Sabtu, 31 Januari 2009

Kepekaan Spiritual

Allah Swt. berfirman (yang artinya): Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah…! (QS an-Nisa’ [4]: 136).

Di dalam tafsirnya, Ibn Katsir menyatakan, ayat ini tidak terkait dengan tahshîl al-hâshil (yakni agar mereka beriman; karena iman memang sudah ada pada orang-orang Mukmin), tetapi terkait dengan takmîl al-kâmil (yakni agar mereka menyempurnakan iman yang sudah ada).

Penafsiran ini tampaknya sesuai dengan sebuah sabda Nabi saw., “Jaddidû dînakum/îmânakum (Perbaruilah agama/iman kalian)!” (HR at-Tirmidzi dan Ahmad).

Pembaruan iman sangatlah penting bagi setiap Muslim, apalagi para aktivis dakwah. Pasalnya, sering karena kesibukan dalam menjalankan tugas-tugas dakwah, ditambah lagi dengan kesibukan mencari nafkah atau mengurus rumah tangga, para aktivis dakwah tidak sempat lagi ’mengurusi’ kalbunya. Tahu-tahu kalbunya sudah ’hitam pekat’; dipenuhi dengan noda akibat dosa-dosa kecil ataupun berbagai kelalaian yang tidak terasa sering ia lakukan.

Kata Imam al-Ghazali, kalbu itu ibarat cermin. Saat seseorang melakukan satu dosa/maksiat, maka satu noktah hitam menodai kalbunya. Semakin banyak dosa, semakin banyak noktah hitam itu menutupi kalbunya. Jika sudah tertutupi banyak noktah hitam, kalbu yang ibarat cermin itu tidak bisa lagi digunakan untuk bercermin; untuk ’mengaca diri’ dan mengevaluasi diri. Saat demikian, kepekaan spiritual biasanya akan lenyap dari dirinya. Jika sudah seperti itu, jangankan dosa kecil, apalagi sekadar berbuat makruh dan melakukan banyak hal mubah yang melalaikan, dosa besar sekalipun mungkin tidak lagi dianggap besar. Jangankan meninggalkan hal sunnah, meninggalkan kewajiban pun mungkin sudah dianggap biasa. Pasalnya, kepekaan kalbunya nyaris hilang; tidak lagi mampu mendeteksi dosa, apalagi dosa yang dianggap kecil.

Padahal, lihatlah kepekaan Abu Utsman an-Naisaburi. Suatu saat, pernah sandalnya putus dalam perjalanannya untuk shalat Jumat dan ia butuh waktu satu jam untuk memperbaikinya. Ia lalu berkata, “Sandal ini putus mungkin karena aku tidak mandi hari Jumat.”

Seorang generasi salaf juga pernah berkata, “Aku pernah menganggap sepele sesuap makanan (yang syubhat), lalu aku memakannya. Sekarang, aku seperti kembali ke empat puluh tahun yang lalu.”

Demikianlah. Maksiat itu tidak jarang melahirkan maksiat yang lain. Jika maksiat sering dikerjakan maka terjadilah akumulasi maksiat. Dosa-dosa kecil pun akhirnya menjadi besar.

Pengabaian perkara ini secara berlarut-larut tanpa penanganan serius sering menjadikan aktivis dakwah berkurang kadar ‘keimanan’ dan amal-amal batiniahnya, semisal ikhlas. Bahkan amaliah batin lainnya—seperti jujur, yakin, zuhud, tawakal, takut, tobat, berserah diri dan cinta kepada Allah SWT—mungkin juga hilang dari dirinya. Semua itu sering terjadi karena ia mengabaikan kalbunya.

Dalam kondisi demikian, boleh jadi seorang aktivis dakwah menjadi hanya banyak berkata-kata yang tidak berguna, makan secara berlebihan, berinteraksi dengan orang lain bukan demi kemaslahatan dakwah, banyak tidur dan bermalas-malasan, menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak ada faedahnya—meski mungkin tidak menjurus pada hal-hal yang haram atau makruh.

Akibat lanjutannya, nuansa spiritual hilang dari kehidupannya. Dakwahnya terjebak dalam rutinitas. Pengaruhnya tak lagi membekas. Kata-katanya kering dari nilai-nilai ruhiah. Retorikanya tak lagi menggugah, apalagi mendorong orang untuk segera menjemput hidayah dan ber-taqarrub kepada Allah. Bahkan tidak jarang, ghîrah dakwahnya menurun, dan himmah-nya pun tak lagi menyala-nyala; sedikit demi sedikit meredup hingga akhirnya padam.

Seorang aktivis dakwah yang mengalami hal-hal semacam ini tentu tidak boleh terlena dan berdiam diri. Ia harus segara bangkit dan segera memperbarui imannya.

Banyak sarana yang bisa digunakan untuk memperbarui iman. Sekadar contoh: ziarah kubur; mengunjungi orang-orang salih, orang-orang bertakwa, ulama terpercaya, para mujahid dan orang-orang ikhlas; membaca sekaligus menyelami sirah generasi salaf, para ahli ibadah, orang-orang zuhud, para mujahid, para pembela kebenaran, orang-orang sabar dan orang-orang bersyukur; meningkatkan porsi ibadah; menyendiri (ber-khalwat) setiap hari atau dari waktu ke waktu walaupun cuma sebentar; memperbanyak khatam al-Quran, berdoa, qiyâmul layl, bersedekah lebih banyak daripada sebelumnya; dsb.

Membaca biografi mujahid seperti Khalid bin al-Walid, misalnya, akan mampu membuat seorang aktivis dakwah meremehkan dunia, syahwat dan kenikmatannya yang bersifat sesaat; membuat dirinya selalu mencintai kematian, tentu di jalan kemuliaan.

Membaca biografi orang-orang zuhud dan salih akan menumbuhkan kezuhudan dan kesalihan dalam kalbunya. Membaca biografi para ahli ibadah akan mampu mendidik jiwa untuk gemar melakukan qiyâmul layl, shaum sunnah, zikir, berdoa, khusyuk dan menangis karena takut Allah SWT. Membaca biografi orang-orang yang gemar bertobat dapat menumbuhkan benih-benih tobat dalam kalbunya; juga membuka ‘kran-kran’ airmata penyesalan pada dirinya yang tadinya tidak kenal menangis karena takut Allah SWT.

Sarana lain untuk memperbarui iman ialah menyendiri (khalwat) dengan dirinya sendiri; di luar qiyâmul layl, zikir dan membaca al-Quran. Disebutkan dalam salah satu atsar bahwa orang berakal mempunyai empat waktu. Salah satunya ialah saat ia menyendiri dengan dirinya sendiri (khalwat).

Ber-khalwat sangat urgen bagi aktivis dakwah. Dengan ber-khalwat ia dapat ‘berduaan’ dengan Allah SWT, damai dan dekat dengan-Nya, serta merasakan lezatnya bermunajat kepada-Nya. Dengan ber-khalwat aktivis Islam juga dapat mengevaluasi dirinya. Ketika ber-khalwat ia ingat akan dosa-dosa sekaligus menumpahkan airmata penyesalan dan tobat kepada-Nya. Ia semakin takut kepada Allah SWT; malu, cinta dan tunduk pada kebesaran-Nya.

Semua upaya itu, insya Allah, akan mengembalikan kepekaan spiritual dalam diri seorang aktivis dakwah, karena setiap waktu imannya adalah iman yang selalu baru; iman yang semakin menghujam dalam kalbu. Wa mâ tawfîqî illâ billâh. [Arief B. Iskandar]

Jumat, 30 Januari 2009

Angka Bunuh Diri Militer AS Naik Hampir 100%


WASHINGTON - Laporan militer Amerika Serikat yang dirilis Selasa pekan ini menyebutkan, angka bunuh diri di kalangan tentara AS pada 2008 naik hampir 100 persen.

Data statistik militer AS yang dikutip CNN, Kamis (29/1/2009) menyebutkan selama 2008 terjadi 128 kasus bunuh diri. Di samping itu, pihak militer juga masih menyelidiki 15 kasus lainnya yang melibatkan tentara aktif dan pasukan Garda Nasional.

Angka tersebut meningkat hampir 100 persen bila dibanding 2007 yang dilaporkan sebanyak 115 kasus.

Jika di rata-rata angka bunuh diri selama 2008 tersebut berarti 22,2 dari 100.000 tentara AS. Militer AS juga menginformasikan bahwa kasus bunuh diri yang terjadi selama 2008 itu, merupakan yang terbanyak dalam 28 tahun terakhir. (okezone.com, 29/01/09)

Rabu, 28 Januari 2009

HIP seri ke-3: "BARACK OBAMA dan Masa Depan Dunia Islam"


Halqoh Islam dan Peradaban Seri ke-3 dilaksanakan oleh HTI kota Makassar yang bertemakan "Barack Obama dan Masa Depan Dunia Islam" diselenggarakan pada hari Ahad, 25 Januari 2009 dimulai pada pukul 08.30 dan berakhir pada pukul 12.00 Wita menjelang shalat dhuhur. Kegiatan ini berlangsung di Masjid AQSA Jl. Maipa Makassar, kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ust. Arman Kamaruddin, ST, MT kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film seputar kemenangan dan pelantikan Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat.
Alhamdulillah kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai macam ormas, masyarakat umum dan mahasiswa. Peserta yang menghadiri kegiatan Halqoh ini diperkirakan sekitar 100 orang dan peserta sangat antusias mendengarkan pemaparan dari para pemateri dalam kegiatan HIP tersebut.
Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini : (1) Drs. H. Bahar Ngintung (Politisi Makassar) yang kebetulan juga merupakan salah seorang caleg yang sangat terinspirasi oleh Obama, di Makassar sendiri beliau menghabiskan dana untuk membuat baliho-baliho yang tersebar hampir diseluruh sudut kota Makassar hingga Euphoria kemenangan Obama sangat terasa di Makassar. Dalam pemaparannya beliau mengatakan kita masih bisa menggantungkan harapan kepada Obama, saya kira pernyataan ini wajar terucap dari lisan beliau disebabkan karena kurangnya kepekaan ideologis yang dimilikinya untuk melihat permasalahan Dunia Islam saat ini dan nasib dari kaum muslimin terkhusus diwilayah timur tengah dan palestina yang hingga saat ini masih dibombardir oleh Zionis Isreal laknatullah Alaih. Pembicara yang ke- (2) Prof. Dr. Basyir Syam, MA (Dosen FISIP Unhas/Pemikiran Politik Timur Tengah) beliau datang terlambat disebabkan karena baru saja pulang dari Manado untuk mengisi kegiatan Seminar Pendidikan disana, tetapi karena kegigihan dari panitia yang menghubunginya yang juga salah seorang mahasiswanya di FISIP Unhas akhirnya beliau sempat hadir dan memberikan pemaparan dalam kegiatan HIP tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa sejatinya kita tidak bisa berharap kepada orang kafir terutama Obama, namun disisi lain kita pun juga harus melihat sikap Obama yang sehari setelah pelantikannya menghapuskan penjara Guantanamo dan menelpon perdana menteri Ehud Olmert itu dinilai oleh beliau sebagai langkah maju jika dibandingkan dengan pemerintahan Bush. Tetapi secara pribadi beliau sangat mendukung perjuangan Hizbut Tahrir untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah dan kehidupan Islam walaupun ada sedikit perbedaan antara beliau dengan pendapat hizbut tahrir dalam hal kenegaraan. Namun beliau juga tetap memotivasi para pejuang penegak syariah dan khilafah untuk terus konsisten dalam perjuangannya "sebagai cita-cita Khilafah Islamiyah bukanlah merupakan hal yang mustahil" ungkap beliau. Semoga Allah SWT membukakan pintu hatinya untuk menanggalkan sikap pragmatis yang masih melekat. Kemudian pembicara yang terakhir (3) Ust. Ahmad Gadang, S. Hut (Lajnah Siyasiy DPD I HTI Sul-Sel) beliau memaparkan bahwa sebagai kaum muslimin kita tidak boleh berharap kepada Barack Obama karena sesungguhnya Amerika adalah sebuah negara yang mengusung Ideologi Kapitalisme, sikapnya terhadap kaum muslimin dan dunia islam akan sama saja yang berubah hanyalah uslub siyasiy yang lebih mengedepankan smart power tetapi pada hakekatnya amerika akan tetap mempertahankan hegemoni dan imperialisme-nya atas dunia Islam dan menekan gerakan islam ideologis sebagai lawan ideologi mereka. Oleh sebab itu kita tidak boleh berharap dan percaya kepada Obama karena Amerika bukanlah Obama saja tetapi sebuah institusi yang mengemban ideologi Kapitalisme. Hanya kepada Khilafah kita harus berharap. Acara ini dipandu oleh moderator Ustadz Bahrul Ulum, S. Pd.
Pada sesi tanya jawab terjadi perdebatan yang sangat seru seputar tema dan pemaparan yang diangkat oleh para narasumber, tetapi perdebatannya tetap pada kerangka yang arif dan bijaksana juga sebagai bentuk dari kesadaran kaum muslimin untuk memperjuangkan islam. Acara berakhir secara tertib dan teratur disertai pemutaran film dokumenter tentang palestina dan keharusan menegakkan khilafah.

"SAATNYA KHILAFAH MEMIMPIN DUNIA"
(Danial Darwis)

Senin, 26 Januari 2009

Fatwa Haram Golput Langgengkan Bobroknya Politik Indonesia


MUI mengeluarkan fatwa golput haram selama masih ada calon yang layak dipilih. Namun dengan fatwa tersebut MUI dinilai melanggengkan bobroknya sistem politik di Indonesia.

“Kalau mereka dilarang untuk golput justru menjustifikasi sistem politik yang tidak baik. Fatwa harusnya menganjurkan kepada kebaikan,” jelas pengamat politik Indobarometer M Qodari kepada detikcom, Senin (26/1/2009).

Qodari menjelaskan banyak masyarakat tidak memilih atau golput karena merasa aspirasinya tidak terwakili. Rendahnya angka keikutsertaan masyarakat dalam pemilu ini harusnya menjadi pelajaran bagi politisi untuk meningkatkan kinerjanya sehingga dipilih.

“Tapi kalau golput diharamkan maka parpol dan politisi tidak mendapat pelajaran karena angka keikutsertaan pemilih tetap tinggi,” jelas Qodari.

Terlepas dari adanya unsur politis atau tidak dalam fatwa ini, Qodari melihat MUI kurang melihat realitas di lapangan. Menurutnya lagi dengan fatwa ini juga keuntungan belum tentu berpihak pada partai Islam saja.

“Golput terjadi tidak di partai Islam saja tapi juga di partai nasionalis. Saya kira merata,” pungkasnya. (detik.com, 26/01/09)

S@at-nya Berubah Kawan

Manusia senantiasa mengalami berbagai macam peristiwa di dalam kehidupannya, entah itu peristiwa menyenangkan ataukah menyakitkan. Tetapi satu yang pasti bahwa setiap peristiwa yang melanda seseorang pasti ada makna dibaliknya, untuk dijadikan sebagai sarana muhasabah diri agar menjadi individu yang lebih baik lagi kedepan. Saatnya berubah kawan, itulah kata yang harus ditanamkan didalam hati kita sebab sesungguhnya hidup ini dinamis dan kita harus bisa mengimbangi kehidupan yang dinamis tersebut agar mampu menjadi insan yang lebih baik lagi dikemudian hari. Adakalanya seseorang menyakiti hatimu dan membuatmu menjadi tidak tenang, ada kalanya pula terjadi hal yang sebaliknya seseorang membuatmu menjadi senang. Tetapi satu yang pasti Engkau harus tegar bagikan batu karang dan punya komitmen yang tinggi dalam menghadapi kehidupan ini. Yakinlah bahwa Allah tengah mempersiapkan sesuatu yang spesial bagimu dikemudian hari. Belajar dan terus belajar, menjalani kehidupan dengan senantiasa berpegang pada aturan ilahi rabbi. Maju kawan, REVOLUSI MENANTI DI DEPAN MATA. Berubahlah menjadi individu yang lebih baik menyelami berbagai perkara dan kejadia yang dihadapi dalam kehidupan ini.
ALLAHU AKBAR.........ALLAHU AKBAR.........ALLAHU AKBAR

Surat Ummu Taqi dari Gaza


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Akhwat dan Ikhwan sekalian yang saya cintai, pada kesempatan ini saya ingin mengirimkan salam dari akhwat dan ikhwan di Gaza. Dengarlah situasi yang kami hadapi dan ceritakan ini pada semua orang yang anda kenal dan tidak anda kenal.

Ketika Zionis menyerang kami tanggal 27 Desember 2008, sebenarnya mereka tidak hanya menyerang Hamas, dan kaum muslimin di Gaza, tapi mereka menyerang umat Islam keseluruhan. Mereka menyerang Islam dengan harapan bahwa mereka akan dapat melemahkan dan akhirnya menghancurkan Islam dan umat Muhammad SAW.

Dan mereka tidak akan pernah berhenti di sini. Mereka ingin merampas Al Aqsa yang kita cintai, mereka ingin Tepi Barat dan percayalah kepadaku jika saya katakan bahwa mereka ingin seluruh Timur Tengah.

Namun mereka tidak akan pernah berhasil. Mereka tidak akan pernah bisa memadamkan cahaya Allah. Insya Allah.

Situasi yang kami hadapi ini sungguh-sungguh mencekam tetapi Iman kami masih kuat Alhamdulillah, walaupun kami tidak memiliki air, dan apabila memang ada, maka air itu sudah tercemar dan mengandung penyakit. Kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. Apabila kita menemukan uang untuk membeli dari penjualnya maka sangat berbahaya bagi kami untuk bepergian untuk mendapat pasokan air yang baru. Kami tidak memiliki gas, dan kami sudah tidak memilikinya selama empat bulan terakhir. Kami memasak sedikit makanan yang kami masak dengan api yang kita telah pelajari untuk mempersiapkannya.

Semua pria disini telah kehilangan pekerjaannya. Saat ini mereka menghabiskan waktu di rumah. Suami saya dapat menghabiskan waktu sehari pergi dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mendapatkan air yang sangat kami perlukan. Dia biasanya kembali dengan tangan hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank dimana kita dapat menarik uang. Hanya sedikit rumah sakit yang buka bagi orang-orang yang terluka. Anda selalu menyadari risiko yang akan anda hadapi ketika anda keluar rumah dan ketika Anda berada dalam ruangan. Mereka mengenakan jam malam kepada kami antara jam 1-4 sore. Mereka bilang, kita dapat keluar dengan aman untuk mendapatkan kebutuhan kami, tapi itu adalah dusta. Mereka seringkali punya kesempatan untuk menambah syuhada ke dalam daftar mereka.

Sehari kami makan nasi dan keesokan harinya kami makan roti. Daging dan susu adalah barang mewah. Mereka menggunakan bahan kimia di daerah-daerah perbatasan. Mereka tidak hanya membunuh kami dengan peluru dan tank-tank dan pesawat-pesawat B52, tetapi juga mereka membunuh kami secara perlahan dengan membuat anak-anak kami kelaparan, yang menyebabkan munculnya penyakit yang sulit digambarkan yang disebabkan bahan kimia itu dan mereka tertawa atas penderitaan kami yang berkepanjangan dan tak tertahankan ini.

Tapi atas semua hal ini kami diberitahu bahwa orang-orang berdemonstrasi di seluruh dunia. MashAllah, kenyataan bahwa Anda pergi ke kedutaan-kedutaan besar dan meninggalkan rumah Anda benar-benar membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian dalam perjuangan ini.

Tapi Anda dapat pulang pada malam hari dan mengunci pintu. Kami tidak dapat melakukan itu. Saya harus meninggalkan rumah saya di lantai dua setiap malam dan tinggal dengan kakak saya di lantai dasar. Karena seandainya terjadi serangan, kami bisa cepat-cepat keluar dari lantai dasar.

Tetapi umat bertanya-tanya di manakah tentara kaum Muslim? Di manakah kemenangan? Dan di manakah pemimpin sejati kita yang akan menyelamatkan kita dari kematian? Di manakah tentara Salahudin Ayubi? Jangan berharap pada PBB, mereka mengakui Israel sebagai sebuah Negara pada tahun 1949 dan mengunci nasib kami menjadi seperti pada hari ini. Jangan menoleh ke Amerika atau Inggris, bukankah mereka yang menyerbu ummat Islam di Irak dan Afghanistan? Panggilah para tentara di Mesir, Syria, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Di manakah tentara Bangladesh, Negara-negara Teluk, Indonesia dan Libya? Apakah mereka cukup hanya menonton para wanita menjerit meminta pertolongan ketika musuh mengubur anak-anak kecil kami? Apakah kuping mereka tuli hingga tidak bisa mendengar jeritan saudaranya para ikhwan dan akhwat? Bukankah kami memiliki hak untuk makan dan minum dengan selamat dan aman. Bukankah kami juga punya hak untuk tertawa dan hidup dengan memiliki harapan?

Ya, kami lelah. Ketika kami mendengar suara roket dan bom dan melihat pesawat-pesawat yang terbang sangat rendah menghampiri gedung-gedung tempat kami berada, saya berteriak sementara anak-anak dan suami saya merasa putus harapan. Para ikhwan akan tahu seperti apa rasanya ketika merasa putus asa untuk bisa melindungi kehormatan dan kehidupan keluarga Anda. Ada sesuatu yang membunuh dia dari dalam. Kami sering bertanya-tanya kapan mereka akan menjual tanah kami dengan harga murah, apakah serangan ini akan merenggut nyawa seribu atau dua ribu orang. Kami masih menunggu dan melihat. Orang-orang Israel sudah merencanakan di tempat mana mereka akan buat pemukiman baru di Gaza. Seperti inilah keadaan kami.

Tapi dalam semua kejadian ini, tidak ada yang lain selain Allah SWT yang dapat menyelamatkan kami. Jangan lupakan kami karena saat ini Anda semua adalah yang kami miliki. Sedekah anda tidak kami terima, dan ketika mereka membuka perbatasan maka sedekah itu hanya diterima segelintir orang saja yang tidak tahu harus berbuat apa karena akan beresiko bagi hidup kami hanya untuk membeli makanan. Mereka akan membunuh siapapun, siapapun apakah dia adalah anak umur lima tahun yang sedang membawa makanan untuk keluarganya. Kami ingin hidup dari keringat kaum laki-laki kami, bukan dari keringat orang lain karena kami sedang sekarat.

Terus lakukan pekerjaan yang Allah perintahkan dan berdoalah untuk kemenangan yang akan segera datang dan menyelamatkan ummah di segala tempat. InshAllah.

Semoga Allah SWT membuat kami teguh dalam din ini, selama masa perjuangan ini dan selama masa kemudahan. Ya Allah, berilah kemenangan kepada kami segera dan segeralah tegakkan kembali Islam sebagai otoritas yang dengannya kami hidup, Ya Allah, kirimlah kepada kami anak-anak Salahudin, bala tentara Islam untuk menyelamatkan ummat Muhammad SAW dari penindasan di mana kita hidup. Ya Allah lindungilah anak-anak kami dan usirlah kaum zionis dari tanah kami. Ya Allah, hari ini saksikanlah pada hari ini kami telah meminta pertanggung jawaban para pemimpin kami, kami berdoa semoga Engkau segera mengembalikan kepada kami seorang pemimpin sejati, seorang Khalifah. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaramu Ummu Taqi

Komentar Politik


Komentar Politik : Golput Meningkat, Elit Politik Panik

Ketua MPR Hidayat Nurwahid: ‘Golput akan menjadi sangat kontraproduktif. Sebab, Pemilu menghadirkan anggaran dan sumber daya yang sangat besar’ (Detik.com, 24/7/08)

KOM: Sebelumnya Megawati menyatakan orang golput tidak boleh jadi warga negara Indonesia. Juga, ketua KPU Abdul Hafiz: ‘Golput tidak pernah melahirkan pemimpin yang baik’ (Detik.com, 17/7/08). Terlihat, para pejabat panik dengat fenomena golput. Mestinya, mereka sadar bahwa kepercayaan rakyat pada proses demokrasi tersebut terus turun.

(Lajnah Siyasi HTI)

Golput di Jatim secara keseluruhan sebesar 39,2 persen. Tidak ada pasangan yang meraih lebih dari 30 persen, paling tinggi 25,51 persen (KOMPAS, 24/7)

KOM: Lagi, golput menang. Tambah lag bukti bahwa rakyat makin tidak percaya kepada parpol dan elite.