kepada umat, akhirnya malah dicitrakan oleh rakyat sebagai lembaga plin-plan dan suka ingkar janji. &lt;br /&gt;Dalam hal membangun koalisi, partai-partai berbasis islam pun “tidak lagi” menggunakan syariat islam sebagai dasar untuk membangun koalisi. Tampaknya, kepentingan dan mashlahat telah menjadi pertimbangan utama untuk menentukan langkah-langkah politik mereka, termasuk dengan partai mana mereka membangun koalisi. Hukum Syara’ yang harusnya menjadi tolok ukur dan pedoman mulai dipinggirkan oleh kepentingan politik dan kemaslahatan.&lt;br /&gt;Walhasil, sudah semestinya kita meletakkan kembali garis lurus diantara kebengkokan dan penyimpangan, agar kita tetap memiliki pedoman yang benar dalam mengarungi kehidupan yang sudah carut marut ini. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perubahan Semu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kita bisa memprediksi bahwa pemerintahan baru yang terbentuk nantinya tidak akan mengalami perubahan yang berarti. Kalaupun ada, akan terjadi perubahan-perubahan pada tataran-tataran cabang dan dangkal. Sebuah perubahan yang tidak menyentuh dataran dasar persoalan umat. Yang terjadi hanyalah pergantian penguasa, dalam pengertian person, itupun juga orang-orang lama yang ditengarai tidak amanah dalam mengurusi urusan rakyat. Padahal akar masalahnya bukan terletak pada pergantian person serta perbaikan pada masalah-masalah cabang dalam kehidupan, akan tetapi pergantian sistem lama menuju sistem baru yang lebih baik.          &lt;br /&gt; Seharusnya ummat tidak mencukupkan diri dengan adanya pergantian person dan perbaikan-perbaikan cabang yang ditawarkan oleh para politisi. Sebab, perubahan-perubahan yang mereka tawarkan sama sekali tidak menyentuh persoalan utama kaum muslimin. Persoalan utama kaum muslimin bukanlah moralitas penguasa yang rusak, akan tetapi bagaimana kaum muslim bisa menegakkan kembali sistem dan pranata islami ditengah-tengah masyarakat. Selama sistem dasar yang menyangga masyarakat adalah kapitalis-sekular, rakyat akan tetap terkungkung dalam persoalan. Sistem kapitalis-sekular telah terbukti dan dipercaya sebagai penyebab hancurnya humanitas dan ekosistem dunia. Problem ekonomi, sosial, maupun politik merupakan konsekuensi logis akibat diterapkannya sistem kapitalistik-sekularistik. &lt;br /&gt; Sayangnya, perubahan kearah perombakan sistem masih jauh dari angan-angan. Rakyat terus dikelabui dan dipalingkan dari perubahan sebenarnya. Mereka terus disuguhi dengan aktivitas politik semu yang telah menguras habis waktu, tenaga dan harta mereka. Di hadapan mereka terus dipertontonkan aktivitas perubahan yang sejatinya tidak pernah memberikan perubahan signifikan ditengah-tengah masyarakat. Ironisnya, sebagian masyarakat masih percaya dan terkelabui dengan tontonan-tontonan politik ini. Akhirnya, mereka belum terbetik untuk menuntut adanya perombakan mendasar sistem ini, untuk kemudian diganti dengan sistem islam. Mereka terus digiring oleh kaum sekular untuk menjauhi formalisasi syariat islam dalam koridor kekuasaan dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis : Danial Darwis (Mahasiswa Fisip Unhas, Prog. Studi Ilmu Politik)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-4090118450354109829?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/4090118450354109829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/koalisi-antar-partai-politik-oleh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4090118450354109829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4090118450354109829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/04/koalisi-antar-partai-politik-oleh.html' title='KOALISI ANTAR PARTAI POLITIK'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2426347814176863662</id><published>2009-03-26T10:54:00.000+08:00</published><updated>2009-03-26T10:55:21.553+08:00</updated><title type='text'>Janji Kosong Para Caleg</title><content type='html'>Ahli etika Universitas Gadjah Mada (UGM) Haryatmoko menyampaikan : “Kampanye terbuka selama sepekan ini sama sekali tidak menunjukkan kejelasan pogram yang diusung para caleg dan parpol.” (Kompas, 23/3/2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DALAM SISTEM SEPERTI INI, aktor politik tidak berfikir program yang jelas, yang penting apa saja yang laku dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Demokrasi sebagai sistem politik yang penuh make up, telah melahirkan ‘badut-badut politik’ yang hanya menjual akting. HANYA SISTEM POLITIK ISLAM yang bisa mwlahirkan politikus sejati, yang ikhlas, penuh dedikasi, bersih dan bertanggung jawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2426347814176863662?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2426347814176863662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/janji-kosong-para-caleg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2426347814176863662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2426347814176863662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/janji-kosong-para-caleg.html' title='Janji Kosong Para Caleg'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2541235220339107241</id><published>2009-03-26T10:51:00.000+08:00</published><updated>2009-03-26T10:53:15.396+08:00</updated><title type='text'>Pemilu yang Memilukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/ScruAls3pCI/AAAAAAAAAFI/4xZJT1XXqGc/s1600-h/ma1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/ScruAls3pCI/AAAAAAAAAFI/4xZJT1XXqGc/s320/ma1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317324003952010274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan April pemilu 2009 akan digelar di negeri ini. Layaknya hajatan, Pemilu memang membutuhkan biaya besar. Lihat saja total anggaran yang pernah diajukan KPU 31 Oktober 2007 yang lalu. Total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 47,9 triliun. Ini baru anggaran KPU Pusat. Belum KPUD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada Jatim 2008 saja menghabiskan dana Rp 830 miliar. Untuk daerah lain, Litbang Kompas mencatat, Pilkada DKI Jakarta Agustus 2007 menghabiskan dana Rp 194 miliar; Pilkada di Jawa Barat dan Jawa Tengah juga menelan biaya tidak kurang dari Rp 500 miliar. Tentu ini belum biaya yang dikeluarkan masing-masing calon. Pasangan Karsa saja, dalam Pilkada Jatim yang lalu, misalnya, secara resmi menghabiskan Rp 1,3 triliun. Belum lagi pasangan-pasangan lain. Jadi, hajatan Pemilu ini nyata-nyata menguras dana tidak kurang dari triliunan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu dan Pilkada juga melelahkan. Secara umum rakyat Indonesia harus mencoblos atau mecontreng 3 hari sekali dalam Pemilu atau Pilkada. Belum lagi kalau terjadi sengketa, konflik dan anarkisme akibat Pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagai ritual demokrasi, Pemilu tetap mutlak harus dijalankan. Sebab, sah-tidaknya praktik demokrasi ditentukan oleh Pemilu; tidak akan ada demokrasi tanpa Pemilu. Karena itu, semahal apapun dan sekalipun melelahkan Pemilu harus tetap berjalan. Begitulah. Namanya, juga ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu selama ini diharapkan mampu membawa perubahan. Nyatanya, Pemilu dan demokrasi tidak membawa perubahan apapun. Janji-janji yang disampaikan oleh parpol peserta Pemilu, caleg, capres dan cawapres akhirnya terbukti hanya pepesan kosong. Wajar jika Pemilu pun nyaris diabaikan—jika tidak bisa dikatakan ditinggalkan—oleh rakyat. Rakyat sudah sadar, bahwa janji-janji perubahan itu hanya omong-kosong. Justru melalui wakil rakyat dan pemerintahan terpilih, produk undang-undang yang memiskinkan mereka pun lahir. UU Migas, UU SDA, UU Minerba, UU Penanaman Modal dan UU BHP adalah sedikit contoh dari produk mereka. Belum lagi kebijakan-kebijakan yang tidak memihak kepentingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan atas nama wakil rakyat dan penguasa mandataris rakyat, mereka mengundang dan menyambut negara-negara penjajah dengan bangga, justru untuk melestarikan kepentingan sang penjajah di negeri mereka. Para wakil rakyat dan penguasa itu tidak malu dan sungkan menunjukkan kesetiaannya pada titah tuannya. Meski untuk itu, rakyat dan negeri mereka harus menjadi tumbal dari kepatuhan mereka. Proyek perang melawan terorisme, liberalisasi ekonomi, liberalisasi ajaran Islam dan kehidupan masyarakat adalah contoh telanjang dari bukti kepatuhan mereka. Penangkapan ulama, pencekalan pembicara dan penggagalan proyek kemanusiaan pun tanpa malu mereka praktikkan demi memuaskan nafsu sang majikan. Ibarat jongos, apapun titah sang tuan, langsung dilaksanakan tanpa reserve sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama demokrasi dan kebebasan, kemaksiatan pun merajalela. Kumpul kebo, zina dan homoseksual marak di mana-mana. Ironisnya, tidak ada yang mempersoalkan. Namun, atas nama demokrasi dan kebebasan, perkawinan yang sah menurut syariah justru dipersoalkan. Atas nama demokrasi dan kebebasan, Ahmadiyah tetap dibiarkan bebas dan diawetkan. Penistaan agama, baik terhadap al-Quran, Nabi saw. hingga syariah pun seolah dibiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kepercayaan rakyat pada demokrasi dan Pemilu pada titik nadir, justru ada yang mencoba mencari peruntungan; mulai dari pengusaha, pengedar narkoba, maling hingga pengangguran, semuanya ingin mencoba mencari peruntungan dari hajatan demokrasi. Mereka semuanya mendaftarkan dirinya menjadi calon-calon anggota dewan yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat itu hanyalah utopia. Memang betul mereka dipilih oleh rakyat, dan dari rakyat, tetapi jangan berharap mereka memperjuangkan kepentingan rakyat. Pemilu sebagai proses perubahan juga hanyalah utopia. Nyatanya, Pemilu sudah berlangsung berkali-kali, tetapi nasib rakyat tidak pernah berubah. Inilah realitas demokrasi dan Pemilu, yang ternyata hanyalah fatamorgana. Dari jauh tampak indah, ternyata setelah dekat, semuanya hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, entah mengapa masih ada umat Islam yang belum jera, dan tetap percaya, padahal semuanya itu hampa dan terbukti sia-sia. Mahabenar Allah Yang berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik perbuatannya yang buruk, lalu dia meyakini perbuatan itu baik (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? (QS Fathir [35]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran yang dilukiskan Allah dalam al-Quran untuk mereka yang percaya pada jalan yang digariskan bukan oleh Allah, alias jalan setan. Namun, karena kepiawaian setan, jalan itu pun dihias sedemikian rupa sehingga seolah-olah indah dan baik. Untuk itu, berbagai dalih (hiyal) pun dibangun agar bisa menjustifikasi kebaikan semu itu. Semuanya itu konon demi kemaslahatan umat. Mereka lupa, atau sengaja melupakan peringatan Allah di dalam surah yang sama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang menghendaki kemuliaan, maka kemuliaan itu semuanya hanyalah milik Allah. (QS Fathir [35]: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, siapapun yang menginginkan negeri ini terhormat, keliru sekali jika menganggap Pemilu dan praktik demokrasi bisa mewujudkan semuanya. Yakinlah, semuanya itu utopis. Lihatlah apa yang dialami oleh Amerika dan negara-negara Uni Eropa saat ini. Belum cukupkah semuanya itu menjadi bukti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak ada jalan lain, kecuali kembali kepada Allah, dengan cara mempraktikkan seluruh sistem-Nya. Hanya dengan itulah keberkahan dari langit dan bumi akan Allah turunkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (QS al-A’raf [7]: 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya! Allahumma waffiqnâ wanshurnâ fî thâ’atika wa al-Muslimîn.[Hafidz Abdurrahman]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2541235220339107241?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2541235220339107241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/pemilu-yang-memilukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2541235220339107241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2541235220339107241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/pemilu-yang-memilukan.html' title='Pemilu yang Memilukan'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/ScruAls3pCI/AAAAAAAAAFI/4xZJT1XXqGc/s72-c/ma1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-8765782080289900831</id><published>2009-03-26T10:48:00.000+08:00</published><updated>2009-03-26T10:50:01.849+08:00</updated><title type='text'>Nasyroh: Hukum Pemilu Legislatif dan Presiden</title><content type='html'>بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Pemilu Legislatif dan Presiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama lagi, Indonesia kembali akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) 2009. Pemilu kali ini selain untuk memilih anggota legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pusat dan Daerah, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD); juga memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pemilihan anggota legislatif akan diselenggarakan pada 9 April 2009. Sedang pemilihan presiden akan diselenggarakan pada awal Juli 2009 untuk putaran pertama, dan pertengahan September 2009 untuk putaran kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat pusat, pemilu akan memilih anggota DPR dan DPD di mana keduanya akan secara bersama membentuk MPR. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 3 hasil amandemen ditetapkan bahwa wewenang MPR adalah mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar, melantik Presiden dan Wakil Presiden, dan memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar. Tentang kewenangan DPR, pada Pasal 11 ayat 2 disebutkan DPR melakukan persetujuan bersama Presiden dalam membuat perjanjian internasional, keuangan negara, dan perubahan atau pembentukan undang-undang. DPR membahas setiap rancangan undang-undang untuk mendapat persetujuan bersama pemerintah (Pasal 20). Jadi, DPR memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan; memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat; hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat serta hak imunitas (Pasal 20A).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, anggota legislatif memiliki tiga fungsi pokok, yaitu (1) fungsi legislasi untuk membuat UUD dan UU, (2) melantik presiden/wakil presiden, dan (3) fungsi pengawasan, atau koreksi dan kontrol terhadap pemerintah. Sedangkan tugas Presiden, secara umum adalah melaksanakan Undang-Undang Dasar, menjalankan segala undang-undang dan peraturan yang dibuat. Berdasarkan fakta ini, hukum tentang pemilu di Indonesia bisa dipilah menjadi dua, yaitu pemilu legislatif dan pemilu presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu legislatif pada dasarnya bisa disamakan dengan hukum wakalah, yang hukum asalnya adalah mubah (boleh), berdasarkan hadits Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: اَرَدْتُ الْخُرُوْجَ اِلىَ خَيْبَرَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقَالَ: إِذَا أَتَيْتَ وَكِيْلِيْ بِخَيْبَرَ فَخُذْ مِنْهُ خَمْسَةَ عَشَرَ وَسَقًا» (رواه ابو داود و صححه).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jabir bin Abdillah radliyallâhu ‘anhumâ, dia berkata: Aku hendak berangkat ke Khaibar, lantas aku menemui Nabi SAW. Seraya beliau bersabda: “Jika engkau menemui wakilku di Khaibar maka ambillah olehmu darinya lima belas wasaq” (HR. Abu Dawud yang menurutnya shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam Bai’atul ‘Aqabah II, Rasulullah SAW meminta 12 orang sebagai wakil dari 75 orang Madinah yang menghadap beliau saat itu yang dipilih oleh mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadits di atas menunjukkan bahwa hukum asal wakalah adalah mubah, selama rukun-rukunnya sesuai dengan syariah Islam. Rukun wakalah terdiri dari: Dua pihak yang berakad yaitu, pihak yang mewakilkan (muwakkil) dan pihak yang mewakili (wakîl); perkara yang diwakilkan atau amal yang akan dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil; dan redaksi akad perwakilannya (shigat taukîl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila semua rukun tersebut terpenuhi, maka yang menentukan apakah wakalah itu Islami atau tidak adalah amal atau kegiatan yang akan dilakukan oleh wakil. Dalam konteks anggota legislatif, wakil rakyat di parlemen akan menjalankan tiga fungsi pokok, yaitu (1) fungsi legislasi untuk membuat UUD dan UU, (2) melantik presiden/wakil presiden, dan (3) fungsi pengawasan, koreksi dan kontrol terhadap pemerintah. Melihat fungsi-fungsi tersebut, hukum wakalah terhadap ketiganya tentu berbeda. Wakalah untuk membuat perundang-undangan sekular dan wakalah untuk melantik presiden/wakil presiden yang akan menjalankan sistem sekular tentu berbeda hukumnya dengan wakalah untuk melakukan pengawasan, koreksi dan kontrol terhadap pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan fungsi legislasi, harus diingatkan bahwa setiap muslim yang beriman kepada Allah SWT, wajib taat kepada syariah Islam yang bersumber dari al-Quran dan As-Sunnah, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim kecuali menerapkan hukum syariah Allah SWT. Allah SWT telah menegaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. (TQS. Yusuf [12]: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt juga menyatakan bahwa konsekuensi iman adalah dengan taat pada syariat-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيماً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (TQS. an-Nisa [4]: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (TQS. Al Ahzab[33]: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh seorang muslim mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang telah diharamkan-Nya. Tentang hal ini, At-Tirmidzi, dalam kitab Sunan-nya, telah mengeluarkan hadits dari ’Adi bin Hatim –radhiya-Llahu ’anhu— berkata: ’Saya mendatangi Nabi saw. ketika baginda sedang membaca surat Bara’ah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam.” (TQS. At-Taubah [9]: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya bersabda: ’Mereka memang tidak beribadah kepadanya, tetapi jika mereka menghalalkan sesuatu untuknya, mereka pun menghalalkannya; jika mereka mengharamkan sesuatu untuknya, maka mereka pun mengharamkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menetapkan hukum yang tidak bersumber dari al-Quran dan As-Sunnah adalah perbuatan yang bertentangan dengan akidah Islam. Bahkan dapat dikategorikan perbuatan menyekutukan Allah SWT. Seorang muslim wajib terikat kepada syariah Allah, wajib mengambil hukum dari wahyu Allah semata, dan menolak undang-undang atau peraturan buatan manusia yang bertentangan dengan hukum Allah SWT. Dengan demikian, wakalah dalam fungsi legislasi yang akan menghasilkan hukum atau peraturan perundangan sekular atau yang bertentangan dengan syariah Islam tidak diperbolehkan, karena hal tersebut merupakan aktivitas yang bertentangan dengan akidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakalah untuk melantik presiden/wakil presiden juga tidak diperbolehkan, karena wakalah ini akan menjadi sarana untuk melaksanakan keharaman, yakni pelaksanaan hukum atau peraturan perundangan sekular yang bertentangan dengan syariat Islam oleh presiden/wakil presiden yang dilantik tersebut. Larangan ini berdasar pada kaedah syara’ yang menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(اَلْوَسِيْلَةُ اِلَى الْحَرَامِ حَرَامٌ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wasilah (perantaraan) yang pasti menghantarkan kepada perbuatan haram adalah juga haram”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wakalah dalam konteks pengawasan, koreksi dan kontrol terhadap pemerintah dibolehkan, selama tujuannya adalah untuk amar makruf dan nahi mungkar (menegakkan kemakrufan dan mencegah kemunkaran). Wakalah dalam konteks ini merupakan wakalah untuk melaksanakan perkara yang dibenarkan oleh syariat Islam. Maka, pencalonan anggota legislatif dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan tadi dibolehkan sepanjang memenuhi syarat-syarat syar’iy. Bukan dibolehkan secara mutlak. Syarat-syarat tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harus menjadi calon dari partai Islam, bukan dari partai sekular. Dan dalam proses pemilihan tidak menempuh cara-cara haram seperti penipuan, pemalsuan dan penyuapan, serta tidak bersekutu dengan orang-orang sekular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Harus menyuarakan secara terbuka tujuan dari pencalonan itu, yaitu untuk menegakkan sistem Islam, mengubah sistem sekular menjadi sistem Islam, melawan dominasi asing dan membebaskan negeri ini dari pengaruh asing. Dengan kata lain, calon wakil rakyat itu menjadikan parlemen sebagai mimbar (sarana) dakwah Islam, yakni menegakkan sistem Islam, menghentikan sistem sekular dan mengoreksi penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam kampanyenya harus menyampaikan ide-ide dan program-program yang bersumber dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harus konsisten melaksanakan poin-poin di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berkaitan dengan hukum pemilu legislatif yang berbeda dengan pemilu presiden. Jika dalam pemilu legislatif bisa disamakan dengan hukum wakalah, lain halnya dengan pemilu presiden. Status presiden dan wakil presiden bukanlah wakil rakyat, sehingga kepadanya tidak bisa diberlakukan fakta wakalah. Dalam hal ini lebih tepat dikaitkan dengan fakta akad pengangkatan kepala negara (nashb al-ra’is) yang hukumnya terkait dengan dua hal, yaitu person dan sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan person, Islam menetapkan bahwa seorang kepala negara harus memenuhi syarat-syarat in’iqad, yaitu sejumlah keadaan yang akan menentukan sah dan tidaknya seseorang menjadi kepala negara. Syarat-syarat itu adalah (1) Muslim; (2) Baligh; (3) Berakal; (4) Laki-laki; (5) Merdeka; (6) Adil atau tidak fasik; dan (7) Mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala negara. Tidak terpenuhinya salah satu saja dari syarat-syarat di atas, cukup membuat pengangkatan seseorang menjadi kepala negara menjadi tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang sistem, harus ditegaskan bahwa siapapun yang terpilih menjadi kepala negara wajib menerapkan sistem Islam. Ini adalah konsekuensi dari akidah seorang kepala negara yang muslim. Tambahan lagi, dalam Islam, memang tugas utama kepala negara adalah untuk menjalankan syariah Islam dan memimpin rakyat dan negaranya dengan sistem Islam. Hanya dengan cara itu saja segala tujuan mulia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara akan tercapai. Memimpin dengan sistem selain Islam tidak akan menghasilkan kebaikan, tapi justru menghasilkan kerusakan dan bencana. Maka, tidak boleh hukumnya memilih presiden yang akan menjalankan sistem sekular. Siapa saja yang memimpin tidak dengan sistem Islam, oleh Allah SWT disebut sebagai fasik dan dzalim; bahkan bila secara i’tiqadi dengan tegas menolak syariat Islam, dinyatakan sebagai kafir. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, siapa saja yang tidak berhukum berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (TQS. al-Maidah [5]: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, siapa saja yang tidak berhukum berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang dzalim.” (TQS. al-Maidah [5]: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, siapa saja yang tidak berhukum berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang fasik.” (TQS. al-Maidah [5]: 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sikap yang semestinya harus ditunjukkan oleh setiap muslim dalam menghadapi pemilu ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak memilih calon yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan di atas. Tidak mendukung usahanya, termasuk tidak mendukung kampanyenya dan mengucapkan selamat saat yang bersangkutan berhasil memenangkan pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melaksanakan syariat Islam secara utuh dan menyeluruh dengan konsisten. Serta berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengubah sistem sekular ini menjadi sistem Islam melalui perjuangan yang dilakukan sesuai dengan thariqah dakwah Rasulullah saw melalui pergulatan pemikiran (as-shirâul fikriy) dan perjuangan politik (al-kifâh as-siyâsi). Perjuangannya itu diwujudkan dengan mendukung individu, kelompok, jamaah, dan partai politik yang secara nyata dan konsisten berjuang demi tegaknya syariah dan khilafah; serta sebaliknya menjauhi individu, kelompok, jamaah dan partai politik yang justru berjuang untuk mengokohkan sistem sekular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Secara sendiri-sendiri atau bersama-sama melakukan kritik dan koreksi terhadap para penguasa atas setiap aktivitas dan kebijakan mereka yang bertentangan dengan ajaran Islam. Tidak terpengaruh oleh propaganda yang menyatakan bahwa mengubah sistem sekular dan mewujudkan sistem Islam mustahil dilakukan. Tidak boleh ada rasa putus asa dalam perjuangan. Dengan pertolongan Allah, insya Allah perubahan ke arah Islam bisa dilakukan asal perjuangan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Yakinlah, Allah SWT pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya, khususnya dalam usaha mewujudkan tegaknya kembali khilafah guna melanjutkan kembali kehidupan Islam (isti’nâfu al-hayah al- Islâmiyah). Yaitu kehidupan yang di dalamnya diterapkan syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia dengan kepemimpinan seorang khalifah yang akan menyatukan umat dan negeri-negeri Islam untuk kembali menjadi umat terbaik serta memenangkan Islam di atas semua agama dan ideologi yang ada. Kesatuan umat itulah satu-satunya yang akan melahirkan kekuatan, dan dengan kekuatan itu kerahmatan (Islam) akan terwujud di muka bumi. Dengan kekuatan itu pula kemuliaan Islam dan keutuhan wilayah negeri-negeri muslim bisa dijaga dari penindasan dan penjajahan negeri-negeri kafir sebagaimana yang terjadi di Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memilih kepala negara yang mampu menjamin negeri ini tetap independen (merdeka) dari cengkraman penjajah. Dengan kata lain, memilih kepala negara yang mampu mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya, bukan malah sebaliknya membiarkan negeri ini dalam cengkeraman dan dominasi kekuatan asing di segala bidang. Juga harus mampu meletakkan keamanan negeri ini semata di tangan umat Islam, bukan di tangan warga negara asing. Tidak membiarkan pengaruh negara penjajah ke dalam institusi tentara dan polisi, apalagi mengijinkan negara asing membuat pangkalan militer di wilayah negeri ini. Sesungguhnya Allah SWT melarang muslim tunduk pada kekuatan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah sekali-kali tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin (TQS. An-Nisa[4]: 141).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semua berpulang kepada umat Islam, apakah akan membiarkan negeri ini terus dipimpin oleh penguasa dzalim dengan sistem sekular dan mengabaikan syariah Islam yang membuat negeri ini terus terpuruk; ataukah sebaliknya memilih pemimpin yang amanah dan menegakkan syariat Islam sehingga kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan benar-benar akan terwujud. Begitu juga, semua berpulang kepada umat Islam, apakah akan membiarkan negeri-negeri muslim tetap tercerai-berai seperti sekarang dan tenggelam dalam kehinaan; atau sebaliknya berusaha keras agar bisa menyatu sehingga izzul Islam wal muslimin juga benar-benar terwujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, umat Islam di Indonesia sebagai pemegang kekuasaan hendaknya memperhatikan momentum pemilu ini. Bahwa Pemilu ini tidak boleh menjadi alat untuk melanggengkan sistem sekular. Umat Islam harus berusaha untuk menegakkan sistem Islam dan menghentikan sistem sekular, serta berusaha mewujudkan seorang kepala negara yang mempunyai syarat dan ketentuan Islam sebagaimana dijelaskan di atas, yang akan menegakkan sistem Islam dan menyatukan negeri-negeri di bawah naungan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai umat Islam, inilah saatnya, ambillah langkah yang benar! Salah mengambil langkah berarti turut melanggengkan kemaksiatan. Marilah kita renungkan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya; dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. (TQS. Al-Anfal [8]: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Rabi’ul Awwal 1430 H/16 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-8765782080289900831?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/8765782080289900831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/nasyroh-hukum-pemilu-legislatif-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/8765782080289900831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/8765782080289900831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/nasyroh-hukum-pemilu-legislatif-dan.html' title='Nasyroh: Hukum Pemilu Legislatif dan Presiden'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2330272359045851812</id><published>2009-03-26T10:42:00.001+08:00</published><updated>2009-03-26T10:46:06.687+08:00</updated><title type='text'>Demokrasi , Alat Perjuangan Syariah ?</title><content type='html'>HTI-Press. Pro kontra tentang demokrasi dan Islam terus bergulir ditengah umat, apalagi menjelang pemilu. Bagaimana Islam mensikapi Demokrasi ? Sejauhmana demokrasi bisa dijadikan alat perjuangan untuk penegakan syariah Islam ? Masalah ini akan dijelaskan Ustadz Muhammad Ismail Yusanto dalam wawancara berikut ini. (redaksi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap Demokrasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, demokrasi kini telah menjadi sistem politik yang paling banyak dianut di dunia. Ini karena hampir semua negara, termasuk negeri – negeri muslim semenjak runtuhnya kekhilafahan Utsmani pada 1924, menganut sistem politik ini. Tapi penerimaan dunia Islam terhadap demokrasi tidaklah mulus. Bila kita ringkas, kiranya ada tiga kelompok sikap. Pertama, yang mengatakan tidak ada masalah dengan demokrasi. Islam bukan saja menerima ajaran demokrasi, bahkan mereka mengatakan Islam adalah agama yang sangat demokratis seperti tampak pada anjuran untuk bermusyawarah dan sebagainya. Kedua, pandangan yang menolak sama sekali demokrasi. Sebagai anak kandung sekularisme, demokrasi dikatakan bertentangan seratus delapan puluh derajat dengan Islam. Sementara kelompok ketiga mengatakan bahwa demokrasi memang bukan ajaran Islam, tapi Islam bisa memberikan nilai-nilai dalam demokrasi. Dari kalangan mereka muncul istilah demokrasi yang Islami. Perbedaan ini muncul karena masing-masing memahami demokrasi dalam perspektif yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyikapi demokrasi mestinya kita harus kembali kepada inti dari paham demokrasi itu sendiri, yakni kedaulatan rakyat dimana makna praktis dari kedaulatan adalah hak membuat hukum. Dari sini jelas bahwa demokrasi bertentangan dengan ajaran Islam yang menyatakan bahwa kedaulatan atau hak membuat hukum ada di tangan Allah, bukan di tangan rakyat atau wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya anjuran musyawarah dalam Islam tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa demokrasi sesuai dengan ajaran Islam. Bila kita telaah sungguh-sungguh nyata sekali bahwa musyawarah bukanlah satu-satunya jalan pengambilan keputusan. Dalam masalah tasyri’ (penetapan hukum), keputusan diambil dengan cara merujuk kepada sumber hukum yakni al Quran dan As Sunnah atau ijtihad. Musyawarah hanya dilakukan dalam teknis pelaksanaan suatu perkara. Rasulullah bermusyawarah dengan para shahabat tentang dimana mereka harus menghadapi pasukan kafir Quraisy dalam perang Uhud, apakah di dalam atau di luar kota Madinah. Rasul tidak bermusyawarah tentang apakah jihad itu wajib atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu unsur penting dari demokrasi adalah pemilu. Bagaimana sikap HT sendiri terhadap pemilu, Ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di dalam Islam juga ada pemilu, yakni untuk pemilihan kepala negara atau khalifah dan pemilihan wakil rakyat dalam majelis ummat. Sesuai dengan prinsip bahwa kekuasaan di tangan rakyat (al-sultotu lil ummah), maka khalifah dipilih umat. Tidak seorang pun bisa menjadi seorang khalifah kecuali jika dipilih dan dibaiat oleh umat. Baiat adalah satu-satunya metode pengangkatan (thariqah in’iqadz) dalam sistem khilafah. Adapun metode pemilihan (thariqah intikhab) khalifah bisa dilakukan melalui pemilihan langsung (one man one vote), bisa juga melalui ahl al-halli wa al-aqd atau majelis umat yang menjadi perwakilan dari umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pemilihan anggota legislatif sebagai wakil rakyat adalah akad perwakilan (wakalah), sementara hukum wakalah menurut syariat Islam adalah mubah. Sementara keabsahan wakalah itu tergantung pada rukun-rukunnya; jika rukun-rukun tersebut sempurna, maka wakalah tersebut juga sah, dan jika rukun-rukun itu tidak terpenuhi, maka tidak sah. Rukun wakalah adalah adanya akad atau keterkaitan antara ijab dan qabul, dua orang yang melakukan akad, yaitu pihak yang mewakilkan (muwakkil) dan pihak yang mewakili (wakîl), perkara yang diwakilkan (al umuur al muawakkal biha), serta bentuk redaksi akad perwakilannya (shîghat at-tawkîl). Semuanya harus sesuai dengan ketentuan Islam Bila semua rukun terpenuhi, maka yang akan menentukan kemudian apakah wakalah ini Islami atau tidak adalah pada amal atau kegiatan apa yang akan dilakukan oleh wakil. Bila yang dilakukan oleh wakil adalah menghentikan sekularisme dan menegakkan sistem Islam, maka ini adalah wakalah Islami. Tapi bila sebaliknya, tentu tidak Islam dan harus ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pandangan Islam terhadap Demokrasi seperti itu, menurut Ustadz, apakah Demokrasi bisa dijadikan jalan perjuangan menegakkan syariah Islam? Seperti apa peluang dan gambarannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa, asal seseorang yang berjuang untuk tegaknya syariah melalui jalan itu memenuhi syarat dan ketentuan, yaitu, a). Harus menjadi calon dari partai Islam, bukan dari partai sekuler, yang akan berjuang untuk menjalankan fungsi muhasabah. Bukan legislasi. Dan dalam proses pemilihan tidak menempuh cara-cara haram seperti penipuan, pemalsuan dan penyuapan, serta tidak bersekutu dengan orang-orang sekuler; b) Harus menyuarakan secara terbuka tujuan dari perjuangan itu, yaitu untuk menegakkan sistem Islam, mengubah sistem sekuler menjadi sistem Islam, dan membebaskan negeri ini dari pengaruh dan dominasi negara asing. Dengan kata lain, calon wakil rakyat itu menjadikan parlemen sebagai mimbar (sarana) dakwah Islam, c) Dalam kampanyenya harus menyampaikan ide-ide dan program-program yang bersumber dari ajaran Islam. d) Harus konsisten melaksanakan poin-poin di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Demokrasi dijadikan jalan perjuangan penegakan syariah, adakah bahaya yang bisa muncul? Kalau ada seperti apa bahaya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya seorang muslim yang bertaqwa di parlemen dalam sistem demokrasi sekuler ini akan sangat berguna dalam satu kondisi, yakni ketikat mereka menjadikan parlemen sebagai mimbar dakwah dalam rangka melakukan perubahan mendasar (taghyiir), menghentikan sistem sekuler dan menggantinya dengan sistem Islam, mengoreksi penguasa, menjelaskan kebobrokan sistem sekuler itu dan menyadarkan umat akan kewajiban untuk terikat pada ajaran Islam dan selalu berjuang melakukan amar makruf dan nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila itu tidak dilakukan, maka keberadaan mereka di parlemen justru bisa menimbulkan menjadi bahaya besar, antara lain: a) Keberadaan mereka di parlemen justru akan digunakan pemerintah yang sedang berkuasa dan partai-partai sekuler sebagai justifikasi untuk melawan umat Islam yang berusaha melakukan perubahan mendasar (taghyiir), bahwa mereka juga muslim, dan faktanya mereka juga terlibat dan rela terhadap sistem tersebut; c) Mereka akan menimpakan tanggungjawab kerusakan dan kedzaliman yang lahir dari sistem sekuler itu kepada umat Islam, padahal seharusnya yang bertanggungjawab adalah kaum sekuler saja. d) Jika para wakil rakyat yang duduk di parlemen itu bisa melakukan perbaikan parsial, pada dasarnya itu merupakan salah satu bentuk tambal sulam terhadap baju tua, yang sebenarnya wajib diganti semuanya. Tambal sulam hanya akan memperpanjang usia sistem yang rusak, dan memalingkan perasaan umat Islam sehingga justru malah tidak terdorong untuk melakukan perubahan mendasar dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat partai-partai yang mengklaim berjuang melalui demokrasi, menurut Ustadz sejauh mana mereka memperjuangkan syariah Islam? Atau jangan-jangan selama ini tidak ada yang memperjuangkan syariah Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi platform, ada. Hanya saja perjuangan seperti itu memang tidak mudah. Hasil perolehan suaranya dalam pemilu lalu jauh di bawah partai sekuler. Sehingga kekuatan politiknya juga kecil. Akibatnya, gagasan-gagasan politiknya tidak bisa direalisasikan karena kalah suara. Oleh karena itu, partai-partai Islam tidak boleh menjadikan pemilu sebagai satu-satunya jalan untuk menegakkan syariat Islam, sedemikian sehingga seolah-olah hidup matinya tergantung pada pemilu. Parpol Islam harus sungguh-sungguh melaksanakan semua fungsi parpol, terutama fungsi edukasi agar secepatnya terwujud kesadaran politik Islam di tengah-tengah masyarakat. Juga, wajib melakukan kritik terhadap penguasa atas kebijakan dzalim yang tidak sesuai dengan syariah, serta mengungkap makar jahat negara asing di negeri ini dan negara dunia Islam yang lain. Hanya melalui cara ini, kekuatan politik Islam untuk mewujudkan perubahan mendasar tadi bisa dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anggapan bahwa demokrasi itu bisa dijadikan alat atau strategi untuk perjuangan penegakan syariah, bagaimana Ustadz menilai anggapan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang dimaksud dengan penerapan syariat itu adalah penerapan syariat secara parsial, hal itu sudah bisa diwujudkan. Misalnya adanya ketentuan hukum waris, nikah talak rujuk dan cerai serta perkara ahwâl syakhshiyyah (perdata), UU Zakat, UU Perbankan Syariah dan lainnya. Tapi bila yang dimaksud adalah penerapan syariat Islam secara kaffah tentu ini belum terwujud. Mengapa? Karena partai politik yang mengikuti pemilu harus mengakui, tunduk, dan terikat dengan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang beranggapan, bila sistem perundang-undangan diubah, misalnya mengikuti prinsip the winner takes all, di mana pemenang pemilu selain berhak membentuk pemerintahan juga berhak mengubah undang-undang dasar dan peraturan perundang-undangan, maka perjuangan untuk menerapkan syariat Islam bisa ditempuh melalui parlemen. Tampaknya logis, tapi faktanya pemerintahan sekuler yang didukung oleh negara-negara Barat tidak akan pernah mentolelir keberhasilan sebuah partai Islam dalam pemilu yang bisa merugikan kepentingan mereka. Apa yang terjadi pada FIS di Aljazair di awal tahun 1992, juga Hamas di Palestina membuktikan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini HT selalu mengkritisi dan menolak demokrasi, tapi ada sebagian orang yang menganggap HT justru mendapat manfaat dari demokrasi. Karena dengan demokrasi HT leluasa mengkampanyekan ide-idenya. Bagaimana tanggapan Ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, harus dipahami bahwa sebagai bagian dari warga negara ini, anggota HT mempunyai hak dan sekaligus kewajiban untuk turut serta berusaha membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Hak dan kewajiban ini tidak boleh dihalangi bahkan semestinya diberi jalan. Karenanya, bila sekarang HT mendapatkan tempat untuk menyebarkan ide-idenya, ya memang semestinya seperti itu. Ini tidak ada urusannya dengan demokrasi. Karenanya, HT tidak merasa berutang budi terhadap demokrasi, dan akan tetap menuntut supaya syariah Islam sebagai dasar pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, bukan sistem sekuler, termasuk demokrasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anggapan, karena Demokrasi sudah mendunia dan diadospi oleh hampir semua negara, maka perjuangan syariah tidak bisa tidak harus melalui jalan Demokrasi itu. Muncul pertanyaan, kalau tidak dengan Demokrasi lalu dengan apa? Bagaimana Ustadz menanggapi anggapan dan pertanyaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada yang mengambil demokrasi bukan dari segi paham tapi sebagai cara untuk meraih kekuasaan. Demorasi dianggap sebagai jalan yang paling baik dalam mewujudkan cita-cita politik. Tidak ada cara lain selain demokrasi. Persis seperti pertanyaan tadi, bila tidak melalui cara demokrasi lantas menggunakan apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti ini menunjukkan kelemahan, sekaligus ketidakberdayaan kita akibat telah masuk pada apa yang disebut jebakan intelektual (intelectual trap). Padahal sesungguhnya masih ada jalan lain. Itu yang kita sebut sebagai thariqah dakwah Rasulullah. Ini metode perjuangan yang Islami, dan insha Allah akan bisa menghantarkan pada terwujudkanya cita-cita politik kita, yakni tegaknya kembali kehidupan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, sebagian orang memandang bahwa perjuangan melalui Demokrasi akan lebih cepat mencapai hasil, sementara perjuangan penerapan syariah melalui penegakan Khilafah jelas membutuhkan waktu yang panjang, bagaimana tanggapan Ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama atau sebentar sebenarnya sangat relatif. Fakta membuktikan justru cara-cara konvensional yang dilakukan selama ini telah gagal menghasilkan perubahan yang diinginkan. Lihatlah, perubahan Orde Baru tidak terjadi melalui pemilu meski telah diadakan berulang kali selama 30 tahun. Perubahan besar baru terjadi melalui gerakan reformasi yang hanya beberapa bulan. Tapi karena reformasi juga tidak dimaksudkan bagi terjadinya perubahan fundamental, maka keadaan pasca reformasi juga tidak banyak mengalami perubahan dibanding sebelumnya. Bila sebelum reformasi tatanan negeri ini bersifat sekularistik, setelah reformasi juga masih tetap sekular. Bahkan keadaan sekarang lebih buruk daripada sebelumnya. Korupsi meningkat tajam, kerusakan lingkungan makin menjadi-jadi, pornografi makin tak terkendali, dan jumlah orang miskin makin meninggi dan sebagainya. Maka tak heran, bila upaya memerdekakan negeri ini tak kunjung berhasil, meski sudah lebih dari 50 tahun kita berharap. Andai kita dari dulu sungguh-sungguh menyiapkan langkah-langkah yang benar bagi perubahan fundamental yang dicita-citakan, mungkin kita tidak memerlukan waktu sepanjang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Rasul saw. dalam mengubah dunia di mulai di Makkah dan berbuah setelah hijrah ke Madinah. Tapi fase ini tidak mungkin terjadi, bila Rasul tidak menempuh fase pengkaderan dan pembinaan di Makkah yang memang memakan waktu cukup lama yaitu 13 tahun. Waktu sepanjang itu diperlukan untuk menanamkan fikrah Islam di tengah jamaah. Dan setelah hijrah ke Madinah, dakwah Rasul mencapai perkembangan luar biasa. Setelah itu orang-orang berbondong-bondong masuk Islam. Bila perjuangan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan metode atau thariqah yang dicontohkan oleh Rasulullah sejak negeri ini merdeka, Insha Allah perjuangan akan cepat berhasil dan negeri ini tidak perlu terpuruk seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pandangan, dengan tidak ikutnya HTI dalam pemilu itu merupakan penggembosan (tikaman) terhadap perjuangan politik umat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTI adalah jamaah dakwah yang berjuang secara politis untuk tegaknya sistem Islam. Melalu kegiatan pembinaan dan pengkaderan yang dilakukan oleh HTI telah terlahir ribuan kader dakwah. Ini akan mendorong terciptanya kesadaran politik umat, yang dengan kesadaran itu memungkinkan adanya tuntutan dari umat untuk terjadinya perubahan politik ke arah Islam. HTI juga melakukan kritik dan koreksi terhadap kebijakan penguasa yang bertentangan dengan ajaran Islam, membongkar makar jahat negara penjajah dan menjelaskan berbagai solusi atas persoalan yang dihadapi umat dengan cara Islam. Jadi bagaimana bisa HTI dituduh melakukan penggembosan perjuangan politik umat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada pandangan bahwa kalau HTI tidak terlibat dalam pemilu, berarti hanya menjadi penonton?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah besar. Tudingan semacam ini baru benar bila HTI memang tidak melakukan apa-apa. Padahal, faktanya HTI telah secara aktif berdakwah, melakukan pembinaan dan pengkaderan umat melalui berbagai cara (uslub) dan sarana (wasilah) di seluruh penjuru tanah air. Ribuan forum baik dalam bentuk seminar, diskusi, pengajian, tablig akbar, maupun bentuk yang lebih bersifat personal telah terselenggara tiap minggunya. Belum lagi bahan terbitan yang dikeluarkan oleh HTI baik berupa buletin jumat al Islam dengan tiras lebih dari 1 juta eksemplar, al Waie, Media Umat, makalah dan sebagainya yang tersebar dibaca dan dikaji oleh umat. Diyakini melalui pembinaan itu umat menjadi sadar mengenai hak, peran dan tanggungjawabnya sebagai muslim. Dan kesadaran itu berpengaruh besar pada aspek ekonomi, politik praktis dan lainnya. HTI juga telah melakukan banyak sekali kontak dengan para tokoh umat, tokoh politik, media massa dan lainnya untuk mendorong peningkatan peran mereka dalam perjuangan ini. Disamping itu, HTI juga sangat aktif melakukan kritik dan koreksi terhadap penguasa atas kebijakan-kebijakannya yang tidak sesuai dengan hukum-hukum syara’, serta mengungkap konspirasi asing —yang dilancarkan oleh negara-negara penjajah— di negeri ini dan negeri di dunia Islam yang lain. Dengan seabreg kegiatan politik semacam itu, bagaimana bisa HTI disebut hanya sebagai penonton?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa HT akan memberikan suaranya dalam pemilu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTI tidak dalam kedudukan untuk menyebut salah satu parpol atau individu yang layak didukung. HTI hanya menyebut kriteria dan syarat-syarat, yang kalau dipenuhi oleh calon legislatif, maka dia boleh dipilih, yakni: a) Pencalonannya didasarkan pada ajaran Islam yang dilakukan melalui partai politik berasas Islam di mana asas itu harus tercermin dalam fikrah yang diadopnya baik menyangkut politik dalam dan luar negeri, sistem pemerintahan, ekonomi, sosial dan pendidikan. Semua fikrah itu tergambar dengan jelas hingga siapa saja dengan mudah bisa mempelajarinya. Juga harus terikat dengan hukum-hukum Islam dalam kehidupan berpartainya sehari-hari, dalam konteks hubungannya dengan anggota dan dalam hubungannya dengan yang lain dalam kehidupan berparlemen, termasuk dalam soal materi kampanye, strategi dan tatacara yang dilakukan. b) Tujuannya adalah untuk melakukan fungsi fungsi muhasabah, bukan legislasi; menghentikan sistem sekuler dan menggantinya dengan sistem Islam. Mewujudkan kehidupan Islam dimana di dalamnya diterapkan syariat Islam di bawah naungan khilafah. c) Bersungguh-sungguh dalam perjuangan untuk mewujudkan tujuan ini, tegas dan terbuka, tanpa rasa takut dan malu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2330272359045851812?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2330272359045851812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/demokrasi-alat-perjuangan-syariah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2330272359045851812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2330272359045851812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/demokrasi-alat-perjuangan-syariah.html' title='Demokrasi , Alat Perjuangan Syariah ?'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2230193377402093182</id><published>2009-03-15T08:40:00.002+08:00</published><updated>2009-03-15T08:44:40.072+08:00</updated><title type='text'>Komentar Politik</title><content type='html'>Intelektual China: Iran Dorong Perdamaian Dunia&lt;br /&gt;By Republika Newsroom&lt;br /&gt;Minggu, 15 Maret 2009 pukul 05:32:00 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEIJING -- Direktur Jenderal Biro Nasional bagi Peningkatan Bahasa China, Shoe Lin, mengatakan Sabtu bahwa Republik Islam Iran adalah pelopor perdamaian dan kedamaian di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara eksklusif dengan IRNA, Shoe mengatakan tak diragukan bahwa peradaban dan kebudayaan Iran sangat cemerlang dan menarik bagi semua bangsa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyoroti peradaban dan kebudayaan yang berurat-berakar di Iran, ia mengatakan bangsa Iran sepanjang sejarah sejak dulu selalu dianggap sebagai penganjur perdamaian dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesamaan antara kedua bangsa itu dalam berbagai bidang kebudayaan dan sejarah, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertukaran mahasiswa dalam bidang bahasa China dan Persia tampaknya dapat membantu meningkatkan dan membina hubungan budaya antara kedua bangsa, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Politik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya seluruh intelektual muslim bersikap demikian mendorong perjuangan penegakan khilafah Islamiyah. Karena hanya khilafahlah yang akan mampu mewujudkan perdamaian dunia yang sebenarnya. Menggantikan peraban "sampah" kapitalisme-sekulatisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2230193377402093182?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2230193377402093182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/komentar-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2230193377402093182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2230193377402093182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/komentar-politik.html' title='Komentar Politik'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-1286899201884510175</id><published>2009-03-15T08:26:00.001+08:00</published><updated>2009-03-15T08:28:50.762+08:00</updated><title type='text'>Adhyaksa: 15.000 Orang Meninggal Tiap Tahun Akibat Narkoba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbxLrRrIO4I/AAAAAAAAAFA/AdxLQrxF4s8/s1600-h/150905p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbxLrRrIO4I/AAAAAAAAAFA/AdxLQrxF4s8/s320/150905p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313204867241098114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menegpora Adhyaksa Dault mengatakan sekitar 15.000 orang di Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum lagi HIV/AIDS (pertumbuhannya) seperti tsunami sosial, dikarenakan kasus yang terdeteksi saat ini baru kulit luarnya,” kata dia dalam sebuah acara di Palu, Sabtu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyampaikan sambutan pada acara “Pengukuhan Kader Pemuda Bersih Narkoba dan HIV Aids” tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dihadiri sekitar 1.000 pelajar dan mahasiswa setempat, Adhyaksa mengatakan kedua masalah tersebut harus menjadi perhatian serius semua elemen masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penanggulangannya, menurut dia, perlu dilakukan secara bersama dan terus-menerus, karena dampaknya dapat melemahkan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan, salah satu pintu masuk narkoba adalah melalui rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, katanya mengimbau, bagi para pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang belum merokok janganlah mendekatinya. Juga, kepada mereka yang telah terlanjur menjadi perokok, agar segera menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apalagi anak sekolah sangat rawan terjerumus narkoba, sehingga memerlukan pengawasan diri yang kuat serta oleh orang tua dan keluarganya sendiri,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Gubernur Sulteng HB Paliudju melaporkan bahwa daerahnya sangat rawan dengan peredaran narkoba, karena merupakan “daerah terbuka” yang memudahkan orang-orang dari provinsi tetangga dan provinsi lainnya masuk-keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kata Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setprov Sulteng, Nadjib Godal, penggunaan narkoba di daerahnya dewasa ini telah melebihi lima persen dari total generasi muda yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Gubernur Paliudju mengajak semua elemen masyarakat setempat yaitu pemuka agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi pemuda, pimpinan organisasi sosial-kemasyarakatan bersama dengan pemerintah, untuk terus bergandengan tangan melakukan pemberantasan terhadap bahaya narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kasus HIV/Aids, Gubernur Sulteng melaporkan hingga akhir tahun 2008 yang terdeteksi di daerahnya sudah mencapai 71 kasus, terdiri atas 60 kasus HIV dan 11 kasus lainnya telah meningkat ke Aids.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus mereka yang positif menderita Aids, sebagian besarnya sudah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasus HIV/Aids di daerah ini dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga diperlukan pula langkah kebersamaan antara pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat untuk aktif melakukan penanggulangan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum acara ini dimulai, para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut saat memasuki ruangan di Gedung Manggala Sakti Palu berebutan membubuhkan tanda-tangan mereka di atas kain putih sepanjang lima meter, berisi pernyataan sikap “Pemuda/i dan Pelajar Sulawesi Tengah Menyatakan Tidak!!! Pada Narkoba”. (Antara News, 15/03/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah buah dari sistem sekularisme yang mengancam masa depan para remaja dan pemuda di negeri ini. Sekularisme, ide pemisahan agama dari  kehidupan ini disadari atau tidak telah dipaksakan baik melalui sistem pendidikan maupun melalui kehidupan sosial yang rusak. Hasilnya perilaku yang rusak seperti pergaulan bebas, penggunaan narkoba, dan perilaku rusak lainnya mengancam generasi. Persoalan tersebut tak akan selesai selama Islam sebagai sebuah sistem hidup ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kaum Muslim di negeri ini kembali kepada pangkuan sistem Islam saja yang akan ditegakkan melalui Khilafah Rasyidah. Berikan kesempatan kepada Islam untuk membina mereka. Berikan kesempatan kepada Islam untuk membangun masyarakat yang benar-benar selamat baik di dunia maupun di akhirat. Kaum Muslim hanya membutuhkan itu, bukan dengan solusi-solusi lain yang semu dan menambah persoalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-1286899201884510175?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/1286899201884510175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/adhyaksa-15000-orang-meninggal-tiap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1286899201884510175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/1286899201884510175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/adhyaksa-15000-orang-meninggal-tiap.html' title='Adhyaksa: 15.000 Orang Meninggal Tiap Tahun Akibat Narkoba'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbxLrRrIO4I/AAAAAAAAAFA/AdxLQrxF4s8/s72-c/150905p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-945222099493942457</id><published>2009-03-14T21:04:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T21:09:03.434+08:00</updated><title type='text'>Caleg Habiskan Dana Miliaran Rupiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbusWgrhOhI/AAAAAAAAAE4/iXH_r73fyTw/s1600-h/kamp1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 201px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbusWgrhOhI/AAAAAAAAAE4/iXH_r73fyTw/s320/kamp1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313029688143198738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Uang dari Kantong Pribadi maupun Sumbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kampanye rapat umum belum dimulai, sejumlah calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat mengaku sudah mengeluarkan dana kampanye mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan dana kampanye hingga rapat umum selesai diperkirakan akan melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan dengan dana yang telah digunakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan untuk Daerah Pemilihan DKI Jakarta III, Nur Kholisoh, Jumat (13/3), mengatakan sudah menghabiskan dana kampanye sekitar Rp 200 juta. Sebagian besar dana itu digunakan untuk pembelian atribut dan operasional kampanye. Ia berharap bisa mengumpulkan hingga Rp 400 juta-Rp 500 juta hingga masa kampanye terbuka selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya harus membatasi diri sesuai kemampuan. Saya tidak akan memaksakan diri,” kata Nur Kholisoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana itu diperoleh dari kantong pribadi Kholisoh yang dikumpulkan sejak Pemilu 2004 usai. Kholisoh enggan meminta sumbangan ke pengusaha karena khawatir dengan kompensasi politik jika ia terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, caleg DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk Dapil Jawa Tengah VIII, Budiman Sudjatmiko, mengatakan sudah menerima sumbangan sekitar Rp 300 juta. Selain uang, dia menerima sumbangan natura berupa kain bahan atribut dan diskon stiker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiman berharap hingga kampanye rapat umum selesai, ia mampu mengumpulkan sumbangan hingga Rp 600 juta-Rp 700 juta. Tambahan dana itu ia butuhkan untuk mengunjungi hingga separuh desa di dapilnya. Sistem penentuan caleg terpilih dengan suara terbanyak membuatnya harus bertarung keras dengan caleg lain karena nomor urutnya tidak berguna lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah caleg lain telah menghabiskan dana kampanye hingga miliaran rupiah. Rekan Kholisoh sudah menghabiskan Rp 1 miliar. Adapun rekan Budiman telah habis Rp 3 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun para caleg DPR ataupun DPRD menghabiskan dana cukup besar, tidak ada mekanisme yang mewajibkan mereka melaporkan dana kampanyenya ke KPU. Selama ini kewajiban menyampaikan laporan dana kampanye hanya dibebankan kepada partai politik dan calon anggota DPD sebagai peserta pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo mengatakan, perubahan cara penetapan caleg terpilih tidak diikuti dengan perubahan cara pelaporan dana kampanye. Meskipun setiap caleg mengeluarkan dana kampanye cukup besar, dana tersebut tidak wajib dilaporkan dan dimasukkan ke dalam rekening partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya para caleg juga diwajibkan melaporkan dana kampanye. Meskipun pesera pemilu dalam undang-undang adalah partai politik, peserta riil kampanye adalah caleg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebagai institusi publik, caleg seharusnya melaporkan sumbangan yang diterimanya kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawabannya,” kata Adnan. (Kompas, Sabtu, 14 Maret 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-945222099493942457?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/945222099493942457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/caleg-habiskan-dana-miliaran-rupiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/945222099493942457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/945222099493942457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/caleg-habiskan-dana-miliaran-rupiah.html' title='Caleg Habiskan Dana Miliaran Rupiah'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbusWgrhOhI/AAAAAAAAAE4/iXH_r73fyTw/s72-c/kamp1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-6237721954358683499</id><published>2009-03-14T20:58:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T21:02:24.666+08:00</updated><title type='text'>Pesta Demokrasi: Biar Tekor Asal Sohor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbuqiaQ6WvI/AAAAAAAAAEw/O2jp1HGpNNI/s1600-h/atribut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbuqiaQ6WvI/AAAAAAAAAEw/O2jp1HGpNNI/s320/atribut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313027693556161266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang Bogor Kampung, memiliki budaya biar tekor asal sohor. Celaka-nya, tradisi yang menurut Clifford Geertz mencer-minkan budaya kemiskinan itu, ternyata juga menjadi budaya pesta demokrasi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelenggarakan Pemilu 2004 yang didukung Amerika dengan duit Rp 32 Milyar melalui 28 institusi, Indonesia diberi “Medali Demokrasi” oleh IAPC. Indonesia juga menjadi tuan rumah Konferensi IAPC (Asosiasi Internasional Konsultan Politik) ke-40 di Bali tahun 2007. Co-chairman Komite Konferensi IAPC, Robert Murdoch, mengatakan, pemilihan ini sebagai penghor-matan bagi Indonesia sekaligus syiar demokrasi di seluruh dunia (web.bisnis.com, 13/11/07).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun jadi getol berpesta colok wal coblos. Dengan asumsi tanpa pemekaran wilayah lagi dalam kurun 2009-2014, Indo-nesia akan melakukan 503 pemilu memperebutkan 19.433 kursi. Minimal sekali pemilihan presiden dan wakilnya, 4 kali pemilu legislatif, 32 kali pemilihan guber-nur dan wakilnya, 466 kali pemilihan bupati dan wakilnya termasuk wali kota dan wakilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam setahun bakal digelar lebih 100 kali pemilihan, atau rata-rata 8 pemilu tiap bulan, atau 2 pemilu per pekan. Dalam rentang 5 tahun itu warga pemilih akan mendatangi TPS 10-11 kali untuk nyoblos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa Biayanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pesta demokrasi 2008-2009, KPU (Komisi Pemilihan Umum) menganggarkan Rp 47,9 trilyun. Berasal dari APBN Rp 22,3 trilyun dan dari APBD Rp 25, 6 trilyun. Anggaran ini bahkan nyaris menyamai biaya mengen-taskan kemiskinan tahun 2007 sebesar Rp 57 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah dana cawe-cawe asing yang mencapai 12,35 juta USD, berasal dari Australia, Belanda, Inggris, Kanada, Spanyol, dan Swedia. Ada lagi pasokan dana asing yang tidak melalui UNDP sebesar 38,1 juta USD. Antara lain dari Amerika US$7 juta dan Australia US$19 juta. Demi-kian pemaparan Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bap-penas Lukita Dinarsyah Tuwo di Kantor Bappenas, Jakarta (19/9/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang resmi. Amien Rais pernah mensinyalir bahwa Pre-siden SBY menerima dana kampanye dari Amerika. Dengan emosional SBY membantah. Dan akhirnya isyu kempes setelah ‘’silaturahim Bandara Halim” Amien-SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah pun tak mau kalah dari pusat. Biaya Pilgub Jabar misalnya, lebih dari Rp 500 milyar. Sedangkan biaya politik tiap pasangan cagub-cawagub men-capai Rp 60 milyar. Pilkada Jawa Timur bahkan menelan biaya lebih dari Rp 1 trilyun dalam dua putaran plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa pula biaya demok-rasi partai dan caleg?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Associate Media Director Hotline Advertising, Zai-nul Muhtadin, minimal Rp 100 milyar per kandidat presiden. (tempointeraktif.com 24/01/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rizal Mallara-ngeng, pendiri Jasa Konsultan Strategi dan Politik Foxindonesia, “Biaya untuk menjangkau kesa-daran publik melalui media berkisar antara Rp 15 per kapita. Jika menggunakan pawai dan acara-acara sejenisnya biaya membengkak menjadi Rp 1.000 tak terhingga per kapita,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subiakto, CEO Hotline Advertising, mengakui untuk kampanye pasangan Cagub DKI Jakarta Fauzi Bowo keluar dana sekitar Rp 20 milyar. Itu termasuk margin keuntungan bersih sekitar 20-30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB), seperti dilaporkan Jawa Pos (25/05/08), menghabis-kan dana ”Hidup adalah Per-buatan” sebesar Rp 151,2 milyar. Ini baru di teve. Padahal, SB juga gencar beriklan di radio, media cetak, media luar ruang, bahkan bioskop. Milyaran lagi duitnya keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan politik memang sa-ngat diminati politikus. Menurut survey Kompas edisi Minggu 20 Juli 2008, kampanye via bendera memiliki efektivitas 44,7 persen, spanduk 44,8 persen, iklan TV 71,7 persen, aksi pengerahan massa 71,2 persen, serta karnaval 70,9 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita coba menghitung biaya pilkada. Katakanlah ada sekitar 100 kali pilkada pertahun, maka jika masing-masing hanya diikuti tiga pasangan kontestan saja, ada 300 pasangan calon kepala daerah. Andai tiap calon menghabiskan Rp 1 milyar untuk biaya iklan politik saja, maka setahun belanja iklan politik mencapai Rp 300 milyar. Ini minimal lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk iklan politik partai peserta pemilu 2009 yang berjumlah 34 partai, angkanya pasti akan semakin membengkak. Apalagi setiap calon legislatif dari ke-34 partai itu juga akan “men-jual diri” menjelang pemilu. Kalikanlah angka 34 partai, dengan 70 daerah pemilihan, kemudian dikalikan lagi dengan rata-rata 6 calon anggota legislatif per daerah pemilihan, kemudian dikalikan rata-rata pengeluaran duit per kandidat sebesar Rp 1 milyar. Totalnya: Rp 14,28 trilyun. Edun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latief, pesan-pesan iklan politik keba-nyakan dangkal, serba artifisial, dan tidak otentik. “Bahkan tidak nyambung dengan kebutuhan batin rakyat,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Indonesia akhir-nya hanya sebatas pesta. Ironisnya, usai pemilu 2004 misalnya, sebagian intelektual KPU termasuk seorang profesor UI, malah dijebloskan ke penjara lantaran makan suap. Lalu, satu persatu pejabat atau wakil rakyat yang merupakan produk pemilu 2004, juga dibekuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum hengkang dari Senayan beberapa waktu lalu, Permadi dari PDIP membeberkan enam kebobrokan DPR. Semua-nya berupa korupsi waktu, uang, dan tanggung jawab. “Kalau saya dibilang memfitnah silahkan, toh publik sudah tau bagaimana bobroknya DPR,” katanya seperti dikutip Okezone (30/1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua lantaran tiga hal. Pertama, akuntabilitas politik DPR amat rendah. Kedua, mekanisme perekrutan politik di internal partai politik yang melahirkan anggota DPR berorientasi uang. Ketiga, mahalnya ongkos politik. [] taqiyuddin albaghdady/www.mediaumat.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Produk Khianat dari Senayan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legislasi (penyusunan UU) adalah fungsi terpenting DPR. Tapi lihatlah, banyak UU yang justru mengkhianati rakyat. Yang terbaru adalah UU Minerba (Undang-undang Mineral dan Batubara) yang disahkan pada 16 Desember 2008. Sebelumnya juga, UU BHP (Undang-undang Badan Hukum Pendidikan) yang disahkan pada 17 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Minerba semakin menyempurnakan lepasnya peran Pemerintah dari segala hal yang menyangkut pengelolaan sumberdaya alam milik rakyat dan menyerahkannya kepada para pemilik modal (swasta/asing). UU ini sekadar melengkapi UU sejenis yang sudah disahkan sebelumnya, yaitu: UU Migas, UU SDA dan UU Penanaman Modal. Semua UU ini pada hakikatnya bertujuan satu: memberikan peluang seluas-luasnya kepada pihak swasta, terutama pihak asingkarena asinglah yang selama ini memiliki modal paling kuatuntuk mengeruk kekayaan alam negeri ini sebebas-bebasnya. Padahal sebelum disahkannya UU Minerba ini saja, hingga saat ini kekayaan tambang dalam negeri, 90 persennya sudah dikuasai asing (Sinarharapan.co.id, 13/6/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun UU BHP semakin menyempurnakan lepasnya tanggung jawab Pemerintah dalam pengurusan pendidikan warga negaranya. UU ini melengkapi UU Sisdiknas yang juga sudah disahkan sebelumnya. Kedua UU ini pada hakikatnya juga satu tujuan: melepaskan tanggung jawab Pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam penyelenggaraan pendidikan warga negaranya, sekaligus membebankan sebagian atau keseluruhannya kepada masyarakat. [] taqiyuddin albaghdady (mediaumat.com, 07/03/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-6237721954358683499?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/6237721954358683499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/pesta-demokrasi-biar-tekor-asal-sohor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6237721954358683499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/6237721954358683499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/pesta-demokrasi-biar-tekor-asal-sohor.html' title='Pesta Demokrasi: Biar Tekor Asal Sohor'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SbuqiaQ6WvI/AAAAAAAAAEw/O2jp1HGpNNI/s72-c/atribut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-4569652559334301399</id><published>2009-03-14T10:33:00.000+08:00</published><updated>2009-03-14T10:34:41.408+08:00</updated><title type='text'>Politik Ekonomi Ideal (Telaah Kitab As-Siyâsah al-Iqtishâdiyyah al-Mutsla)</title><content type='html'>Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasadaran terhadap malapetaka universal akibat penerapan sistem ekonomi kapitalistik telah mendorong sejumlah pemikir untuk menggagas sistem ekonomi alternatif yang bisa membawa umat manusia menuju kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Kesadaran ini semakin mengkristal ketika krisis demi krisis terus menghajar dunia dan keadaan perekonomian negara-negara berkembang tidak menunjukkan tanda-tanda menuju kearah perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisme-marxisme yang diyakini mampu menggantikan sistem kapitalistik ternyata juga gagal. Bahkan rezim ini lebih dulu ambruk di tangan kaum kapitalis pada tahun 90-an. Dunia tetap dicengkeram oleh sistem kapitalistik dan terus ditimpa berbagai macam krisis. Walaupun para pemikir kapitalis telah menyodorkan sejumlah gagasan dan kebijakan untuk meredam dan mencegah krisis dunia, gagasan itu nyata-nyata mandul. Ini karena mereka tidak pernah menyentuh akar persoalan ekonomi dunia, yakni paradigma dan sistem kapitalistik itu sendiri. Mereka masih menyakini bahwa Kapitalisme adalah ideologi final yang tidak bisa diganggu gugat. Padahal akar masalahnya justru terletak pada Kapitalisme itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari faktor-faktor inilah, Dr. Abdurrahman al-Malikiy mengetengahkan buku As-Siyâsah al-Iqtishâdiyyah al-Mutsla (Politik Ekonomi Ideal) sebagai wujud perhatian beliau terhadap keadaan kaum Muslim di bidang ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini Dr. Abdurrahman al-Maliki menguraikan kesalahan-kesalahan paradigmatik sistem ekonomi kapitalis dan sosialis berikut pandangan-pandangan derivatifnya. Beliau juga menjelaskan isu-isu penting yang berhubungan dengan utang luar negeri, sistem moneter, program pendanaan untuk kegiatan pertanian dan industri, neraca pertumbuhan, jaminan terhadap kebutuhan-kebutuhan primer bagi rakyat, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini dilakukan agar perencanaan dan program pembangunan ekonomi di negeri kaum Muslim benar-benar mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi rakyat dan selalu sejalan dengan syariah Islam. Lebih dari itu, buku ini bisa menjadi bekal bagi Daulah Islamiyah untuk dapat menjadi negara mandiri yang kuat secara ekonomi dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda membaca satu-persatu topik yang ada dalam buku ini, niscaya Anda akan menemukan paradigma baru dalam melihat persoalan-persoalan ekonomi dunia serta apa yang sesungguhnya terjadi di negeri-negeri kaum Muslim. Anda akan menyadari sepenuhnya bahwa program pembangunan ekonomi yang disodorkan kaum kapitalis Barat sejatinya bukan untuk mengantarkan Dunia Ketiga menjadi negara yang kuat, tetapi justru untuk melanggengkan penjajahan dan dominasi mereka atas Dunia Ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik Ekonomi Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Abdurrahman al-Maliki menyatakan bahwa politik ekonomi Islam adalah sejumlah hukum (kebijakan) yang ditujukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan primer setiap individu dan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pelengkap (kebutuhan sekunder dan tersier) sesuai dengan kadar kemampuannya. Untuk itu, semua kebijakan ekonomi Islam harus diarahkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan asasi dan (jika memungkinkan) terpenuhinya kebutuhan pelengkap pada setiap orang (perindividu) yang hidup di dalam Daulah Islamiyah, sesuai dengan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, politik ekonomi Islam didasarkan pada empat pandangan dasar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Setiap orang adalah individu yang membutuhkan pemenuhan atas kebutuhan-kebutuhannya.&lt;br /&gt;   2. Adanya jaminan bagi setiap individu yang hidup di dalam Daulah Islamiyah untuk memenuhi kebutuhan primernya.&lt;br /&gt;   3. Islam mendorong setiap orang untuk berusaha dan bekerja mencari rezeki agar mereka bisa mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup; alias bisa memasuki mekanisme pasar.&lt;br /&gt;   4. Negara menerapkan syariah Islam untuk mengatur seluruh interaksi di tengah-tengah masyarakat serta menjamin terwujudnya nilai-nilai keutamaan dan keluhuran dalam setiap interaksi, termasuk di dalamnya interaksi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, politik ekonomi Islam tidak sekadar diarahkan untuk meningkatnya pendapat nasional (GNP) atau disandarkan pada pertumbuhan ekonomi nasional, keadilan sosial, dan lain sebagainya. Politik ekonomi Islam terutama ditujukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan primer secara menyeluruh bagi setiap orang yang hidup di Daulah Islamiyah. Atas dasar itu, persoalan ekonomi bukanlah bagaimana meningkatkan kuantitas produksi barang dan jasa, tetapi sampainya barang dan jasa itu kepada setiap orang (distribusi). Hanya saja, pertumbuhan ekonomi juga menjadi obyek yang diperhatikan dan hendak diselesaikan di dalam sistem ekonomi Islam. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa obyek persoalan ekonomi dalam sistem ekonomi Islam ada macam: (1) politik ekonomi; (2) pertumbuhan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik ekonomi Islam mencakup dua pembahasan penting: (1) sumber-sumber ekonomi; (2) garis-garis besar kebijakan yang berkaitan dengan jaminan pemenuhan kebutuhan primer (basic needs). Pertumbuhan ekonomi harus bertumpu pada empat kebijakan penting: politik pertanian; politik industri; pendanaan-pendanaan proyek; dan penciptaan pasar-pasar luar negeri untuk produk-produk Daulah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, sumber-sumber ekonomi ada empat macam; pertanian, perindustrian, perdagangan, dan tenaga manusia (jasa). Sumber-sumber ekonomi lain, semisal dari sektor pariwisata, transportasi, gaji, dan lain sebagainya dianggap sebagai sumber pelengkap; bukan sumber ekonomi primer. Untuk itu, kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan sumber ekonomi dikonsentrasikan pada empat sektor di atas: pertanian, perindustrian, perdagangan, dan tenaga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terurai dengan jelas apa saja yang menjadi sumber-sumber primer ekonomi, buku ini menjabarkan secara lebih detail paradigma dan hukum Islam penting yang berhubungan dengan sumber-sumber ekonomi tersebut (yakni; persoalan pertanian, perindustrian, perdagangan, dan tenaga manusia). Penulis juga memaparkan sejumlah pandangan keliru yang berkaitan dengan persoalan tanah, industri, perdagangan, dan tenaga manusia. Misal: dalam hal tanah, beliau mengkritik teori persamaan kepemilikan tanah, land reform, yang disodorkan oleh kaum sosialis. Beliau juga mengetengahkan solusi untuk mengatasi feodalisme, yakni penguasaan tanah yang sangat luas oleh orang-orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah industri, beliau menekankan pentingnya perindustrian untuk menopang ekonomi negara. Beliau juga menyatakan, bahwa hukum asal dari industri adalah milik individu. Namun, industri bisa berubah menjadi milik umum ketika bahan mentah yang hendak diolah adalah milik umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah tenaga manusia, beliau juga mengurai paradigma perburuhan, permasalahan perburuhan, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan jaminan sosial, dasar penetapan gaji buruh; serta kritik terhadap pandangan kaum kapitalis maupun sosialis berkaitan dengan persoalan perburuhan, jaminan sosial untuk buruh, dan sebagainya. Dalam masalah perburuhan ini, beliau juga mengurai pandangan kaum kapitalis dan sosialis dalam masalah jaminan sosial, jaminan atas pemenuhan kebutuhan primer, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah perdagangan, beliau juga mengurai pandangan dasar serta hukum-hukum yang berkenaan dengan perdagangan, mata uang, kurs mata uang, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun terkait dengan pertumbuhan ekonomi, meskipun peningkatan kekayaan dengan cara menciptakan proyek-proyek ekonomi tidak terkait dengan pandangan hidup tertentu (karena bersandar pada ilmu ekonomi yang bebas nilai (free of value), tidak bisa dipungkiri bahwa pandangan hidup tertentu sangat berpengaruh dalam penetapan langkah-langkah untuk membangun proyek-proyek tersebut. Karena itu, penetapan proyek-proyek yang berhubungan dengan masalah pertumbuhan ekonomi harus didasarkan pada pandangan hidup Islam. Kebijakan-kebijakan untuk peningkatan kekayaan ekonomi ini bertumpu pada kebijakan (politik) dalam bidang pertanian, industri, pendanaan proyek dan penciptaan pasar luar negeri untuk produk-produk Daulah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan dalam bidang pertanian didasarkan pada sebuah paradigma, bahwa proyek-proyek pertanian dilaksanakan sesuai dengan hukum-hukum syariah yang berhubungan dengan tanah. Dengan demikian, proyek-proyek untuk produksi pertanian mengikuti status kepemilikan atas lahan-lahan pertanian. Menurut al-Maliki, status lahan-lahan pertanian tersebut kebanyakan adalah milik individu, bukan milik negara maupun umum. Untuk itu, negara tidak memiliki peran terlalu menonjol dari proyek-proyek pertanian. Dengan kata lain, proyek-proyek pertanian adalah proyek yang bersifat individual, bukan komunal. Namun demikian, negara bertanggung jawab memberikan modal kepada petani yang tidak memiliki modal untuk menggarap lahan pertaniannya. Negara juga bertanggung jawab penuh dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur seperti pembuatan jalan, irigasi, bendungan, dan lain sebagainya sesuai dengan prinsip-prinsip keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik pertanian dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan produksi pertanian; biasanya ditempuh dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Semua kebijakan (politik) pertanian harus ditujukan untuk meningkatkan produksi pada tiga produk penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Produksi bahan makanan; agar ada ketersediaan bahan makanan pokok bagi rakyat. Pasalnya, makanan pokok merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;   2. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakaian seperti kapas, wol, pohon rami, dan lain sebagainya. Produk-produk semacam ini sangat penting karena ia termasuk kebutuhan primer.&lt;br /&gt;   3. Komoditas ekspor yang memiliki pasaran di luar negeri seperti palawija, karet, kopra, cengkeh, sutra, kapas, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jika ditinjau dari aspek peningkatan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ditinjau dari aspek pembangunan infrastruktur, seharusnya negara menitik-beratkan pada pembangunan infrastruktur-infrastruktur industri agar terjadi revolusi industri yang bisa mendorong terjadinya kemajuan di bidang ekonomi. Sebab, tujuan dari pembangunan ekonomi adalah menciptakan kemajuan materi. Hal ini tidak bisa diwujudkan kecuali dengan revolusi industri. Sayang, Barat telah meracuni negeri-negeri kaum Muslim dengan program pembangunan yang menitikberatkan pada bidang pertanian, baru kemudian industri. Semua ini ditujukan agar di negeri-negeri kaum Muslim tidak terjadi revolusi industri. Akibatnya, sampai sekarang, negeri-negeri kaum Muslim tidak pernah maju dan kuat secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun politik industri ditujukan untuk menjadikan negara sebagai negara industri. Tujuan ini hanya bisa tercapai dengan cara memproduksi alat-alat berat yang digunakan untuk menunjang proyek-proyek pembangunan negara lainnya, dan untuk memangkas ketergantungan kepada pihak asing. Untuk itu, pembangunan sektor industri harus mendapatkan porsi perhatian yang sangat serius untuk mempercepat terjadinya revolusi industri di negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kebijakan dalam pendanaan proyek-proyek sesungguhnya bergantung pada jenis proyek itu sendiri, apakah termasuk sektor privat ataukah sektor publik. Jika proyek-proyek pembangunan itu termasuk sektor privat maka negara hanya memberikan bantuan-bantuan kepada pelaku proyek, dan menyediakan infrastrukturnya saja. Jika proyek itu termasuk sektor publik maka pendanaan untuk proyek-proyek semacam ini membutuhkan pengkajian yang mendalam. Pendanaan untuk proyek-proyek semacam ini harus bersandar pada kas negara yang tersimpan di Baitul Mal. Dalam hal ini, negara tidak boleh bersandar pada utang luar negeri. Sebab, telah tampak jelas bahaya utang luar negeri bagi negara-negara pengutang. Untuk itu, pembaca bisa membaca ulasan Dr. Abdurrahman al-Maliki mengenai bahaya utang luar negeri bagi kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan di negeri-negeri kaum Muslim yang mengikuti program dan arahan Barat telah terbukti tidak mengantarkan negeri-negeri kaum Muslim menjadi negara yang makmur dan kuat secara ekonomi. Bahkan negeri-negeri kaum Muslim terus terpuruk dan semakin bergantung pada kaum kafir Barat. Bahkan program pembangunan di Dunia Ketiga justru dijadikan senjata oleh kaum kafir untuk menguras kekayaan alam dan menghalangi negeri-negeri itu menjadi negara industri yang kuat dan tangguh. Untuk itu, sudah selayaknya kaum Muslim menyadari sepenuhnya rencana-rencana jahat kaum kafir di balik program pembangunan dan rekonstruksi Dunia Ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini penting dibaca, khususnya oleh para penguasa Muslim dan pembuat kebijakan ekonomi negara. Dengan itu, program pembangunan dan kebijakan ekonomi di negeri-negeri kaum Muslim benar-benar mampu mengantarkan mereka menuju kesejahteraan dan menjadikan mereka sebagai negara yang kuat dan tangguh, bukan menjadi negara lemah yang terus dijadikan sapi perahan kaum imperialis Barat dan menjadi pasar bagi produk-produk Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. [Fathiy Syamsuddin Ramadlan al-Nawiy]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-4569652559334301399?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/4569652559334301399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/politik-ekonomi-ideal-telaah-kitab-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4569652559334301399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/4569652559334301399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/politik-ekonomi-ideal-telaah-kitab-as.html' title='Politik Ekonomi Ideal (Telaah Kitab As-Siyâsah al-Iqtishâdiyyah al-Mutsla)'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-2782113013723143903</id><published>2009-03-14T10:26:00.000+08:00</published><updated>2009-03-14T10:28:45.295+08:00</updated><title type='text'>Runtuhnya Trias Politika</title><content type='html'>Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely. Pernyataaan Lord Acton yang dibuat pada abad ke-19 memiliki pengaruh yang kuat hingga saat ini. Pengalaman Eropa pada zaman kegelapan di bawah raja-raja tiran  membuat para filosof mencari tahu mengapa penindasan itu terjadi. Mereka kemudian sampai pada kesimpulan, penindasan para tiran terjadi karena mereka memiliki kekuasaan yang absolut tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Montesquieu,  dalam the Spirit of Laws, lalu menggagas doktrin trias politika yang kemudian menjadi pilar penting negara sekular-demokrasi. Doktrin ini memisahkan kekuasaan menjadi: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Lahirlah kemudian negara republik-demokrasi, yang kekuasaan eksekutifnya diserahkan kepada presiden atau perdana menteri; legislatifnya—yang memiliki kekuasaan untuk membuat hukum—diserahkan kepada parlemen; dan yudikatifnya diserahkan kepada lembaga pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoretis, trias politika diharapkan bisa mencegah pemerintah tiranik. Lembaga legislatif, karena merupakan wakil rakyat, diharapkan akan menghasilkan hukum dan kebijakan yang sejalan dengan kepentingan rakyat. Lembaga ini diharapkan pula akan selalu mengoreksi kebijakan pemerintah. Adapun pihak eksekutif (pemerintah) akan memperhatikan rakyat sepenuhnya, karena kalau tidak, rakyat tidak akan lagi memilih mereka. Yudikatif pun diharapkan mandiri dan independen untuk mengadili pelanggaran hukum yang terjadi. Namun, realitanya tidak seindah doktrin yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem demokrasi dengan trias politikanya ternyata membentuk rezim otoritarian baru, yakni pemilik modal. Para pemilik modallah yang kemudian menguasai ketiga lembaga negara demokrasi (eksekutif, legislatif, yudikatif). Fungsi ketiganya pun lumpuh di bawah ketiak pemilik modal. Lahirlah negara korporasi; penguasa pun ‘berselingkuh’ dengan pengusaha. Penguasa lebih tunduk dan berpihak kepada pengusaha yang mendanai penguasa terpilih. Maklum,  untuk bisa terpilih, seorang penguasa butuh dana yang besar. Adapun yudikatif tutup mata terhadap pelanggaran eksekutif, pasalnya yudikatif juga mudah disuap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk hukum yang dilahirkan oleh Parlemen tidak selalu memihak rakyat. Di Indonesia DPR mengeluarkan UU Migas, UU Kelistrikan, UU Penanaman Modal, UU Sumber Daya Air yang pro-liberal. Berdasarkan UU Migas Pemerintah membuat kebijakan untuk mengurangi subsidi BBM. Akibatnya, harga BBM dalam negeri naik dan rakyat yang menjadi korbannya. Berdasarkan UU Kelistrikan PLN pun secara bertahap di privatisasi. Dipastikan dengan privatisasi PLN, listrik akan semakin mahal. Nyaris sama dengan legislatif, kekuasaan eksekutif pun tidak memihak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran hubungan ini tampak jelas dalam sistem politik AS. Bisa disebut hampir semua politisi AS adalah para konglomerat atau didukung penuh pebisnis kaya. Keluarga Bush, misalnya, dikenal sebagai konglomerat korporasi minyak. Wakil Presiden AS sekarang, Dick Cheney, adalah CEO Halliburton yang bermasalah. Mantan Menlu AS Collin Powel  pernah duduk dalam dewan direktur AOL. Terdapat juga nama Thomas White mantan eksekutif Enron (yang juga bermasalah), dan Paul O’Neill, mantan CEO Alcoa, perusahaan alumanium terbesar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya mereka bukan tanpa alasan. Mereka merupakan donatur besar yang mendukung keberhasilan Bush menjadi presiden. Pada Pemilu tahun 2000 lalu, 70% dari US$ 1,9 juta sumbangan politik WorldCom mengalir ke Partai Republik. Dari tahun 1989 hingga 2001, Enron telah memberikan sumbangan besar US$ 113.800 kepada Partai Republik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimengerti mengapa para politisi AS, baik di eksekutif atau legislatif,  mendukung penuh kebijakan Bush saat menyerang Irak. Persoalan utamanya bukanlah  masalah terorisme, tetapi persoalan  bisnis minyak yang menggiurkan. Demikian sebagaimana ditulis Alan Greenspan yang mantan pimpinan bank sentral AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha minyak dunia pun meraih untung besar. Sebagaimana dirilis EksNas-LMND (22 Februari 2007) tentang laporan pendapatan untuk tahun 2007, ExxonMobil memperoleh keuntungan sebesar $40.6 biliun atau setara dengan Rp 3.723.020.000.000.000,- (dengan kurs rupiah 9.170,-). Nilai penjualan ExxonMobil mencapai $404 biliun, melebihi Gross Domestic Product (GDP) dari 120 negara di dunia. Setiap detiknya, ExxonMobil berpendapatan Rp 11.801.790,-. Perusahaan minyak AS lainnya, Chevron, melaporkan keuntungan yang diperolehnya selama tahun 2007 mencapai $18, 7 biliun atau Rp 171.479.000.000.000,-. Royal Ducth Shell menyebutkan nilai profit yang mereka dapatkan selama setahun mencapai $31 miliar atau setara dengan Rp 284.270.000.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang diperoleh korporasi-korporasi negara imperialis ini tidaklah setara dengan Produk Domestic Bruto (PDB) beberapa negara Dunia Ketiga, tempat korporasi tersebut menghisap. Hingga akhir tahun 2007, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia belum sanggup menembus Rp 4.000 triliun; untuk triwulan ke-3 tahun 2007 saja hanya mencapai Rp 2.901. triliun. Negara penghasil minyak lainnya, Libya hanya 50.320 juta US$, Angola (44, 033 juta US$), Qatar (42, 463US$), Bolivia (11.163 juta US$), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara kampiun demokrasi sendiri, trias politika tidak benar-benar terjadi. Konstitusi AS menentapkan kewenangan Presiden dalam mengampuni seluruh pelaku kejahatan, kecuali impeachment. Bab II Pasal II menyatakan: “President shall have power to grant reprieves and pardons for offenses againts the United States, except in cases of impeachment.” (Presiden memiliki kewenangan untuk memberikan ampunan dan penangguhan untuk setiap pelanggaran di Amerika Serikat, kecuali dalam hal impeachment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewenangan ini membuat Presiden AS memegang kekuasaan yudisial yang besar untuk membatalkan keputusan pengadilan atau bahkan sama sekali membatalkan gugatan atau tuntutan. Penyimpangan yang paling terkenal dilakukan Presiden Gerald Ford pada 1974. Setelah Richard Nixon berhenti dari jabatannya karena tersangkut skandal Watergate, Wakil Presiden Ford memegang jabatan presiden. Dalam pidatonya di televisi tanggal 8 September 1974, Presiden Ford memberikan ampunan penuh kepada Nixon atas kesalahannya dan menghentikan penyeledikan skandal Watergate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan penguasa-pengusaha juga  terjadi di Indonesia. Banyak elit politik yang juga dikenal sebagai pengusaha. Kalau keadaannya seperti itu, sangat sulit diharapkan parlemen yang mengklaim wakil rakyat bisa kritis terhadap penguasa; sulit pula diharapkan penguasa akan benar-benar berpihak kepada rakyat. Sebabnya, mereka memiliki kepentingan yang sama, yakni bisnis. Tragisnya, bukan rahasia lagi, kalau isu suap sering muncul setiap kali DPR  membuat UU strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan pengusaha dan penguasa di Indonesia ini tergambar baik dalam kasus BLBI.  Melalui payung Inpres 8/2002, Anthony bisa bebas melenggang karena mendapat surat keterangan lunas (SKL). Utang Sjamsul Nursalim dalam kasus BLBI kedua pun cukup dilunasi dengan menyerahkan aset BDNI senilai Rp 18,85 triliun. Sjamsul juga membayar tunai Rp 1 triliun, ditambah penyerahan aset PT Dipasena, Gajah Tunggal Petrosel, dan Gajah Tunggal Tyre. Sama dengan Anthony, Sjamsul pun bebas setelah dihadiahi SKL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib yang sama terjadi di yudikatif. Rezim otoritarian pemilik modal bermain untuk menggolkan kepentingannya. Kasus suap yang dituduhkan kepada Urip Tri Gunawan salah satu contoh kasusnya. Koordinator jaksa penyelidik kasus BLBI ini tertangkap tangan oleh KPK menerima suap senilai Rp 6 miliar. Padahal sebelumnya timnya mengeluarkan keputusan bahwa BLBI tidak terbukti ada tindak korupsi.  Kalau eksekutif mengabdi kepada pemilik modal dan bukan rakyat, legislatif juga membuat kebijakan yang mengabdi kepada pemilik modal dan bukan rakyat, dan yudikatif pun disuap oleh pemilik modal, bagaimana mungkin trias politika akan berfungsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Mencegah Rezim Otoritarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama yang komprehensif memiliki metode (tharîqah) sendiri untuk mencegah rezim otoriter. Titik awal mengapa sebuah rezim menjadi otoriter sesungguhnya terletak pada sumber hukum. Sebab, dari sumber hukum inilah undang-undang atau sebuah kebijakan dibuat. Sumber hukum yang diserahkan kepada manusia menimbulkan potensi besar bagi manusia itu untuk membuat kebijakan yang sesuai dengan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang membuat mengapa raja pada masa kegelapan Eropa menjadi diktator. Raja mengklaim dirinya wakil Tuhan di muka bumi. Titah Raja adalah titah Tuhan, padahal agama kristen sendiri tidak memiliki sistem yang utuh dan lengkap untuk mengatur manusia. Muncullah aturan raja yang tidak bisa digugat karena dianggap perintah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama terjadi dalam sistem demokrasi. Ketika parlemen yang mengklaim atas nama rakyat diberi wewenang membuat hukum, jadilah parlemen membuat kebijakan yang sejalan dengan kepentingannya, yakni kepentingan pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Islam, yang menjadikan kedaulatan ada di tangan syariah, yakni Allah Swt., dengan sumber hukum al-Quran dan as-Sunnah. Perintah Khalifah sebagai penguasa tidak otomatis sebagai perintah Tuhan. Khalifah dalam kebijakannya harus merujuk pada al-Quran dan as-Sunnah. Kalau perintah Khalifah menyimpang dari sumber hukum itu, ia tidak wajib ditaati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah mungkin saja menyimpang, karena dia manusia biasa; menyimpang dari al-Quran dan as-Sunnah. Karena itu, dalam Islam ada kewajiban—bukan hanya hak—untuk mengoreksi penguasa yang menyimpang. Islam mengingatkan pentingnya mengoreksi kezaliman penguasa meskipun taruhannya adalah kematian. Rasulullah saw. bersabda: Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri menentang penguasa zalim dan ia terbunuh karenanya. (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dalam Islam, keberadaan partai politik yang melakukan koreksi terhadap penguasa bukan hanya boleh, tetapi wajib (Lihat: QS Ali Imran [3]: 103). Partai politik dalam Negara Khilafah didirikan dengan tujuan mengoreksi Khalifah, menjaga pemikiran Islam di tengah-tengah masyarakat, dan memastikan pemerintah tidak menyimpang dari penerapan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem Khilafah, terdapat pula Mahkamah Mazhalim yang memutuskan perselisihan antara rakyat dan penguasa (Khalifah). Rakyat yang merasa dizalimi oleh penguasa boleh mengadukan perkaranya kepada mahkamah ini. Qadhi (hakim) ini juga secara berkala mengawasi seluruh pejabat negara dan hukum perundang-undangan yang dilaksanakan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan syariah tanpa ada penindasan pada rakyat. Guna memastikan agar Qadhi Mazhalim bebas dari tekanan politik, syariah membatasi kekuasaan eksekutif Khalifah untuk tidak memiliki wewenang memberhentinkan seorang Qadhi Mazhalim dari posisinya jika Qadhi itu sedang menyidangkan kasus yang melibatkan Khalifah, Muawwin Tafwidh (pembantu Khalifah) atau kepala pengadilan  (Qadhi al-Qudhat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula Majelis al-Ummah, sebuah majelis yang merupakan representasi (wakil) dari masyarakat. Majelis ini dipilih oleh rakyat dan anggotanya terdiri atas perwakilan umat Islam dan non-Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Para anggota majelis ini mewakili konstituen mereka di dalam Negara Khilafah. Majelis ini tidak memiliki kekuasaan legislasi, namun memiliki kewenangan untuk mengimbangi kekuasaan eksekutif Khalifah. Para anggota majelis dapat menyuarakan opini publik mereka secara bebas tanpa takut dibungkam atau dibui. Sejalan dengan kekuasaan mandatarisnya, majelis ini memiliki kekuatan dalam menilai kinerja Khalifah dan pemerintahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perkara penting lain dalam Negara Khilafah, yakni Khalifah tidak boleh melakukan penyiksaan dan  tajassus (memata-matai) rakyatnya, baik Muslim ataupun non-Muslim. Penahanan dan penawanan sewenang-wenang sangat terlarang dalam Negara Khilafah. Prinsip hukum habeas corpus (kesetaraan di depan hukum) diberlakukan. Setiap orang yang ditahan harus dihadapkan ke pengadilan dan kasus mereka harus diputuskan oleh seorang qâdhî (hakim). Rasulullah saw memerintahkan agar dua pihak yang bertikai harus berhadapan di pengadilan. (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh tersangka diperlakukan sebagai orang yang tidak bersalah hingga pengadilan syariah membuktikannya bersalah. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): Penuntut wajib menghadirkan bukti dan saksi yang disumpah atas perkara yang disaksikannya. (HR al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. [Farid Wadjdi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2941083695464561145-2782113013723143903?l=dhanyrevolution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/feeds/2782113013723143903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/runtuhnya-trias-politika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2782113013723143903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2941083695464561145/posts/default/2782113013723143903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhanyrevolution.blogspot.com/2009/03/runtuhnya-trias-politika.html' title='Runtuhnya Trias Politika'/><author><name>Pejuang Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08686254364361630849</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_0fwM6T2A1y8/SfltlBccJxI/AAAAAAAAAFQ/sbOjVIreZNI/S220/1_619524954l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2941083695464561145.post-3790606929636324587</id><published>2009-03-14T09:54:00.000+08:00</published><updated>2009-03-14T09:56:48.655+08:00</updated><title type='text'>POLITIK PEREMPUAN ( KASUS KUOTA 30% DAN ZIPPER SISTEM)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CDalmia%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;“Cuman perempuan yang paling tahu soal perempuan.” Inilah sebuah ungkapan yang semakin memotivasi para pejuang hak-hak perempuan untuk terus maju berjuang agar perempuan menjadi warga Negara kelas satu sama dengan laki-laki. Oleh sebab itu, tidak aneh bila selanjutnya posisi penentu kebijakan menjadi target utama perjuangan politik mereka. Mereka beranggapan semakin banyak perempuan yang duduk di parlemen, semakin kuat suaranya mewarnai kebijakan yang akan diberlakukan. Dengan begitu, kepentingan mereka akan terpenuhi. Bahkan, mereka juga menginginkan untuk duduk di elite kekuasaan (menjadi penguasa) karena dianggap sebagai langkah yang lebih tepat dan nyata. Untuk mendukung dan mengoptimalkan perjuangan, mereka memandang sistem politik harus lebih demokratis lagi. Untuk itu, demokratisasi menjadi agenda yang harus diperjuangkan. Walaupun demikian, pada kenyataannya perempuan tidak mampu mempengaruhi kebijakan nasional, karena pelaksanaan kebijakan bergantung pada lembaga eksekutif. Ketika telah duduk elite kekuasaan, tanggung jawab formal mereka juga ada pada elite kekuasaan yang lebih tinggi, tidak pada rakyat apalagi, pada perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Tanggal 12 Februari 2003 boleh jadi merupakan hari bersejarah bagi para aktivis perempuan di Indonesia. Pada tanggal tersebut sidang paripurna DPR mengesahkan RUU Pemilu yang didalamnya tercantum kuota perempuan di DPR. Ihwal kuota tersebut terdapat pada pasal 65 ayat (1). Ayat tersebut selengkapnya berbunyi : &lt;i style=""&gt;Setiap partai politik peserta pemilu dapat mengajukan calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota untuk setiap daerah pemilihan dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekutang-kurangnya 30 persen.&lt;/i&gt; Fraksi Golkar, PPP, dan PKB merupakan tiga fraksi yang mempunyai andil besar mengengolkan kuota tersebut (&lt;i style=""&gt;Media Indonesia, 19/2/2003).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Sementara itu saat ini perdebatan pun semakin hangat pada level pengambil kebijakan mengenai konsep zipper system yang mewajibkan bahwa dari 3 orang caleg terpilih harus ada satu orang perempuan. Hal ini juga masih mengalami tarik ulur kepentingan karena zipper system ini dianggap tidak relevan untuk diterapkan karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah menetapkan putusan untuk menjadi anggota legislatif berdasarkan suara terbanyak, untuk itu setiap orang yang ingin menjadi caleg haruslah berkompetisi pada ajang pemilu ketika mereka ingin menjadi anggota legislatif termasuk wanita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Terlepas dari itu peran politik perempuan yang masih sangat minim disebabkan karena budaya masyarakat Indonesia yang masih patrialkal dan kurangnya akses perempuan dalam sektor politik, sehingga dinilai bahwa karena pengambil kebijakan adalah kebanyakan dari kalangan lelaki maka mereka menganggap perlu untuk melibatkan diri dalam proses pengambilan kebijakan hal inilah yang mengilhami gerakan kaum feminis untuk memberikan dorongan kepada kaum perempuan untuk keluar dari habitat aslinya, yaitu sebagai ibu yang mempersiapkan generasi yang berkualitas dan pengatur rumah tangga. Kaum feminis menganggap bahwa domestikasi perempuan merupakan sebuah sub-ordinasi atas perempuan. Kiprah perempuan di sektor domestik tidak menghasilkan uang sehingga mereka akan bergantung secara ekonomi kepada laki-laki. Perempuan akan menerima perlakuan tersebut dengan terpaksa karena takut kehilangan sumber ekonominya. Kenyataan ini mereka anggap sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Para feminis menganggap bahwa terjadi kekerasan negara terhadap perempuan, negara membuat sejumlah kebijakan atau hukum yang tidak menguntungkan perempuan. Ini karena kekuasaan Negara didominasi oleh para lelaki. Sebab, lelaki dengan bias kelelakiannya, dianggap tidak memahami permasalahan sebenarnya yang dihadapi oleh perempuan. Akibatnya, mereka tidak memiliki empati sehingga mereka banyak membuat kebijakan yang merugikan kaum perempuan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Pertanyaan yang muncul kemudian adalah relevankah penyelesaian permasalahan perempuan di semua sektor kehidupan akan terwujud dengan tercapainya kuota 30 % perempuan yang duduk di parlemen, pemerintahan, maupun partai politik? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Secara normatif, sistem demokrasi mengajarkan kebebasan berpendapat. Setiap partai peserta pemilu sudah pasti memiliki visi sendiri-sendiri. Oleh karena itu, boleh jadi seluruh perempuan anggota parlemen tidak memiliki suara yang sama dalam menyelesaikan permasalahan perempuan karena terkait dengan visi partai yang menaunginya. Demikian pula yang duduk dalam pemerintahan. Tidak semua perempuan memiliki visi dan paradigma yang sama dalam memandang kehidupan. Ini akan menimbulkan perpecahan pendapat hingga permasalahan perempuan itu sendiri tidak terselesaikan.&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sementara itu, secara faktual, permasalahan perempuan juga tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan lintas sektoral yang ada dalam sistem negara. Oleh karena itu, penyelesainnya pun seharusnya bersifat lintas sektoral. Namun, apakah sistem negara di Indonesia yang bersifat kapitalistik mampu meredam seluruh permasalahan yang sudah sangat kompleks, termasuk permasalahan perempuan? Contoh nyata, Indonesia yang &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;top leader&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;-nya seorang perempuan ternyata makin hari makin terpuruk. Jangankan menyelesaikan masalah yang terjadi, permasalahan justru makin hari makin bertambah. Kasus suap yang melanda anggota dewan maupun yang dilakukan partai-partai politik, kasus BPPN, penyimpangan anggaran yang mencapai tiga ratusan triliun rupiah, kasus manipulasi hukum, rekayasa politik, pembodohan dan pembohongan publik, dan kasus-kas
